Jakarta, Optimaise News – Direktur Newport Handoko Sasongko menyampaikan maaf formal Rabu 11 Agustus terkait video viral booth merek di The Sounds Project Minggu 9 Agustus di Ancol, Jakarta Utara. Aksi seorang perempuan yang melafalkan Surat Ad-Dhuha secara lengkap disambut sorakan sales lalu pemberian miras memicu reaksi luas masyarakat dan tokoh agama.
Inti artikel
- Kejadian sekitar pukul 22.00 WIB itu kini ditangani Polsek Pademangan bersama Polres Metro Jakarta Utara
- Optimaise News merangkum rangkaian klarifikasi, laporan hukum, dan komitmen perusahaan agar peristiwa serupa tak berulang
- Handoko Sasongko menegaskan aktivitas hafalan bukan bagian program, konsep, atau arahan resmi booth
Kejadian sekitar pukul 22.00 WIB itu kini ditangani Polsek Pademangan bersama Polres Metro Jakarta Utara. Optimaise News merangkum rangkaian klarifikasi, laporan hukum, dan komitmen perusahaan agar peristiwa serupa tak berulang.
Klarifikasi & Permohonan Maaf Newport soal Kejadian di Ancol
Handoko Sasongko menegaskan aktivitas hafalan bukan bagian program, konsep, atau arahan resmi booth. Menurutnya aksi itu muncul dari inisiatif pengunjung yang datang secara spontan tanpa instruksi staf.
Newport mengakui kelalaian pengawasan lapangan sehingga aksi di booth tidak sejalan dengan nilai agama dan budaya lokal. Perusahaan menilai peristiwa tersebut peringatan keras yang mendorong perumusan pedoman ketat berbasis penghormatan terhadap religi, adat, dan etika.
Manajemen berkomitmen kejadian sejenis tidak akan terulang. Sebuah booth merek minuman beralkohol, Newport, kini memfokuskan evaluasi operasional agar batasan konten lebih jelas di setiap aktivasi.
Video Viral dan Reaksi MC di Booth
Rekaman menunjukkan perempuan menyelesaikan lafalan Ad-Dhuha utuh. Sales booth bersorak dan menyerahkan miras sebagai apresiasi. MC kemudian menanyakan identitas serta pesanan teman yang turut hafal ayat tersebut.
Cuplikan tersebar luas dan memancing kritik karena mencampur praktik keagamaan dengan promosi alkohol. Banyak pihak menilai suasana festival musik seharusnya tetap menjaga sensitivitas sosial.
Laporan Hukum ALMI dan Tim Hukum Muslim
Ketua Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia Zainul Arifin menilai challenge tersebut masuk ranah penistaan agama. Ia mendorong aduan ke Bareskrim Polri untuk penanganan lebih lanjut.
Advokat Muhammad Rizki dari Tim Hukum Muslim melaporkan sekitar lima pihak ke Polda Metro Jaya. Mereka meliputi event organizer, produsen miras, dua MC, dan perempuan yang melafazkan ayat.
Langkah hukum ini diharapkan memberi efek jera sekaligus memperjelas batasan aktivitas promosi di ruang publik yang heterogen. Optimaise News mencatat proses laporan masih dalam tahap awal.
Penyelidikan Polisi atas Cuplikan 9 Agustus
Kabid Humas Polda Metro Kombes Budi Hermanto menjelaskan Polsek Pademangan dan Polres Metro Jakarta Utara sedang menyelidiki video viral tanggal 9 Agustus sekitar pukul 22.00 WIB. Tim memeriksa kronologi lengkap dari rekaman hingga keterangan saksi.
Penyelidikan mencakup peran masing-masing pihak di booth. Polisi memastikan proses berjalan sesuai prosedur tanpa mengabaikan aspek ketertiban dan sensitivitas keagamaan.
Sementara itu Newport terus menekankan maaf kepada umat Muslim, tokoh agama, dan masyarakat luas. Perusahaan berjanji memperbaiki standar operasional agar penghormatan terhadap nilai lokal menjadi prioritas utama setiap event.
Insiden ini menjadi pengingat bagi brand lain yang mengaktifkan booth di festival besar. Pengawasan ketat dan pedoman yang tegas diperlukan agar kreativitas promosi tidak melampaui batas etika dan keyakinan masyarakat.







