Kupang, Optimaise News – Nenik Agung, mahasiswi baru asal Manggarai Timur, menerima laptop dari Universitas Nusa Cendana Kupang sebagai dukungan studi. Program ini juga mencakup pengawalan pengajuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah agar ia bisa melanjutkan pendidikan tanpa kendala biaya. Pemberian ini menjadi langkah konkret dalam mendukung mahasiswa dari daerah terpencil yang sempat viral karena upayanya memanjat pohon dan atap rumah demi menjaga sinyal internet.
Inti artikel
- Nenik Agung, mahasiswi baru asal Manggarai Timur, menerima laptop dari Universitas Nusa Cendana Kupang sebagai dukungan studi
- Program ini juga mencakup pengawalan pengajuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah agar ia bisa melanjutkan pendidikan tanpa kendala biaya
- Serah terima tersebut menegaskan komitmen kampus untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif
Universitas Nusa Cendana Kupang menyerahkan bantuan laptop beserta perangkat pendukung perkuliahan lainnya saat menerima Nenik Agung di Gedung Rektorat. Serah terima tersebut menegaskan komitmen kampus untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Bagi banyak calon mahasiswa dari daerah seperti Nusa Tenggara Timur, akses teknologi dasar seperti laptop menjadi kunci utama mengikuti proses perkuliahan secara mandiri.
Rugi Geografi dan Perjuangan Akses Sinyal
Geografi Manggarai Timur yang sulit dijangkau membuat sinyal internet sering drop. Nenik Agung pernah mendaki pohon dan atap rumah agar tetap online saat kuliah. Upaya tersebut berhasil, namun cukup menguras tenaga serta waktu. Kondisi ini mirip dengan ribuan mahasiswa lain yang harus berjuang di daerah terpencil untuk mengejar pendidikan tinggi.
Universitas Nusa Cendana Kupang melihat peluang serupa pada mahasiswa baru lainnya. Mereka merespons dengan program pendampingan, mulai dari bantuan perangkat hingga penyesuaian UKT. Langkah ini didasarkan pada pendekatan holistik agar setiap mahasiswa bisa fokus pada studi tanpa beban finansial atau infrastruktur.
Komitmen Undana dalam KIP Kuliah dan Dukungan Biaya
Wakil Rektor III Undana, Dr. Rudi Rohi, menyatakan komitmen kampus agar Nenik Agung dan mahasiswa lain bisa melanjutkan kuliah tanpa terkendala biaya. Universitas Nusa Cendana Kupang berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menyelaraskan data di sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Proses pengajuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah kini berjalan lebih lancar berkat dukungan tersebut.
Penyesuaian UKT menjadi jalur utama bantuan. Dengan bantuan ini, mahasiswa dari keluarga kurang mampu bisa mengikuti perkuliahan penuh. Program Undana menekankan inklusivitas, di mana setiap mahasiswa diberi kesempatan berkembang tanpa hambatan geografis atau ekonomi.
Apresiasi dan Dampak Sosial dari Serah Terima Laptop
Serah terima laptop dari jajaran pimpinan Undana mencerminkan apresiasi atas semangat dan kegigihan mahasiswa. Pemberian ini bukan sekadar teknis, melainkan simbol perhatian kampus terhadap calon sarjana yang berasal dari daerah. Mahasiswa baru lain diharapkan ikut terinspirasi, karena kasus Nenik Agung menunjukkan bahwa perjuangan akses internet bisa diatasi melalui intervensi tepat.
Di era di mana pendidikan tinggi semakin bergantung pada teknologi, laptop menjadi penentu kesuksesan. Mahasiswa yang memiliki perangkat memudahkan akses materi pembelajaran, tugas daring, dan komunikasi dengan dosen. Program ini memberikan contoh bagaimana institusi pendidikan turut berkontribusi mengurangi kesenjangan pendidikan antardaerah.







