Jadi Pelatih Anyar Man City, Enzo Maresca tegas menolak meniru gaya mentor Pep Guardiola. Pria 46 tahun ini ditunjuk gantikan sang pelatih yang mundur akhir musim 2025-2026 dengan kontrak tiga tahun di Etihad.
Inti artikel
- Jadi Pelatih Anyar Man City, Enzo Maresca tegas menolak meniru gaya mentor Pep Guardiola
- Pria 46 tahun ini ditunjuk gantikan sang pelatih yang mundur akhir musim 2025-2026 dengan kontrak tiga tahun di Etihad
- Optimaise News merangkum penolakan tegas itu digabung fondasi juara yang jadi modal utama pasca era Guardiola
Meski pernah jadi asisten saat treble winners 2022-2023, Man City justru percaya pada rekam jejak juara mandiri di Leicester City dan Chelsea. Optimaise News merangkum penolakan tegas itu digabung fondasi juara yang jadi modal utama pasca era Guardiola.
Rekam Jejak Mandiri Maresca dari Leicester hingga Chelsea
Sebelum jadi pelatih papan atas, Enzo Maresca berkarier sebagai gelandang di Sevilla. Ia kemudian memegang kursi manajer di Parma. Pengalaman itu membentuk fondasi awal sebelum loncatan ke Inggris.
Di Leicester City ia bawa tim juara Championship 2023-2024. Promosi ke Premier League diraih lewat permainan terstruktur dan disiplin tinggi. Identitas taktik mulai menguat di sana tanpa meniru siapapun.
Pindah ke Chelsea, Maresca raih UEFA Conference League plus Piala Dunia Klub 2025. Dua gelar itu buktikan ia mampu juara di level Eropa dan global. Timeline ringkasnya jelas: asisten treble City, juara Championship, juara Conference dan Club WC, lalu kembali ke Etihad dengan kontrak tiga tahun.
Mengapa Mantan Asisten Guardiola Dipilih Man City

Man City memilih Maresca bukan sekadar karena pernah asisten. Rekam jejak juara mandiri justru nilai jual utama setelah era Guardiola yang panjang satu dekade.
Klub butuh sosok yang paham DNA possession City tapi punya sentuhan pribadi. Sukses di Leicester dan Chelsea tunjukkan ia bisa adaptasi cepat dan hasilkan trofi tanpa bergantung mentor.
Kepercayaan itu muncul dari kemampuan bangun proses harian yang solid. Bukan cuma hasil akhir, tapi fondasi yang bisa dilanjutkan di skuad bintang Etihad.
Pernyataan Tegas soal Pendekatan yang Bukan Salin-Tempel

Maresca menegaskan ia tak akan salin-tempel gaya Guardiola maupun pelatih lain. Ia akui bisa saja meniru, tapi memilih bangun identitas sendiri di lapangan.
Konsep dasar possession mungkin punya kesamaan dengan era sebelumnya. Namun pendekatan harian di Leicester dan Chelsea sudah beda total dalam eksekusi dan ritme latihan.
Ia bilang meniru mentah-mentah hanya bikin tim kaku. Fokusnya tetap proses yang cocok dengan karakter pemain sekarang di Etihad Stadium.
Tantangan Mengganti Era Guardiola Selama Satu Dekade
Mengganti Guardiola yang mendominasi hampir satu dekade terasa berat. Maresca akui ini kehormatan besar sekaligus tantangan, seperti pulang ke rumah lama.
Perbandingan dengan masa transisi pasca Ferguson di Manchester United atau Wenger di Arsenal kerap muncul. Regenerasi butuh waktu, tapi tekanan juara tetap tinggi di City.
Ia siap hadapi ekspektasi itu lewat kerja keras harian. Pengalaman juara mandiri jadi bekal hadapi gejolak di awal musim.
Target Gelar dan Proses Harian di Etihad
Target utama Maresca jelas meraih gelar seperti di Leicester dan Chelsea. Ia ingin lanjutkan tradisi juara Man City di kompetisi domestik maupun Eropa.
Fokusnya tetap pada proses harian di lapangan latihan. Chemistry skuad dibangun pelan lewat latihan terukur, bukan cuma andalkan nama besar pemain.
Dengan kontrak tiga tahun, ia punya ruang untuk menanamkan identitas. Optimaise News melihat langkah ini sebagai jembatan antara era Guardiola dan masa depan City.







