Paolo Maldini, eks direktur teknik Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), mengungkapkan bahwa Pep Guardiola sempat menjadi prioritas utama untuk melatih Timnas Italia. Guardiola diklaim bersedia mengambil posisi itu bahkan dengan gaji lebih rendah daripada Gennaro Gattuso.
Inti artikel
- Guardiola diklaim bersedia mengambil posisi itu bahkan dengan gaji lebih rendah daripada Gennaro Gattuso
- Saat menjabat di FIGC, salah satu tugas inti Maldini adalah menunjuk pelatih baru
- Allenatore itu dirancang berpasangan dengan dirinya agar tim nasional dirombak dari akar, bukan hanya ganti wajah di bangku cadangan
Dalam rangkuman Optimaise News dari wawancara eksklusif Maldini di Corriere della Sera, misi itu mencakup rekrut pelatih transformasional yang akan bekerja bareng mantan kapten AC Milan untuk mengubah Gli Azzurri secara mendalam. Target bukan sekadar roda pelatih, melainkan proyek ambisius usai era Guardiola di Manchester City berakhir.
Misi Direktur Teknik: Cari Allenatore yang Ubah Total Azzurri
Saat menjabat di FIGC, salah satu tugas inti Maldini adalah menunjuk pelatih baru. Allenatore itu dirancang berpasangan dengan dirinya agar tim nasional dirombak dari akar, bukan hanya ganti wajah di bangku cadangan.
Maldini membeber detail ini saat menjelaskan kepergiannya dari federasi. Narasi itu menggarisbawahi bahwa rekrutmen pelatih bukan formalitas administratif, melainkan bagian dari rencana renovasi besar-besaran Gli Azzurri.
Bagi pembaca di Indonesia yang terbiasa mengikuti siklus pelatih tim nasional, model kerja sama direktorat teknik, pelatih ini mirip pendekatan jangka menengah. Fokusnya pada sistem, bukan hasil sekejap turnamen tunggal.
Pertemuan Barcelona: Maldini-Leonardo Temui Guardiola
Maldini bersama Leonardo, yang berperan sebagai penasihat, menemui Guardiola secara langsung. Saat itu, pelatih Spanyol itu sudah lepas dari Manchester City.
Pertemuan berlangsung intens di Barcelona. Kedua belah pihak membahas proyek ambisius Timnas Italia secara detail, bukan sekadar sopan-santun pengenalan singkat.
Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, urutan peristiwa ini menempatkan Guardiola sebagai kandidat kuat sebelum nama lain menguat. Kontak personal di kota yang akrab bagi Guardiola menegaskan keseriusan federasi dalam fase awal.
Urutan Kandidat: Guardiola Puncak, Lalu Pirlo Muncul
Pilihan pertama jatuh ke Pep Guardiola. Barulah kemudian muncul nama Andrea Pirlo dalam proses penunjukan pelatih.
Urutan itu penting: Guardiola bukan pelengkap daftar panjang, melainkan puncak daftar dalam kerangka misi Maldini. Hanya setelah jalur itu, nama Pirlo masuk dalam alur kandidat yang dibahas publik lewat keterangan mantan direktur teknik.
Konteks Guardiola sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh di Eropa membuat klaim prioritas ini menarik. Bagi Azzurri, menempatkan nama itu di puncak berarti menargetkan transformasi gaya main, bukan hanya stabilitas resultatif jangka pendek.
Kerelaan Gaji dan Awal Proyek Ambisius yang Lancar
Klaim kunci Maldini: Guardiola bersedia melatih Italia dengan kompensasi lebih rendah dibanding Gennaro Gattuso. Gattuso dijadikan acuan gaji, meski besaran nominal pastinya tidak dijabarkan dalam cuplikan yang beredar di berita.
Pembahasan proyek ambisius Timnas Italia digambarkan berjalan baik pada awalnya. Itulah titik yang memberi ruang untuk frasa “tapi” di pemberitaan: awal yang mulus tidak otomatis berarti kontrak final tertutup, dan detail alasan penolakan atau hambatan akhir tidak diuraikan lengkap dalam ringkasan wawancara yang tersedia.
Tanpa mengarang besaran euro atau sidang federasi yang tidak disebutkan sumber, yang bisa dipastikan hanyalah kerelaan gaji relative terhadap Gattuso, prioritas nama Guardiola di depan Pirlo, serta pertemuan Barcelona usai Man City. Bagian “tapi” tetap bergantung pada kelanjutan pengakuan Maldini di luar potongan yang sudah dipublikasikan.
Sintesis kronologisnya ringkas: tugas rekrut dari FIGC, prioritas transformasional bareng Maldini, kunjungan ke Guardiola di Barcelona, awal pembicaraan yang baik, kerelaan gaji di bawah acuan Gattuso, dan posisi Guardiola sebagai kandidat pertama sebelum Pirlo. Itu alur utuh yang jarang digabung dalam satu narasi pendek.







