Michael Bambang Hartono, pemilik Grup Djarum yang kini jadi keluarga terkaya di Indonesia, meninggal dunia pada 19 Maret 2026 di Singapura. Anak-cucunya menerima pengalihan saham di perusahaan induk bernilai masing-masing minimal Rp55 triliun.
Inti artikel
- Michael Bambang Hartono, pemilik Grup Djarum yang kini jadi keluarga terkaya di Indonesia, meninggal dunia pada 19 Maret 2026 di Singapura
- Anak-cucunya menerima pengalihan saham di perusahaan induk bernilai masing-masing minimal Rp55 triliun
- 49 persen kepemilikan Michael Bambang Hartono di PT Dwimuria Investama Andalan kini dibagi merata kepada empat ahli warisnya
Optimaise News merangkum proses ini menandai kelanjutan warisan kekayaan konglomerat Indonesia ke generasi ketiga.
Perjalanan Warisan Kekayaan Hartono ke Anak-anaknya
49 persen kepemilikan Michael Bambang Hartono di PT Dwimuria Investama Andalan kini dibagi merata kepada empat ahli warisnya. Setiap anak mendapat porsi sekitar 12,25 persen, dengan nilai dari saham BCA saja saja mencapai minimal Rp55 triliun per orang.
Perhitungan berdasarkan kepemilikan Dwimuria di Bank Central Asia saja sudah menunjukkan nilai tersebut. Warisan ini lebih besar dibandingkan aset yang ditinggalkan Wee Cho Yaw, pendiri United Overseas Bank dari Singapura, yang hanya sekitar 10 miliar dolar AS.
Keluarga Hartono sekarang memiliki kekayaan bersih 28,6 miliar dolar AS. Pengalihan ini menjadi contoh bagaimana taipan Asia sedang melanjutkan bisnis dari peninggalan ayah.
Transformasi Keluarga dari Meninggal ke CEO Baru di Djarum

Victor Hartono, putra sulung Robert Budi Hartono, kini menjabat CEO PT Djarum setelah sebelumnya menduduki posisi Chief Operating Officer. Dia yang menjadi penanggung jawab estafet bisnis keluarga setelah ayahnya Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono meninggal berturut-turut.
Pengalihan kepemimpinan ini terjadi karena Michael Bambang Hartono tidak ada. Sementara itu, Robert Budi Hartono tetap pengendali tunggal BCA setelah pengalihan ini.
Victor Hartono sudah memimpin perusahaan sejak pembagian warisan. Dia bawa pengalaman dari masa kerja di Djarum sebelum naik ke posisi eksekutif.
BCA Masih Pusat Kekuasaan Setelah Pengalihan di Dwimuria
Dwimuria menguasai 54,94 persen saham Bank Central Asia. Kepemilikan 49 persen Michael dibagi rata, sehingga Robert Budi Hartono kini menjadi pemegang saham tunggal melalui pengalihan ini.
Optimaise News mencatat perubahan pengendalian ini diakui OJK melalui Surat Nomor SR 21/PB.333/2026. BCA tetap bank terbesar di Indonesia dengan kapitalisasi pasar sekitar 44 miliar dolar AS.
Keluarga Hartono masih menguasai mayoritas saham bank utama ini. Pernyataan resmi dari manajemen PT Djarum hanya menyebut pengalihan saham sebagai kelanjutan warisan biasa.
Tekanan Suksesi Tinggi Hadapi Tantangan Besar Asia Tenggara
Proses suksesi ini membawa risiko besar untuk menjaga kekuatan bisnis Djarum dan BCA di tengah persaingan kuat di Asia. Empat anak baru jadi ahli waris utama dengan beban bertanggung jawab besar.
Setiap generasi baru harus terus mengembangkan bisnis keluarga yang sudah berjalan sejak 1963. Strategi pelestarian kekayaan melalui inovasi di sektor perbankan dan rokok kretek jadi tantangan utama.
Pengalihan saham ini juga bisa memengaruhi ketimpangan di Indonesia. Keluarga Hartono tetap di puncak daftar kekayaan Indonesia versi Bloomberg Billionaires Index.







