Maharaja Patiala Usia 9: 10 Istri & 350 Gundik

Bhupinder Singh dimahkotai usia 9 setelah ayah tewas berkuda. Ia punya 10 istri, 350 gundik, 44 Rolls Royce, 88 anak, dan warisan olahraga di Patiala.

Author Image

Dyah

Maharaja Patiala Usia 9: 10 Istri & 350 Gundik

Maharaja Sir Bhupinder Singh dari Patiala dilantik penguasa saat berusia sembilan tahun setelah ayahnya tewas dalam kecelakaan berkuda. Kontras kemudian mencolok: anak yatim itu tumbuh dengan 10 istri resmi, 350 gundik, serta gaya hidup berlebihan yang memicu pertanyaan soal tanggung jawab di era kolonial India.

Lahir 1891, ia baru memegang kendali penuh pada 1910 lewat penunjukan Viceroy of India. Optimaise News merangkum angka-angka keluarganya—88 anak, 52 mencapai dewasa—sebagai penanda era yang sarat kemewahan sekaligus kontradiksi.

Pelantikan Dini di Tengah Tragedi Keluarga

Kematian ayah akibat kecelakaan berkuda memaksa mahkota berpindah ke tangan yang masih belia. Status penguasa datang jauh sebelum kesiapan formal untuk mengurus wilayah kepangeranan.

Masa muda diisi di Aitchison College, Lahore. Di sana minatnya pada kriket dan polo menguat dan kelak menjadi identitas publiknya.

Baru 1910 ia mendapat kuasa penuh. Periode itu membuka pemerintahan yang dikenang karena kemegahan sekaligus kelebihannya.

Beberapa catatan sejarah menyebut loncatan status itu sebagai titik awal kisah bocah jadi raja umur 9 tahun, punya jejak panjang di Patiala. Tragedi keluarga dan tahta dini membentuk pondasi citra yang kelak dikaitkan dengan kemewahan tanpa batas.

Dunia Pribadi yang Melampaui Batas

Dunia Pribadi yang Melampaui Batas

Di ranah domestik ia memiliki sepuluh istri resmi dan harem berisi 350 selir. Dari keluarga raksasa itu lahir 88 anak; 52 di antaranya bertahan hingga dewasa.

Struktur istana menopang dunia pribadi yang luas itu. Angka tersebut saja sudah mencengangkan pembaca modern yang membandingkannya dengan standar istana lain sezaman.

Bocah jadi raja umur 9 tahun, hidup mewah dengan sistem harem yang menjadi bahan perbincangan lintas benua. Kelebihan pribadi ini sering diletakkan berdampingan dengan tugas publik yang ia emban.

Simbol Status Berupa Kendaraan dan Perhiasan

Simbol Status Berupa Kendaraan dan Perhiasan

Koleksinya mencakup 44 unit Rolls Royce. Ia juga dikenang karena sekali setahun mengenakan rompi bertabur 1.001 berlian biru dan putih di depan istana sebagai unjuk kekuatan.

Pada 1928, pemesanan kalung festoon platinum dari Cartier yang memuat berlian De Beers seberat 234 karat menjadi berita besar. Pengeluaran mewah itu mengundang kritik sekaligus kekaguman di Eropa.

Perhiasan dan armada mewah memperkuat citra penguasa yang hidup di ujung masa kerajaan-kerajaan pribumi. Cengkeraman kolonial Inggris semakin kuat, sementara pamer status tetap menjadi bahasa politik istana.

Selera Santapan yang Jadi Legenda

Selera makannya masuk lore istana: kabar menyebut ia mampu menghabiskan 40 hingga 50 burung puyuh tanpa tulang dalam satu santapan. Supnya dikisahkan dibuat dari kaldu 24 ekor burung snipe.

Kebiasaan itu memperkuat citra penguasa tanpa batas. Cerita serupa beredar di kalangan aristokrasi Eropa pada masanya dan menambah aura legenda di seputar namanya.

Gaya santapan mewah sejalan dengan pola pamer status lain di istana. Kombinasi harem, kendaraan, perhiasan, dan menu ekstrem membentuk satu paket citra yang sulit dipisahkan dari sosoknya.

Jejak Pembangunan dan Olahraga di Patiala

Ia membangun Chail View Palace serta lapangan kriket yang disebut tertinggi di dunia. Tim polo Patiala Tigers dan kandang berisi 500 kuda polo menjadi bukti ambisinya di arena olahraga.

Dalam Perang Dunia I ia meraih pangkat Letnan Jenderal Kehormatan. Komitmen itu menunjukkan posisi Patiala dalam aliansi dengan kekuatan sekutu.

Pantauan Optimaise News mencatat warisan olahraganya di Patiala masih dirayakan sebagai bagian identitas daerah. Pengaruh budaya dan infrastruktur itu bertahan lama setelah era kepangeranan memudar.

“Kehidupan Bhupinder Singh adalah cerminan dari zamannya – penuh dengan kemewahan, kekuasaan, dan kontradiksi,” kata seorang sejarawan. “Dia adalah sosok yang tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi juga meninggalkan warisan yang masih dirasakan hingga hari ini.”

Pemerintahannya menjadi jembatan antara gema negara kepangeranan yang meredup dan fajar modernitas. Jejaknya di Patiala dan anak benua India tetap dirujuk sebagai simbol kemewahan, kuasa, dan perubahan.

FAQ

Berapa usia Bhupinder Singh saat naik tahta?

Ia dimahkotai pada usia sembilan tahun setelah ayahnya tewas dalam kecelakaan berkuda, lalu menerima kekuasaan penuh dari Viceroy pada 1910.

Berapa istri dan gundik yang dimilikinya?

Sepuluh istri resmi dan 350 gundik atau selir, dengan total 88 anak dan 52 yang mencapai usia dewasa.

Apa kontribusi olahraganya di Patiala?

Ia mendirikan lapangan kriket tertinggi di dunia, mendukung tim polo Patiala Tigers, serta memelihara sekitar 500 kuda polo.

Seberapa mewah koleksi dan gaya hidupnya?

Termasuk 44 Rolls Royce, rompi 1.001 berlian, santapan 40–50 puyuh sekali makan, dan kalung Cartier 1928 dengan berlian De Beers 234 karat.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.