Bhupinder Singh dinobatkan Maharaja Patiala di usia sembilan tahun. Ayahnya tewas akibat kecelakaan berkuda. Ia lahir 1891 di negara bagian India utara yang masih digenggam kolonial Inggris.
Inti artikel
- Bhupinder Singh dinobatkan Maharaja Patiala di usia sembilan tahun
- Ayahnya tewas akibat kecelakaan berkuda
- Ia lahir 1891 di negara bagian India utara yang masih digenggam kolonial Inggris
Sejak itu ia membangun citra kemewahan ekstrem. Optimaise News merangkum angka-angka mencolok: 10 istri, 350 selir, 88 anak, armada 44 Rolls-Royce, rompi 1.001 berlian, plus santap 40-50 puyuh per kali. Kekuasaan penuh baru diserahkan Viceroy of India pada 1910.
Dari Bocah ke Takhta: Awal Pemerintahan di Patiala
Bhupinder Singh naik tahta dalam kondisi darurat. Ayahnya meninggal mendadak saat berkuda. Bocah sembilan tahun itu langsung dilantik sebagai maharaja.
Pemerintahan awal masih diawasi ketat. Viceroy of India baru menyerahkan kekuasaan penuh pada 1910. Sejak saat itu ia bebas mengatur negara bagian sekaligus memperlihatkan gaya hidup pribadi.
Patiala menjadi panggung besar baginya. Ia memanfaatkan status raja pribumi untuk menumpuk simbol kekuasaan di tengah tekanan Inggris.
Dunia Pribadi Mencengangkan: Istri, Selir, dan Keturunan

Kehidupan rumah tangga Bhupinder Singh jauh dari biasa. Ia memiliki 10 istri resmi. Di samping itu ada 350 selir yang tinggal di harem istana.
Dari seluruh hubungan itu lahir total 88 anak. Hanya 52 di antara mereka yang mencapai usia dewasa. Angka keturunan sebesar ini jarang tercatat di kalangan penguasa India masa itu.
Harem raksasa itu mencerminkan status dan kekuasaan absolut. Ia memelihara keluarga besar sebagai bagian dari citra kemewahan pribadi.
Simbol Status: Armada Rolls-Royce hingga Rompi 1.001 Berlian

Bhupinder Singh mengoleksi 44 unit Rolls-Royce. Armada mewah itu menjadi bukti kekayaan yang dipamerkan terbuka. Mobil-mobil Inggris itu jarang dimiliki penguasa lain dalam jumlah sama.
Sekali setahun ia mengenakan rompi khusus. Rompi itu dihiasi 1.001 berlian biru-putih. Hiasan berkilau itu hanya keluar pada acara penting untuk menegaskan keagungan.
Di meja makan kebiasaannya tak kalah ekstrem. Ia menghabiskan 40 sampai 50 burung puyuh tanpa tulang setiap santap. Sup dari 24 snipe melengkapi hidangan mewah tersebut.
Warisan Olahraga dan Bangunan yang Masih Dikenang
Ia membangun Chail View Palace di ketinggian. Bersama istana itu berdiri lapangan kriket tertinggi di dunia. Fasilitas olahraga ini masih dikenang hingga sekarang.
Bhupinder Singh juga membentuk tim polo bernama Patiala Tigers. Tim itu disegani di seluruh India. Prestasi polo menaikkan nama Patiala di kancah olahraga kerajaan.
Warisan infrastruktur olahraga ini melengkapi citra modern yang ia bangun. Olahraga menjadi saluran lain untuk memamerkan status di era kolonial.
Ironi di Balik Kemegahan Akhir Era Kerajaan Pribumi
Di balik angka-angka mewah tersimpan ironi tajam. Kerajaan-kerajaan pribumi India sedang menuju akhir di bawah dominasi Inggris. Sementara itu Maharaja Patiala justru fokus pada gaya hidup pribadi ekstrem.
Optimaise News melihat kontras ini sebagai potret tanggung jawab pemimpin di masa peralihan. Rakyat menghadapi tekanan kolonial, sedangkan istana penuh harem, mobil mewah, berlian, dan santapan berlebih.
Sintesis gaya hidupnya menyatukan keluarga raksasa, armada 44 Rolls-Royce, rompi 1.001 berlian, kuliner puluhan burung, serta warisan kriket dan polo. Semua berpadu menjadi legenda yang bertahan lama setelah era kerajaan pribumi berakhir.







