Jakarta, Optimaise News – Persib Bandung menaklukkan Persija Jakarta 2-1 di semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa 4 Agustus 2026. Di balik skor yang bawa Maung Bandung ke final, aksi fairplay Gustavo Almeida merawat keram Gabriel Mutombo di menit akhir jadi potret humanis yang ramai dibicarakan.
Inti artikel
- Sejak keluar tunnel dan sesi pemanasan, pemain kedua klub saling cengkerama
- Intensitas tinggi di lapangan tak memunculkan ketegangan antar individu
- Optimaise News mencatat momen itu sebagai alasan topik persib vs persija hari ini tetap hangat sehari setelah laga
Sejak keluar tunnel dan sesi pemanasan, pemain kedua klub saling cengkerama. Intensitas tinggi di lapangan tak memunculkan ketegangan antar individu. Optimaise News mencatat momen itu sebagai alasan topik persib vs persija hari ini tetap hangat sehari setelah laga.
Aksi Almeida Tangani Keram Mutombo Tanpa Paksa Keluar Lapangan
Di penghujung babak kedua, bek Prancis Persib Gabriel Mutombo mendadak mengalami keram kaki. Penyerang Persija Gustavo Almeida langsung mendekat dan membantu pemulihan di dalam lapangan.
Almeida tidak memaksa Mutombo segera keluar. Ia menunggu tim medis datang sambil memastikan rekan lawan tetap nyaman. Mutombo tersenyum menanggapi aksi fairplay itu, bukti tensi El Clasico Indonesia bisa berhenti di garis putih.
Suasana hangat sejak awal laga membuat adegan tersebut terasa natural. Kedua tim menyerang ngotot, tetapi saling respek tetap terjaga hingga peluit akhir.
Arhan dan Pelatih: Rivalitas Sehat Cukup 90 Menit

Bek Persija Pratama Arhan merasakan tensi tinggi rivalitas, namun menilai laga berjalan positif dan kondusif. “Setiap pertandingan tentu memiliki tantangannya sendiri. Namun sebagai pemain kami tetap fokus menjalankan tugas di lapangan,” tegasnya.
“Saya berharap rivalitas ini cukup terjadi selama 90 menit di lapangan. Di luar lapangan kami semua berteman, saling menyapa, dan saling menghormati. Kami adalah sesama pemain profesional. Semoga ke depannya rivalitas Persija dan Persib tetap berlangsung sehat,” tambah Arhan.
Pelatih Persija Shin Tae-yong menerima hasil dan menjadikannya bahan evaluasi menjelang Super League. “Kedua tim sangat baik dalam kerja keras. Memang hasil ini harus diterima agar kita bisa maju bersama. Persib Bandung bermain sangat baik,” jelasnya.
Pelatih Persib Igor Tolic memuji semangat lawan di babak kedua. “Babak kedua, semua pemain mulai kelelahan dan Persija bermain habis-habisan. Saya memberi apresiasi kepada para pemain Persija karena mereka memberikan segalanya. Pada akhirnya kami menang dan lolos ke final,” tutupnya.
Barros-Sekulic Buka Jalan, Kwon Balas, Persib Bertahan
Persib unggul lebih dulu lewat Uilliam Barros pada menit ke-22 dari situasi sepak pojok. Enam menit kemudian Balsa Sekulic mengeksekusi penalti setelah wasit menilai handball Denis Kolinger. Skor 2-0 bertahan hingga jeda.
Aqil Savik beberapa kali menepis tembakan Luka Menalo. Di sisi lain Witan Sulaeman dan Eksel Runtukahu menciptakan peluang Persija yang masih melambung. Babak kedua Persija menekan habis-habisan.
Kwon Chang-hoon memperkecil ketinggalan pada menit ke-81 dari umpan Victor Dethan. Persib bertahan hingga skor akhir 2-1. Mariano Peralta sempat debut di menit 89 menggantikan Ikwan Ali Tanamal, meski mengaku belum 100 persen fit. Tiket final sudah di tangan Maung Bandung. Mereka menunggu pemenang Persebaya versus Arema yang dijadwalkan Kamis 6 Agustus 2026.
Pelukan Pasca-Laga Jadi Contoh Suporter
Usai laga, pemain, staf pelatih, dan ofisial kedua klub saling mendatangi, berpelukan, lalu bertukar sapa. Adegan sejuk itu menegaskan rivalitas sengit sepak bola Indonesia cukup berlangsung 90 menit di arena.
Dalam ringkasan Optimaise News, kombinasi skor 2-1, aksi Almeida-Mutombo, dan pesan Arhan-Shin-Tolic membentuk narasi rivalitas sehat yang layak ditiru pendukung. Fairplay di lapangan bisa menular ke tribun bila semua pihak menjaga batas yang sama.





