Jakarta, Optimaise News – Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memimpin serah terima dua jabatan strategis di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution Mabesad Jakarta Senin 3 Agustus. Acara ini sekaligus menandai pergeseran komando dan pengendalian tiga batalion infanteri ke Kostrad.
Inti artikel
- Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memimpin serah terima dua jabatan strategis di Aula Jenderal Besar A.H
- Nasution Mabesad Jakarta Senin 3 Agustus
- Acara ini sekaligus menandai pergeseran komando dan pengendalian tiga batalion infanteri ke Kostrad
Posisi Danpuspomad berpindah dari Mayjen TNI Eka Wijaya Permana ke Brigjen TNI Irsyad Hamdie Bey Anwar, sementara Dansecapaad diserahkan Mayjen TNI Abdul Rahman Said kepada Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan. Optimaise News mencatat langkah tersebut sebagai bagian pembaruan struktur internal TNI AD yang digulirkan hari itu.
Rangkaian Sertijab Dua Pos Kunci di Markas Besar
Serah terima berlangsung di lingkungan Mabesad dengan fokus pada kelancaran estafet kepemimpinan. Pejabat lama menerima apresiasi atas masa tugas yang telah dijalankan, lalu pejabat baru langsung diarahkan untuk menyesuaikan diri dengan tantangan terkini.
KSAD menekankan bahwa regenerasi bukan sekadar pergantian nama. Tujuannya menjaga efektivitas organisasi agar satuan tetap tanggap. Pejabat baru diminta segera memperkuat kepemimpinan, memperdalam pembinaan di tingkat satuan, serta menaikkan mutu proses pendidikan di lingkungan masing-masing.
Pergantian digambarkan sebagai siklus normal pembinaan personel. Dengan dua pos yang berganti serentak, rantai komando di bidang pengawasan dan pendidikan diharapkan tetap solid tanpa jeda operasional.
Tiga Batalion Infanteri Kini di Bawah Kostrad

Selain sertijab, KSAD mengalihkan komando dan pengendalian Yonif 753 Arga Vira Tama, Yonif 756 Wimane Sili, serta Yonif 310 Kidang Kencana. Dua batalion pertama sebelumnya berada di jajaran Kodam XVII Cenderawasih, sedangkan yang ketiga berasal dari Kodam III Siliwangi.
Pemindahan ke Kostrad bertujuan menyatukan daya tempur siluman di bawah satu komando strategis. Langkah ini memungkinkan penyiapan satuan lebih cepat untuk misi lintas wilayah tanpa harus melewati rantai kodam yang berbeda.
Dengan status baru tersebut, ketiga batalion dapat diintegrasikan ke dalam pola latihan dan kesiapan Kostrad yang lebih padat. Perubahan ini juga memperluas spektrum penugasan bagi prajurit di level yonif.
Pesan Upgrade Angkatan Darat dari Maruli Simanjuntak

Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa fondasi yang sudah ada harus terus ditingkatkan. Ia menyatakan Angkatan Darat wajib mengikuti setiap perkembangan yang muncul, baik di bidang teknologi, taktik, maupun manajemen sumber daya manusia.
Menurutnya Presiden menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengembangkan AD. Karena itu internal harus bergerak lebih cepat melakukan perbaikan berkesinambungan. Ia mengingatkan pejabat baru agar tidak berpuas diri dengan status quo, melainkan mendorong perbaikan di setiap jenjang.
Pesan itu disampaikan di hadapan jajaran agar seluruh elemen memahami arah kebijakan. Upgrade di sini mencakup kualitas latihan, kesiapan alutsista, hingga pola kepemimpinan yang adaptif.





