Efisiensi operasional dan ekspansi digital mendorong Maybank Indonesia mencapai laba bersih Rp698 miliar pada semester I 2026. Laba sebelum pajak naik 21,8 persen menjadi Rp933 miliar, didukung pertumbuhan total aset yang kuat dan volume transaksi digital yang melonjak.
Inti artikel
- Efisiensi operasional dan ekspansi digital mendorong Maybank Indonesia mencapai laba bersih Rp698 miliar pada semester I 2026
- Total aset Maybank Indonesia mencapai Rp213,81 triliun, tumbuh 15,6 persen dibanding periode sebelumnya
- Penyaluran kredit naik 3,8 persen menjadi Rp126,28 triliun, mencerminkan permintaan kredit yang stabil dari berbagai segmen ekonomi
Pencapaian ini menjadi bukti adaptasi bank terhadap kebutuhan nasabah ritel yang semakin mengandalkan layanan online di tengah persaingan ketat sektor perbankan nasional.
Pertumbuhan Aset dan Penyaluran Kredit
Total aset Maybank Indonesia mencapai Rp213,81 triliun, tumbuh 15,6 persen dibanding periode sebelumnya. Penyaluran kredit naik 3,8 persen menjadi Rp126,28 triliun, mencerminkan permintaan kredit yang stabil dari berbagai segmen ekonomi.
Ekspansi ini terutama didorong oleh kredit ritel dan usaha kecil menengah yang terus bertambah, memperkuat posisi pasar Maybank Indonesia sebagai bank ritel terdepan.
Optimalisasi Pendanaan dan Rasio CASA

Simpanan nasabah melonjak 8,2 persen menjadi Rp124,10 triliun, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi keuangan ini. Optimalisasi struktur pendanaan memungkinkan rasio CASA tetap terkendali di level yang menguntungkan.
Bank berhasil menjaga komposisi dana yang seimbang, sehingga biaya pendanaan terkendali dan mendukung profitabilitas lebih tinggi.
Transformasi Digital Maybank2u

Volume transaksi melalui Maybank2u meningkat 20,8 persen menjadi 17,5 juta transaksi dalam setengah tahun. Ekspansi aplikasi mobile banking ini memberikan kemudahan akses layanan perbankan kapan saja bagi nasabah ritel.
Transformasi digital ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga membuka peluang pendapatan baru melalui produk keuangan digital yang disesuaikan kebutuhan nasabah retail.
Performa Unit Usaha Syariah
Unit usaha syariah Maybank Indonesia naik pembiayaan syariah 11,7 persen menjadi Rp32,96 triliun. Kontribusi pembiayaan syariah terhadap total kredit mencapai sekitar 26 persen, menunjukkan adaptasi strategi yang kuat di pasar syariah Indonesia.
Performa positif ini berkontribusi pada pertumbuhan keseluruhan bisnis syariah bank dan menandakan potensi ekspansi lebih lanjut di segmen tersebut.
Manajemen Risiko dan Kualitas Aset
Rasio non-performing loan tercatat 2,1 persen secara gross dan 1,3 persen secara net, menegaskan pengelolaan risiko kredit yang efektif. Kondisi ini menjaga kualitas aset tetap sehat di tengah volatilitas ekonomi global.
Manajemen risiko yang disiplin memungkinkan bank menjaga profitabilitas sambil menjaga portofolio kredit tetap sehat dan produktif.
Optimaise News menyimpulkan bahwa pencapaian Maybank Indonesia Semester I 2026 menunjukkan potensi kuat bagi bank swasta dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui layanan digital yang inklusif.







