Bukan sekadar pesta skor semata. Kemenangan telak Manchester United atas Rosenborg justru menjadi bukti regenerasi skuad di tangan Michael Carrick.
Setelah rotasi massal di menit ke-60, tiga gol dari pemain berusia di bawah 20 tahun menegaskan kedalaman akademi Setan Merah. Laga uji coba pramusim 2026-2027 digelar di Stadion Lerkendal, Trondheim, Jumat 24 Juli 2026 pukul 23.00 WIB.
Lima Gol di Lerkendal: Rantai Menit dan Pencetaknya
Shea Lacey membuka skor di menit 31 dengan tembakan melengkung yang indah. Gol itu sekaligus menjadi yang pertama bagi Manchester United di musim 2026-2027.
Joshua Zirkzee menyusul di menit 56. Ia mengecoh bek dan kiper sebelum menaruh bola ke gawang kosong. Jacob Devaney menambah keunggulan di 63, Harry Amass di 72, dan Ethan Williams menutup pesta di menit 84.
Rantai menit ini memperlihatkan dominasi penuh di Lerkendal. Di sisi lain, Rosenborg menyia-nyiakan beberapa peluang bagus. Chiakha gagal menyambut umpan matang, tembakan Emil Ceide membentur mistar, dan ancaman Borgersen pun tak mampu mengancam serius.
Rotasi Menit 60 yang Justru Mempercepat Pesta

Michael Carrick hanya mengubah dua posisi di starting XI dibanding laga sebelumnya lawan Wrexham. Namun di sekitar menit 60, ia melakukan rotasi besar-besaran.
Alih-alih kehilangan ritme, pesta gol justru semakin deras. Tiga gol terakhir tercipta usai pergantian pemain. Cadangan seperti Heaton, Thwaites, dan Gabriel tetap di bangku cadangan tanpa main.
Keputusan rotasi itu membuktikan kesiapan mental para pemuda. Mereka langsung beradaptasi dan mengisi papan skor tanpa jeda berarti.
Tiga Nama U-20 yang Mengisi Papan Skor
Jacob Devaney, Harry Amass, dan Ethan Williams menjadi tiga nama U-20 yang langsung mengisi papan skor. Usia mereka masih di bawah 20 tahun saat mencetak gol di Lerkendal.
Sintesis kontribusi gol memperlihatkan peta jelas. Joshua Zirkzee menyumbang satu gol sebagai perwakilan senior. Empat gol sisanya datang dari jalur akademi, di mana tiga di antaranya dari pemain U-20.
Setelah masuk, Kamason memberikan umpan matang ke Amass. Peran itu mempertegas bagaimana regenerasi berjalan seiring dengan produktivitas serangan yang terus mengalir.
Zirkzee Tenang di Kotak, Lacey Buka Keran Musim
Lacey memanfaatkan umpan terobosan dari Zirkzee untuk melepaskan tembakan melengkung. Bola itu masuk ke sudut gawang dan membuka keran gol musim bagi Setan Merah.
Zirkzee sendiri tampil tenang di dalam kotak penalti. Gerakannya mengecoh lawan dengan sederhana namun efektif sebelum mengeksekusi ke gawang kosong.
Kombinasi senior dan muda ini jadi fondasi solid. Lacey yang masih muda langsung menorehkan sejarah pribadi sebagai pencetak gol perdana musim ini.
Clean Sheet dan Sinyal Skuad Menuju Lawan Lebih Berat
Radek Vitek menjaga gawang lebih dari 70 menit. Ia diganti Dermot Mee di sisa waktu dan clean sheet tetap terjaga tanpa kebobolan sama sekali.
Hanya satu kartu kuning yang muncul sepanjang laga, yakni untuk Jacob Devaney. Soliditas belakang ini sejalan dengan produktivitas di depan usai rotasi massal.
Bagi Carrick, hasil ini jadi sinyal positif menjelang lawan lebih berat. Atlético Madrid, PSG, dan AC Milan menanti di sisa jadwal pramusim. Kedalaman akademi yang terbukti plus clean sheet memberi keyakinan skuad siap bersaing tanpa kehilangan intensitas.







