Presiden FIGC Giovanni Malagò mengakui sudah ada kontak resmi dengan Pep Guardiola untuk posisi pelatih Timnas Italia. Permintaan gaji 20 juta euro per tahun, dua kali lipat dari kesiapan federasi, muncul di tengah absen Azzurri dari Piala Dunia tiga edisi beruntun.
Inti artikel
- Presiden FIGC Giovanni Malagò mengakui sudah ada kontak resmi dengan Pep Guardiola untuk posisi pelatih Timnas Italia
- Angka itu dinilai Optimaise News sebagai cara halus agar Italia mundur
- Guardiola ingin istirahat usai satu dekade di Manchester City
Angka itu dinilai Optimaise News sebagai cara halus agar Italia mundur. Guardiola ingin istirahat usai satu dekade di Manchester City. Malagò buka celah pengecualian anggaran khusus, tapi negosiasi tetap macet dan memicu pencarian pelatih formal.
Angka 20 Juta Euro yang Membuat Federasi Terpojok
La Gazzetta dello Sport melaporkan permintaan 20 juta euro per musim. Jumlah itu dua kali lipat dari dana yang siap digelontorkan FIGC. Malagò menegaskan kontak sudah terjadi, namun tak menjamin kesepakatan.
Pengecualian gaji dibuka khusus untuk kasus ini. Meski begitu, angka tetap membuat federasi terpojok di tengah krisis keuangan dan prestasi. Permintaan dinilai taktik eksplisit agar Italia menolak sendiri.
Pep Guardiola Dirayu Latih Timnas Italia sejak isu free agent mencuat. Namun sinyal istirahat lebih kuat dari pada komitmen proyek nasional. Federasi harus hitung ulang prioritas anggaran segera.
Maldini dan Leonardo Masih Favoritkan Guardiola, Asal Bukan di Harga Itu

Paolo Maldini dan Leonardo tetap menempatkan Guardiola di puncak daftar. Mereka anggap pelatih Spanyol kandidat utama untuk bangkitkan Azzurri. Namun keduanya tegas menolak nilai 20 juta euro tersebut.
Maldini konfirmasi pendekatan sudah dilakukan, termasuk ke Carlo Ancelotti. Ia tekankan FIGC tak akan terburu-buru. Visi reformasi jangka panjang lebih penting dari pada nama besar saja.
Sejarah jarang sekali pelatih asing pimpin Timnas Italia. Track record Guardiola di Serie A terbatas, meski gelarnya di City sangat lengkap. Harga tinggi justru jadi penghalang utama.
Pirlo, Mancini, Conte: Jalur Alternatif Saat Negosiasi Macet
Negosiasi macet mendorong FIGC buka jalur lain. Andrea Pirlo muncul di depan sebagai opsi realistis. Roberto Mancini dan Antonio Conte menyusul sebagai kandidat kuat yang siap.
Berikut tabel status ketersediaan kandidat berdasarkan laporan terbaru agar pembaca mudah bandingkan.
| Kandidat | Status Ketersediaan |
|---|---|
| Pep Guardiola | Ingin beristirahat usai 10 tahun City |
| Carlo Ancelotti | Terikat kontrak dengan Brasil |
| Andrea Pirlo | Siap dan menonjol di depan |
| Roberto Mancini | Siap sebagai opsi berpengalaman |
| Antonio Conte | Siap untuk proyek nasional |
Pirlo punya keunggulan generasi muda. Mancini dan Conte membawa disiplin plus pengalaman juara. Pilihan ini jadi cadangan saat pep guardiola ditawari tapi minta timnas italia gaji berlebihan.
Absen Tiga Piala Dunia Beruntun Memaksa Italia Cari Solusi Ekstrem
Italia gagal lolos Piala Dunia 2018, 2022, dan 2026. Krisis ini masuk fase berat dan memaksa reformasi total. Pencarian pelatih baru Azzurri dimulai formal dari titik kebuntuan Guardiola ini.
Maldini-Leonardo ditugaskan bangun pembinaan jangka panjang. Mereka prioritaskan sosok yang paham DNA sepak bola Italia. Solusi ekstrem termasuk buka opsi pelatih lokal atau asing dengan gaji wajar.
Tanpa pelatih baru segera, posisi di peta dunia semakin tergerus. Optimaise News melihat momentum reformasi harus dimanfaatkan sebelum kualifikasi berikutnya dimulai.
Usai 10 Tahun City, Guardiola Pilih Istirahat atau Proyek Nasional?
Guardiola tinggalkan Manchester City setelah satu dekade penuh gelar. Isyarat istirahat sudah muncul berulang. Proyek nasional Italia menarik, tapi timing dan gaji jadi penghalang.
Penolakan Guardiola berarti timeline kebangkitan Azzurri molor. Federasi harus putuskan cepat di antara Pirlo, Mancini, atau Conte. Dampak praktisnya, persiapan kualifikasi bisa tertunda berbulan-bulan.
Latih Timnas Italia butuh komitmen penuh, bukan hanya nama. Guardiola pilih istirahat sejenak tampak lebih masuk akal. FIGC kini fokus jalur alternatif agar krisis tak memanjang.







