Jakarta, Optimaise News – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) akan menawarkan obligasi berkelanjutan tahap V tahun 2026 dengan plafon maksimal Rp 2,34 triliun di pasar modal. Penawaran ini membawa kupon tertinggi 10,5 persen pada seri tertentu dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan dana ekspansi usaha baterai di Indonesia.
Inti artikel
- Seri A emisi Rp 1,71 triliun dengan tenor 367 hari serta kupon tetap 9 persen akan menjadi instrumen pendek
- Seri B senilai Rp 529,97 miliar memiliki tenor tiga tahun dan bunga tahunan 10 persen
- Sementara Seri C dengan plafon Rp 95,3 miliar menawarkan tenor lima tahun beserta kupon 10,5 persen tertinggi dalam keseluruhan emisi
Struktur Seri Obligasi yang Ditawarkan
Seri A emisi Rp 1,71 triliun dengan tenor 367 hari serta kupon tetap 9 persen akan menjadi instrumen pendek. Seri B senilai Rp 529,97 miliar memiliki tenor tiga tahun dan bunga tahunan 10 persen. Sementara Seri C dengan plafon Rp 95,3 miliar menawarkan tenor lima tahun beserta kupon 10,5 persen tertinggi dalam keseluruhan emisi.
Jadwal Bayar dan Jatuh Tempo
Semua bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan dimulai 1 Desember 2026. Jatuh tempo berbeda antar seri mulai 8 September 2027 untuk seri A hingga 1 September 2031 untuk seri C. Dana bersih yang diperoleh sekitar Rp 2,32 triliun atau setara US$130,7 juta setelah biaya emisi akan dimanfaatkan untuk pembayaran sebagian pokok fasilitas kredit dari PT Bank CIMB Niaga Tbk senilai US$250 juta.
Konteks Ekspansi Industri Baterai MBMA
Langkah ini menunjukkan ambisi Merdeka Battery MBMA Siap Berikan Kupon Obligasi I Tahap V dalam mendukung proyek baterai lokal. Penawaran publik tahap I menargetkan dana hingga Rp 16 triliun dari investor ritel dan institusional. Optimaise News melihat penawaran ini sebagai peluang bagi para investor yang mencari instrumen obligasi dengan profil bunga kompetitif di tengah volatilitas suku bunga.
Fakta Emisi yang Menarik
Emisi berkelanjutan ini dirancang fleksibel untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan jangka panjang. Dengan fokus pada pengurangan utang jangka pendek dan pengembangan aset, emisi ini berpotensi meningkatkan efisiensi neraca perusahaan. Investor diharapkan mendapat imbal hasil menarik seiring pembayaran bunga rutin.







