Leandro Paredes mengirim sinyal ragu melanjutkan tugas negara di Timnas Argentina. Keputusan karier internasional itu muncul usai final Piala Dunia 2026 berakhir kekalahan 0-1 plus aksi kontroversial membanting Gavi di MetLife Stadium.
Gelandang Boca Juniors menekankan proses tenang. Banyak faktor harus dipertimbangkan sebelum ia siap lanjut atau berhenti memanggul jersey Albiceleste. Laporan terbit 25 Juli 2026 ini menyoroti opsi meninggalkan panggung internasional.
Sinyal Ragu Paredes soal Masa Depan di Timnas Argentina
Paredes membuka kemungkinan meninggalkan Timnas Argentina. Setelah insiden memalukan di Amerika Serikat, ia mempertimbangkan pensiun internasional secara serius. Ia belum yakin apakah siap kembali.
Sinyal eksplisit ini jadi sorotan utama. Hubungan langsung aksi di final dengan opsi hengkang terlihat dari caranya merefleksikan tekanan mental. Optimaise News merangkum bahwa ini angle baru soal masa depan gelandang andalan Albiceleste.
Ia butuh waktu evaluasi matang. Lanjut atau berhenti jadi pertanyaan besar yang belum dijawab. Pengalaman pahit final memengaruhi pikirannya secara mendalam.
Final MetLife Stadium: Kekalahan Tipis dan Aksi Usai Peluit

Spanyol unggul lewat gol tunggal Ferran Torres di menit 106 babak tambahan. Argentina kalah tipis 0-1. Enzo Fernandez diganjar kartu merah selama laga berlangsung. Menolak Lupa! Venue Final Piala Dunia 2026 Pernah menjadi saksi keributan usai peluit di New Jersey.
Paredes membanting Gavi ke tanah segera setelah pertandingan usai. Ia juga konfrontasi dengan Eric Garcia yang melerai. Gavi lalu meminta FIFA tidak menjatuhkan skorsing atau hukuman tambahan. FIFA menjelaskan tak ada kartu merah pasca-laga, meski investigasi Komite Disiplin tetap berjalan.
Kedua kubu tidak ingin memperpanjang konflik. Namun aksi Paredes memicu reaksi luas di media global. Kronologi multi-aktor ini memperlihatkan emosi tinggi pasca-final yang dramatis dan memalukan.
Apa yang Dikatakan Paredes tentang Lanjut atau Berhenti

Lewat unggahan Instagram, Paredes sampaikan penyesalan gagal juara dunia. Ia berterima kasih kepada rekan setim. Absennya permintaan maaf ke Gavi atau Garcia jadi catatan penting publik.
Kemudian ia bicara jujur soal masa depan. Ia menyatakan belum tahu apakah siap melanjutkan. Keputusan butuh waktu tenang. Banyak hal yang harus dipikirkan matang-matang.
Kutipan matangnya jadi inti refleksi. Mempertahankan level itu sulit menurutnya. Optimaise News melihat pernyataan ini sebagai petunjuk serius soal opsi pensiun dari tugas negara.
Mengapa Mempertahankan Level Tim Dinilai Semakin Sulit
Paredes menilai mempertahankan level dan fungsi kelompok sangat sulit. Banyak faktor terlibat di dalamnya. Setelah sukses juara sebelumnya, menjaga standar tinggi bukan perkara mudah.
Tantangan fisik, mental, dan dinamika skuad makin berat ke depan. Final di MetLife jadi penanda penting. Rantai peristiwa dari banting Gavi, reaksi Gavi dan FIFA, unggahan Instagram, hingga sinyal ragu ini memberi gambaran utuh soal tekanan yang dihadapi.
Bagi Paredes, opsi tinggalkan tugas negara masuk akal setelah kekalahan plus aksi memalukan. Namun ia belum finalkan keputusan. Proses tenang akan menentukan langkah selanjutnya di karier internasionalnya.







