Jakarta, Optimaise News – Pengadilan Agama Jakarta Selatan membacakan putusan perceraian pada Rabu 13 Agustus 2026 dan menetapkan hadhanah Noah pada Rendy Samuel selaku ayah kandung sekaligus penggugat rekonvensi. Majelis menimbang kapasitas ayah lebih mampu menjamin perlindungan serta kasih sayang sehari-hari.
Inti artikel
- Majelis menimbang kapasitas ayah lebih mampu menjamin perlindungan serta kasih sayang sehari-hari
- Rendy menegaskan tak berniat memutus hubungan anak dengan Shindy Fioerla
- Reindra Prasta menjelaskan hak asuh jatuh ke Rendy karena terbukti ada jaminan nafkah, biaya sekolah, pakaian, makan, dan kebutuhan lain
Kuasa hukum Fazar Nugraha mengutip amar di Cempaka Putih, Kamis 13 Agustus 2026: Noah berada dalam pengasuhan ayah, disertai kewajiban membuka pertemuan dan kasih sayang bagi ibu kandung. Rendy menegaskan tak berniat memutus hubungan anak dengan Shindy Fioerla.
Amar hadhanah dan alasan nafkah di sidang Jakarta Selatan
Reindra Prasta menjelaskan hak asuh jatuh ke Rendy karena terbukti ada jaminan nafkah, biaya sekolah, pakaian, makan, dan kebutuhan lain. Tim hukum mengajukan puluhan bukti sepanjang persidangan untuk memperlihatkan pola pengasuhan yang konsisten.
Fakta itu menjadi pijakan majelis, bukan sekadar klaim lisan. Optimaise News merangkum bahwa pertimbangan berpusat pada kesejahteraan anak, bukan narasi publik di luar ruang sidang.
Putusan cerai dan hadhanah dibacakan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Pihak ayah menerima hasil itu sebagai kerangka hukum yang harus dijalankan dengan tertib.
Rendy Samuel Dapatkan Hak Asuh Anak, Akses Shindy Tetap Terbuka

Rendy menyatakan, jika Bunda Shindy ingin bertemu Noah, pintu terbuka lebar tanpa batasan asal tidak mengganggu jadwal sekolah. Ia menolak skenario isolasi dan menekankan koordinasi yang jelas agar rutinitas belajar tetap aman.
Pernyataan itu selaras dengan amar yang mewajibkan akses ibu kandung. Dengan begitu, status pengasuhan ayah tidak menutup ruang kasih sayang dari sisi maternal.
Ia juga membawa Noah ke psikolog. Menurut Rendy, kondisi mental anak baik, selama empat bulan tetap ceria, pintar, tidak minder, dan secara keseluruhan sangat sehat.
Penjelasan sederhana agar Noah tidak terseret konflik luar
Rendy berkomitmen menceritakan situasi dengan bahasa sederhana supaya Noah bisa menetralkan gesekan yang beredar di luar rumah. Pendekatan itu dimaksudkan agar anak tidak menjadi perantara emosi orang dewasa.
Fokusnya pada stabilitas harian: sekolah, istirahat, dan ruang bermain yang teratur. Ia menilai konsistensi jadwal lebih menolong daripada debat publik yang berlarut.
Bukti yang diajukan timnya mencakup pemenuhan kebutuhan pokok hingga pendampingan profesional. Data itu, menurut pihak ayah, memperkuat keyakinan majelis soal kelayakan pengasuhan.
Shindy tetap memiliki saluran bertemu anak sesuai kerangka putusan. Rendy menekankan akses itu tidak dibatasi secara sewenang-wenang selama tidak menggeser jam belajar.
Bagi pembaca yang mengikuti isu keluarga selebritas, intinya sederhana: pengasuhan resmi ada di ayah, sementara ibu tidak dikunci dari pertemuan. Kerangka itu yang kini harus diisi dengan praktik yang tertib.
Optimaise News mencatat komitmen Rendy agar Noah tetap netral. Anak, katanya, perlu memahami peristiwa lewat kalimat yang mudah dicerna, bukan lewat spekulasi media sosial.







