Jakarta, Optimaise News – Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, merespons tegas klarifikasi Sarwendah soal rekaman CCTV pertengkaran yang diunggah di media sosial. Ia menekankan bahwa perlindungan anak harus mencakup ketiga buah hati, termasuk putra angkat Betrand Peto alias Onyo, bukan hanya Thalia dan Thania.
Inti artikel
- Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, merespons tegas klarifikasi Sarwendah soal rekaman CCTV pertengkaran yang diunggah di media sosial
- Pernyataan itu disampaikan di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026), di tengah sengketa hak asuh pasca perceraian
- Sarwendah sebelumnya menyebut lewat Instagram bahwa anak-anak berada di ruangan lain saat pertengkaran terekam
Pernyataan itu disampaikan di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026), di tengah sengketa hak asuh pasca perceraian. Pantauan Optimaise News, sorotan Minola langsung menohok narasi yang dinilai hanya memusatkan perhatian pada dua putri kandung.
Minola Sebayang Pertanyakan Kesadaran Sarwendah soal Kehadiran Betrand
Sarwendah sebelumnya menyebut lewat Instagram bahwa anak-anak berada di ruangan lain saat pertengkaran terekam. Minola justru mempertanyakan apakah pihak itu menyadari dampak mental bagi Onyo yang juga ada di lingkungan yang sama.
“Dia (Sarwendah) sadar nggak sih bahwa anak-anak yang dimaksud di sini kan tentunya bukan hanya dua (Thalia dan Thania), tapi kan juga ada Betrand (Onyo)? Lihat di video itu, Betrand dengar nggak? Betrand lihat nggak?” ujar Minola Sebayang.
Bagi pembaca yang menjadi orang tua, pertanyaan itu menyinggung risiko trauma anak yang kerap terlupakan ketika pasangan saling unggah bukti di ruang publik. Onyo, sebagai anak angkat, tetap bagian dari keluarga yang sama saat emosi meledak.
Fokus Perlindungan Anak: Dari Thalia-Thania ke Betrand/Onyo
Minola menyayangkan jika narasi perlindungan hanya difokuskan pada Thalia dan Thania. Ia menegaskan ada tiga anak yang harus diperlakukan setara tanpa terkecuali.
“Anak-anak itu ya suka nggak suka ada tiga anak. Apakah cukup melindungi kepentingan anak itu hanya kepentingan dua orang anak yang lain?” tambahnya. “Terus ketika bertengkar kita hanya melindungi kepentingan dua anak, yang ini nggak ada di masalah gitu. Tapi ketika bicara nafkah, pokok tiga anak,” imbuhnya.
Fokus gugatan hak asuh dari pihak Ruben Onsu, menurut Minola, adalah memastikan ketiga anak tumbuh di lingkungan aman dan bebas dari aktivitas yang dianggap eksploitasi. “Fokusnya adalah anak. Apakah benar ada eksploitasi anak atau tidak? Mengajak anak di bawah umur berjualan, apakah itu bisa dikategorikan eksploitasi? Inilah yang ingin kita buktikan agar anak-anak mendapatkan masa depan yang terbaik,” jelasnya.
Minola Sebayang Tolak Perluasan Masalah ke Aspek Lain
Di luar isu CCTV, Minola berharap sengketa hak asuh tidak melebar ke berbagai tudingan lain di media. Ia mengajak kedua belah pihak menahan diri.
“Nah jadi ayolah, makanya saya katakan janganlah kita melebar ke sana kemari gitu,” tegas Minola. Ia menutup dengan ajakan menghentikan perdebatan publik: “Ayo kita stop perdebatan di depan media dengan menyampaikan hal-hal baru. Mari kita masuk ke saat tenang, menghormati proses hukum agar menghasilkan putusan terbaik demi kepentingan anak-anak.”
Optimaise News mencatat, ajakan itu muncul di tengah gelombang saling buka isu lama yang kerap menyeret nama anak ke ruang komentar netizen.
CCTV Pertengkaran: Pihak Ruben Onsu Jelaskan Penggunaan sebagai Bukti Hukum
Sejumlah warganet sempat mempertanyakan apakah rekaman ditampilkan tanpa izin Sarwendah. Minola menjelaskan di podcast bersama Denny Sumargo bahwa dirinya tidak memposting video ke media sosial.
“Oh, saya enggak ada loh. Enggak ada artinya itu memposting video. Enggak ada. Saya kalau menunjukkan mengenai masalah pentransferan itu hanya menunjukkan ke teman-teman media yang bertanya,” kata Minola. Materi berasal dari Ruben Onsu sebagai landasan untuk meng-counter tudingan yang beredar.
Ia menilai penggunaan bukti harus dilihat dari tujuannya, bukan semata izin semua pihak yang terekam. “Kalau tujuannya bukan mencemarkan nama baik, tujuannya bukan untuk kepentingan yang di luar hukum, saya kira ini harusnya sesuatu hal yang tidak perlu dipersoalkan,” ujarnya. Jika setiap alat bukti wajib mendapat persetujuan dulu, proses pembuktian hukum akan terhambat.
Sarwendah Ungkap Klarifikasi soal Pertengkaran di Media Sosial
Sebelumnya, pada Minggu (2/8/2026), Sarwendah mengaku emosinya meledak karena akumulasi rasa sakit selama 11 tahun. Ia menyebut persoalan keuangan, tempat tinggal, dan dugaan perselingkuhan yang diketahuinya sejak 2017, bukan baru menjelang perceraian September 2024.
Sarwendah memilih diam lama, lalu membuka cerita lewat Instagram agar publik memahami konteks. Ia meminta anak-anak tidak disalahkan dalam perseteruan. Pihak Ruben Onsu membantah dugaan selingkuh, meminta bukti, dan menyayangkan pengungkitan masa lalu; Ruben menegaskan hanya ingin bertemu anak setelah cerai.
Timeline singkat: rekaman pertengkaran viral, Sarwendah klarifikasi emosi dan tudingan lama, lalu Minola merespons dengan penekanan setara pada Onyo serta penolakan melebarnya perkara di luar pengadilan. Bagi orang tua yang mengikuti kasus selebritas, intinya tetap satu: mental ketiga anak di atas narasi saling serang.







