Michael Bambang Hartono Wariskan Rp52,3 T, Robert Jadi PSPT BCA

Surat OJK Juli 2026 kunci Robert Budi sebagai PSPT BCA setelah 49% porsi Michael Bambang Hartono di Dwimuria dibagi empat ahli waris, sekitar Rp52,3 T per.

Author Image

Adel

Michael Bambang Hartono Wariskan Rp52,3 T, Robert Jadi PSPT BCA

– Otoritas Jasa Keuangan mencatat perubahan struktur kepemilikan akhir PT Bank Central Asia Tbk setelah kepergian Michael Bambang Hartono. Surat OJK No. SR-21/PB.333/2026 tertanggal 29 Juli 2026, yang diterima BCA pada 30 Juli, menetapkan Robert Budi Hartono sebagai Pemegang Saham Pengendali Terakhir tunggal.

Inti artikel

  • Otoritas Jasa Keuangan mencatat perubahan struktur kepemilikan akhir PT Bank Central Asia Tbk setelah kepergian Michael Bambang Hartono
  • Porsi 49 persen mendiang di PT Dwimuria Investama Andalan dibagi rata ke empat ahli waris
  • Porsi Robert di holding tetap 51 persen dari modal ditempatkan dan disetor

Porsi 49 persen mendiang di PT Dwimuria Investama Andalan dibagi rata ke empat ahli waris. Masing-masing disebut menerima pengalihan saham setidaknya US$2,93 miliar atau sekitar Rp52,37 triliun dengan asumsi kurs Rp17.870 per dolar AS. Porsi Robert di holding tetap 51 persen dari modal ditempatkan dan disetor.

Apa yang berubah di struktur pengendali Dwimuria dan BCA

Michael dan adiknya, Robert Budi Hartono, selama ini menguasai lebih dari separuh saham BCA lewat Dwimuria. Setelah Michael Bambang Hartono wafat pada Maret 2026 di usia 86 tahun, dokumen pemerintah mencatat pembagian 49 persen sahamnya kepada empat anak. Setiap ahli waris memperoleh sekitar 12,25 persen di holding.

Keterbukaan BCA di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 20 Maret 2026, menjelaskan perubahan pemegang saham pengendali PT DIA. Emiten menulis: “Sehubungan dengan telah meninggal dunianya Alm. Bapak Bambang Hartono yang merupakan pemegang saham dari PT Dwimuria Investama Andalan (PT DIA) yang juga merupakan Pemegang Saham Pengendali Terakhir Perseroan maka terdapat perubahan pemegang saham pengendali PT DIA.”

Holding yang sebelumnya dikendalikan dua bersaudara kini hanya dipimpin Robert. BCA juga memaparkan isi surat OJK: perubahan struktur kepemilikan akhir telah dicatat dalam administrasi pengawasan, dan Robert Budi Hartono tercatat sebagai PSPT perseroan. Bagi pemegang saham ritel BBCA, arti praktisnya adalah pengendali terakhir yang diawasi OJK kini satu nama, meski porsi 51 persen Robert tidak berubah.

Dalam rangkuman Optimaise News, rangkaian itu merangkai wafat, keterbukaan BEI, lalu pencatatan OJK tanpa mengubah proporsi mayoritas adik mendiang.

Nilai porsi Michael versus warisan Wee Cho Yaw

Jika dihitung dari kepemilikan Dwimuria di BCA saja, saham Michael di holding dinilai US$11,7 miliar atau Rp209,12 triliun per 11 Agustus. Beberapa laporan memakai konversi sekitar Rp55,23 triliun per orang dan Rp220,55 triliun untuk porsi holding. Perbedaan angka mengikuti kurs dan cakupan aset, bukan skema pembagian yang berbeda.

Uraian Nilai (sumber)
Warisan per ahli waris (CNN, kurs Rp17.870) US$2,93 miliar / Rp52,37 triliun
Warisan per orang (Kompas/Bloomberg) sekitar Rp55,23 triliun
Porsi Michael di holding via BCA (11 Agustus) US$11,7 miliar / Rp209,12, 220,55 triliun
Warisan Wee Cho Yaw (UOB) sekitar US$10 miliar
Kekayaan gabungan keluarga Hartono (Bloomberg Billionaires Index) US$28,6 miliar
Kapitalisasi BCA sekitar US$44 miliar

Pengalihan itu dinilai salah satu transfer kekayaan keluarga terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir. Nilainya disebut melampaui warisan mendiang Wee Cho Yaw, tokoh utama United Overseas Bank di Singapura, sekitar US$10 miliar. Indeks Bloomberg menempatkan keluarga Hartono sebagai keluarga terkaya di Indonesia pada 11 Agustus 2026. Perwakilan keluarga menolak berkomentar soal dokumen warisan.

Peran operasional empat ahli waris di ekosistem Djarum

Kepergian Michael Bambang Hartono mengingatkan bahwa estafet saham holding berjalan beriringan dengan kursi operasional yang sudah diisi generasi berikutnya. Empat ahli waris yang disebut adalah Roberto Setiabudi Hartono, Tessa Natalia Hartono, Stefanus Wijaya Hartono, dan Vanessa Ratnasari Hartono.

Roberto Setiabudi mengawal manufaktur, elektronik, dan barang konsumsi, termasuk jajaran PT Hartono Istana Teknologi (Polytron). Tessa Natalia aktif di properti, ritel, dan perhotelan, termasuk pimpinan di Grand Indonesia. Stefanus Wijaya terkait pengembangan infrastruktur telekomunikasi dan entitas yang terhubung dengan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Vanessa Ratnasari mengawasi portofolio investasi internal serta ekspansi ekosistem grup.

Lini keluarga pemilik PT Djarum mencakup rokok kretek, mal, e-commerce, perkebunan, dan perbankan. Di cabang Robert, Victor Hartono, putra sulung, digambarkan menggantikan ayahnya sebagai CEO Djarum setelah sebelumnya menjabat COO. Koordinasi makro tetap bersinergi dengan paman dan sepupu generasi ketiga.

Jejak waktu: wafat Maret hingga pencatatan OJK Juli

Menurut sumber yang dihimpun Optimaise News, Kompas mencatat konfirmasi manajemen PT Djarum bahwa Michael meninggal pada Kamis, 19 Maret 2026, di Singapura pukul 13.15 waktu setempat. BCA lalu menyampaikan keterbukaan BEI pada 20 Maret. Surat OJK 29 Juli diterima perseroan 30 Juli 2026.

Bambang Hartono mengingatkan, bagi nasabah dan investor ritel, yang berubah secara formal adalah peta PSPT dan pembagian 49 persen, bukan tiba-tiba pecahnya kendali 51 persen Robert. Kapitalisasi BCA sekitar US$44 miliar membuat setiap titik persentase holding terasa di pasar.

FAQ
Apa yang dikunci surat OJK Juli 2026?
Surat No. SR-21/PB.333/2026 mencatat Robert Budi Hartono sebagai Pemegang Saham Pengendali Terakhir BCA setelah perubahan struktur kepemilikan akhir Dwimuria.
Berapa bagian masing-masing dari empat anak Michael Bambang Hartono?
Dokumen pemerintah menyebut 49 persen saham Michael di Dwimuria dibagi rata, sekitar 12,25 persen per orang, dengan nilai transfer setidaknya US$2,93 miliar atau sekitar Rp52,37, 55,23 triliun tergantung kurs laporan.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.