Menkeu Purbaya Kena Deepfake Tagihan Rp100 Ribu Viral

Deepfake Menkeu Purbaya tagih Rp100 ribu ke rekening Fajri Maulana hingga video hibah dengan Prabowo viral di Facebook. Simak ciri penipuan dan cara cek info.

Author Image

Dyah

Menkeu Purbaya Kena Deepfake Tagihan Rp100 Ribu Viral

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali disasar deepfake yang memalsukan wajah dan suaranya di Facebook serta aplikasi chat. Pola penipuan berlapis ini mulai dari tagihan biaya ganti tanda tangan Rp100 ribu ke rekening pribadi hingga undangan hibah palsu bersama Presiden Prabowo.

Inti artikel

  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali disasar deepfake yang memalsukan wajah dan suaranya di Facebook serta aplikasi chat
  • Modus semakin sistematis sepanjang Juli 2026
  • Publik diminta membedakan konten viral dari saluran resmi Kemenkeu

Modus semakin sistematis sepanjang Juli 2026. Ringkasan cek fakta 20 Juli 2026 menegaskan tak ada program resmi yang meminta uang di muka atau pendaftaran lewat komentar. Publik diminta membedakan konten viral dari saluran resmi Kemenkeu.

Tagihan ‘Ganti Tanda Tangan’ Rp100 Ribu atas Nama Bantuan 2026

Video Facebook 4 Juli 2026 mengklaim proses pencairan bantuan 2026 wajib bayar Rp100 ribu. Dana dikirim ke rekening atas nama Fajri Maulana yang disebut satu-satunya rekening resmi.

Narasi video menambahkan Menkeu Purbaya siap bertanggung jawab bila dana tak cair. Klaim itu menipu karena tak pernah ada biaya administrasi untuk bantuan pemerintah. Rekening pribadi sama sekali tidak terhubung ke kas negara.

Pola ini mirip [HOAKS] Menkeu Purbaya Bagikan Dana Hibah dari Arab yang sempat beredar sebelumnya. Penipu selalu menyisipkan nama pejabat untuk menambah kredibilitas palsu.

Video Berdua dengan Presiden yang Mengajak Daftar Hibah lewat Komentar

Video Berdua dengan Presiden yang Mengajak Daftar Hibah lewat Komentar

Video 15 Juli 2026 menampilkan Presiden Prabowo berdampingan Purbaya. Mereka seolah mengimbau warga mendaftar dana hibah dengan menuliskan nama dan asal di kolom komentar Facebook.

Unggahan dilengkapi nomor WhatsApp serta label klarifikasi langsung. Tujuannya menarik korban agar segera menghubungi penipu di luar platform. Tidak ada hibah yang disalurkan lewat komentar media sosial.

Menurut pantauan Optimaise News, video sejenis memanfaatkan deepfake wajah dua pejabat sekaligus agar lebih meyakinkan. Teknik ini makin mudah dibuat dan disebar massal.

Klaim Palsu soal Dana Desa yang Dikaitkan ke Menkeu

Klaim Palsu soal Dana Desa yang Dikaitkan ke Menkeu

Klaim ketiga menyebar sebagai video seolah Menkeu menyatakan dana desa dikorupsi. Narasi itu menempatkan Purbaya sebagai sumber berita sensasional padahal rekaman aslinya tidak pernah ada.

Video tersebut menjadi bagian rangkaian Juli 2026 yang sama-sama memakai wajah pejabat. Tujuannya memancing kemarahan publik lalu mengarahkan korban ke tautan atau nomor penipu.

Ketiga unggahan Facebook membentuk peta pola yang jelas: tagihan 4 Juli, undangan hibah 15 Juli, lalu isu dana desa. Semua memakai deepfake dan permintaan kontak pribadi.

Ciri Umum yang Berulang di Setiap Unggahan Menyesatkan

Hampir semua konten memakai wajah dan suara yang sudah dimanipulasi AI. Detektor AI memberikan skor 99,2 persen palsu pada cuplikan yang diuji, sementara rekaman asli berasal dari Jogja Financial Festival tanpa ajakan hibah.

Penipu selalu menyisipkan rekening pribadi, nomor WhatsApp, atau tautan luar. Mereka juga menambahkan frasa mendesak seperti hanya hari ini atau 500 orang tercepat agar korban buru-buru bertindak.

Presiden Prabowo kerap ikut dicatut dalam video sejenis. Ciri lain adalah ajakan follow akun, salin tautan, lalu hubungi nomor untuk daftar bantuan. Tak pernah ada program resmi yang bekerja seperti itu.

Cara Publik Memilah Informasi Resmi soal Program Bantuan

Cek selalu laman resmi kemenkeu.go.id atau akun media sosial terverifikasi. PPID Kemenkeu berulang kali menegaskan tidak ada hibah atau bantuan yang meminta biaya di muka.

Hindari transfer ke rekening atas nama orang pribadi. Bila video memuat pejabat, bandingkan dengan siaran pers atau siaran langsung resmi. Gunakan detektor AI sederhana bila ragu.

Laporkan unggahan menyesatkan ke platform. Jangan bagikan sebelum memverifikasi. Optimaise News mengimbau masyarakat mengandalkan saluran resmi, bukan komentar Facebook atau chat pribadi.

Tanya Jawab Seputar Hoaks Bantuan Menkeu Purbaya

Apakah ada bantuan 2026 yang mewajibkan bayar Rp100 ribu ke rekening Fajri Maulana?
Tidak. Kemenkeu dan PPID menegaskan tak pernah ada biaya ganti tanda tangan atau administrasi semacam itu. Semua klaim sejenis merupakan penipuan.

Bagaimana cara memastikan video yang menampilkan Purbaya dan Prabowo asli?
Periksa sumber resmi Kemenkeu atau Sekretariat Presiden. Video deepfake 15 Juli 2026 terbukti palsu lewat skor detektor AI 99,2 persen dan penelusuran rekaman asli.

Apakah Menkeu pernah menyatakan dana desa dikorupsi dalam video viral?
Tidak. Klaim itu bagian dari rangkaian hoaks Juli 2026. Pernyataan resmi soal dana desa hanya keluar lewat siaran pers atau rapat terbuka yang bisa dicek publik.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.