Portal Parkir Non Tunai di Tunjungan Mulai Bekerja

Pemkot Surabaya terapkan parkir portal non tunai di Tunjungan Romansa mulai 15.15 WIB 15 Agustus 2026. Sistem QRIS dan RFID plus gratis untuk siswa gereja.

Author Image

Adel

Portal Parkir Non Tunai di Tunjungan Mulai Bekerja

Pemkot Surabaya Terapkan Parkir Portal Non Tunai di Tunjungan Romansa

– Pemkot Surabaya telah mengaktifkan sistem parkir portal non tunai di kawasan Tunjungan Romansa sejak pukul 15.15 WIB pada 15 Agustus 2026. Dinas Perhubungan Kota Surabaya memimpin pelaksanaannya untuk menata area parkir yang menjadi daya tarik wisatawan agar lebih rapi dan bebas antrean panjang. Langkah ini menjadikan mobil atau motor pengunjung bisa langsung masuk tanpa harus berhadapan dengan petugas manual yang sering membingungkan.

Inti artikel

  • Pemkot Surabaya telah mengaktifkan sistem parkir portal non tunai di kawasan Tunjungan Romansa sejak pukul 15.15 WIB pada 15 Agustus 2026
  • Parkir portal baru ini dilengkapi mesin karcis otomatis yang siap menerima pembayaran tanpa uang tunai
  • Pengunjung bisa memanfaatkan QRIS lewat ponsel, kartu elektronik hingga e-Toll agar transaksi lancar tanpa ribet

Optimaise News mencatat banyak iming-iming langsung bagi masyarakat sekitar. Misalnya warga sekitar mendapat kemudahan akses sementara sementara hasil dari sistem ini dibagi secara adil antara pemerintah kota dan para jukir.

Sistem Parkir Portal Non Tunai yang Berbasis Digital

Sistem Parkir Portal Non Tunai yang Berbasis Digital
Ilustrasi Sistem Parkir Portal Non Tunai yang Berbasis Digital.

Parkir portal baru ini dilengkapi mesin karcis otomatis yang siap menerima pembayaran tanpa uang tunai. Pengunjung bisa memanfaatkan QRIS lewat ponsel, kartu elektronik hingga e-Toll agar transaksi lancar tanpa ribet. Portal otomatis ini membantu mengurangi keharusan menunggu lama di gerbang masuk dan mengurangi kemacetan ringan di sekitar simpul Jalan Tanjung Anom.

Setiap kali seseorang memasuki zona parkir, sistem akan memindai tiket otomatis dan langsung mencatat durasi serta biaya yang harus dibayarkan. Kecepatan proses ini membuat warga dan wisatawan lebih santai saat berkendara menuju tempat wisata seperti Monas Surabaya atau Museum Surabaya.

Distribusi Pendapatan dan Peran Jukir yang Baru

Pendapatan dari parkir dibagi dengan komposisi 60 persen untuk kas pemerintah kota dan 40 persen untuk para juru parkir tetap. Sebelum parkir mulai beroperasi, Dishub mengadakan sosialisasi kepada 14 jukir agar mereka beralih ke tugas sebagai penjaga gerbang saja. Mereka tetap bertugas mengatur lalu lintas agar kendaraan tetap tertib meski jukir tidak lagi bertugas membayar langsung.

Tambahannya, sekitar 500 warga Jalan Tanjung Anom mendapat kartu berbarcode khusus sebagai akses sementara. Kartu ini nantinya bisa dikembangkan menjadi RFID yang lebih canggih dan menyesuaikan dengan data nomor kendaraan mereka. Langkah ini memberikan kemudahan khusus bagi penghuni rumah sekitar yang sering memarkirkan mobil tanpa harus bayar parkir penuh setiap hari.

Fasilitas Gratis untuk Pelajar dan Pengunjung Gereja

Siswa SMP Negeri 4 Surabaya yang diawasi orang tua atau guru tidak perlu membayar parkir selama durasi tidak lebih dari 15 menit. Begitu pula layanan ojek online, taksi online dan taksi konvensional yang dibebaskan dari biaya saat diparkir dalam batas waktu sama. Bagi jamaah yang mengunjungi gereja di kawasan tersebut, Dishub juga tidak menerapkan tarif sama sekali asal kendaraan digunakan untuk keperluan ibadah saja.

Manfaat ini sangat dirasakan selama periode sejarah ramai di kota. Banyak aktivitas sosial dan keagamaan yang menjadikan kawasan ini sangat sibuk, sehingga memberikan keleluasaan tambahan bagi pengunjung yang ingin menjaga waktu ibadah atau sekolah mereka tanpa tekanan biaya parkir berlebih.

Masa Depan Akses Kendaraan bagi Masyarakat Lokal

Dengan sistem portal non tunai ini, Pemkot Surabaya membuka peluang bagi warga sekitar untuk memiliki akses lebih lancar tanpa harus repot urus tiket manual setiap waktu. Dishub terus memantau agar sistem ini benar-benar memenuhi kebutuhan pengunjung dan tidak mengganggu lalu lintas di jalan utama kota. Hasil akhir yang diharapkan adalah meningkatkan kenyamanan di kawasan wisata sambil mendukung roda ekonomi lokal dengan adil.

Masyarakat disarankan untuk memantau aplikasi resmi Dishub untuk informasi terkini terkait pembayaran QRIS atau mode akses kartu. Sistem yang canggih ini diyakini dapat menjadi model bagi kawasan wisata lainnya di Surabaya agar lebih rapi dan ramah pengunjung.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.