Manchester United Tahan Amad Diallo, Nilai £38 Juta

Author Image

Adel

18 Juli 2026

Manchester United Tahan Amad Diallo, Nilai £38 Juta

Manchester United menolak membuka jalur transfer Amad Diallo ke AC Milan meski mantan pelatih Ruben Amorim menjadikannya target utama lini sayap. Kabar yang menguat pada 16 Juli 2026 itu menempatkan winger Pantai Gading berusia 24 tahun di pusat spekulasi musim panas, dengan nilai pasar diperkirakan sekitar 38 juta pound sterling.

Menurut pantauan Optimaise News, Setan Merah merasa tak punya alasan melepas pemain yang kontrakannya masih panjang dan sedang jadi andalan di sayap kanan.

Amorim kenal Amad, kini memimpin AC Milan

Amorim berpisah dengan Manchester United pada 5 Januari 2026, lalu dipercaya memimpin AC Milan menggantikan Massimiliano Allegri. Di San Siro ia segera merombak skuad dan sudah menghabiskan lebih dari 85 juta pound sterling untuk mendatangkan Goncalo Ramos serta Mario Gila.

Minat terhadap Amad pertama kali diungkap Caught Offside, lalu diperkuat laporan Sportmole. Amorim mengenal kualitas pemain itu dari kerja sama singkat di Old Trafford dan ingin memasukkannya ke skema serangan Rossoneri.

Milan finis kelima Serie A musim lalu dan akan tampil di Liga Europa. Klub Italia disebut menyiapkan proposal yang tetap mempertimbangkan kondisi keuangan, bukan tawaran tanpa batas.

Kontrak sampai 2030 jadi benteng utama

Kontrak sampai 2030 jadi benteng utama

Di bawah arahan Michael Carrick, Amad berubah jadi pilihan utama di pos sayap kanan. Penampilan konsisten membuat manajemen menilai posisi negosiasi mereka sangat kuat.

Kontrak Amad berlaku hingga Juni 2030. Dengan sisa masa kerja sepanjang itu, Manchester United bisa menolak tawaran biasa dan hanya mempertimbangkan skenario ekstrem: permintaan hengkang terbuka dari pemain atau bid dengan nilai sangat besar.

Hingga kini, kedua skenario itu belum terlihat. Klub dikabarkan tetap menutup pintu keluar untuk winger yang kian penting di skema Carrick.

Brighton, Newcastle, dan tekanan pasar Premier League

Brighton, Newcastle, dan tekanan pasar Premier League

Selain AC Milan, Brighton & Hove Albion serta Newcastle United juga memantau situasi Amad. Keterkaitan itu kerap muncul seiring minat publik pada laga seperti manchester united vs brighton, di mana sayap kanan jadi sorotan taktik.

Bagi pendukung Setan Merah, menahan Amad juga soal stabilitas jelang duel berat di kalender domestik, termasuk spekulasi formasi saat manchester united versus arsenal. Kehilangan opsi sayap yang sedang naik daun bisa memaksa rotasi lebih tipis di musim penuh.

Optimaise News mencatat, kendali penuh tetap di tangan klub asal Old Trafford. Transfer musim panas ini diyakini sulit terjadi tanpa lonjakan tawaran yang jauh di atas kisaran nilai pasar saat ini.

Mengapa Amad sulit digeser dari Old Trafford

Amad cocok dengan kebutuhan Milan di sektor sayap yang ingin lebih bervariasi. Namun dari sisi Manchester United, melepaskannya justru membuka lubang di posisi yang sudah stabil diisi.

Nilai 38 juta pound sterling mencerminkan statusnya sebagai aset produktif, bukan pemain cadangan. Manajemen menilai peforma terkini dan sisa kontrak membuat penjualan “murah” tidak masuk akal bisnis maupun olahraga.

Perbandingan kasar dengan belanja Milan di atas 85 juta pound untuk dua pemain lain menunjukkan Rossoneri siap berinvestasi. Tetap saja, harga dan niat tegas dari pihak Inggris menjadi penghalang utama.

Apa yang pantas dipantau selanjutnya

Dua indikator paling jelas: apakah Amad sendiri meminta pindah, dan apakah Milan atau klub Premier League lain menaikkan tawaran jauh di atas valuasi pasar. Tanpa itu, status quo di Old Trafford cenderung bertahan.

Fans yang mengikuti kalender seperti manchester united v leeds atau manchester united vs athletic bilbao di musim mendatang juga berharap skuad sayap tetap utuh. Menjaga Amad sejalan dengan upaya menjaga kedalaman skuad di kompetisi domestik dan Eropa.

Untuk saat ini, manuver Amorim di Milan belum cukup menggeser keputusan Manchester United. Winger berusia 24 tahun itu tetap terikat, dan Setan Merah memegang kendali penuh atas masa depannya.