Long March 7A Meledak 85 Detik di Wenchang, ChinaSat-4B Gagal

Roket Long March 7A meledak sekitar 85 detik setelah lepas landas di Wenchang 10 Agustus 2026. ChinaSat-4B gagal orbit; Zhuque-3 ditunda dan Xinhua selidiki.

Author Image

Adel

Long March 7A Meledak 85 Detik di Wenchang, ChinaSat-4B Gagal

Roket Long March 7A milik China meledak sekitar 85 detik setelah lepas landas dari Pusat Peluncuran Antariksa Wenchang di Provinsi Hainan pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 20.02 waktu setempat. Muatan satelit komunikasi ChinaSat-4B (Zhongxing-4B) tidak mencapai orbit.

Inti artikel

  • Muatan satelit komunikasi ChinaSat-4B (Zhongxing-4B) tidak mencapai orbit
  • Kantor berita Xinhua mengonfirmasi anomali penerbangan dan menyatakan misi gagal
  • Ini kegagalan pertama Long March 7A sejak debut bermasalah Maret 2020

Kantor berita Xinhua mengonfirmasi anomali penerbangan dan menyatakan misi gagal. Ini kegagalan pertama Long March 7A sejak debut bermasalah Maret 2020. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, video saksi merekam bola api besar di ketinggian dan kecepatan relatif rendah, sementara peluncuran Zhuque-3 di Jiuquan ikut ditunda keesokan harinya.

Kronologi 85 detik: dari lepas landas Wenchang hingga bola api

Long March 7A mulai terbang dari Wenchang Space Launch Site malam Senin. Sekitar 85 detik kemudian, rekaman yang beredar menunjukkan roket berubah menjadi bola api raksasa. Jonathan McDowell dari Durham University menilai kehancuran terjadi saat roket masih di ketinggian dan kecepatan rendah.

Akibatnya, satelit maupun puing-puing tidak sempat mengorbit. Di video yang terekam di titik tonton Wenchang, terdengar suara orang-orang terkejut saat roket pecah di udara sesaat setelah pukul 20.00 waktu setempat. Timeline terpadu dari lepas landas 20.02 hingga konfirmasi Xinhua sekitar tiga jam kemudian memberi gambaran utuh bagi pembaca tanpa harus melompat antar berita.

Peluncuran sebelumnya pada 29 Juli 2026 dari Wenchang berhasil mengantar Tianlian III-01 ke orbit. Misi 10 Agustus ini seharusnya menjadi penerbangan ke-18 seri yang sama, sehingga ledakan dini tampak sebagai kejutan berulang dalam beberapa tahun terakhir.

Apa isi muatan ChinaSat-4B dan mengapa gagal capai orbit

Apa isi muatan ChinaSat-4B dan mengapa gagal capai orbit
Ilustrasi apa isi muatan ChinaSat-4B dan mengapa gagal capai orbit.

China National Radio sempat menyebut muatan sebagai Zhongxing-4B atau ChinaSat-4B sebelum laporan dihapus dari mesin pencari Baidu. Satelit ini satu seri dengan ChinaSat-4A yang diluncurkan 2024. ChinaSat-4A dikenal menyalurkan transmisi suara, data, radio, dan televisi ke wilayah luas, termasuk daerah terpencil.

Belum diumumkan apakah ChinaSat-4B punya fungsi dan pelanggan yang sama. Long March 7A dirancang untuk mengantar muatan hingga tujuh metrik ton ke orbit transfer geostasioner (GTO) di ketinggian sekitar 35.405 kilometer. Karena hancur dini, capaian orbit sama sekali tidak terjadi.

Pakar menilai status gagal total memperjelas bahwa investigasi harus menelusuri apakah masalah terbatas pada roket ini atau menyentuh komponen bersama, proses manufaktur, maupun operasi di lokasi.

Reaksi Xinhua, pemblokiran video publik, dan komentar Elon Musk

Xinhua baru mengonfirmasi kegagalan sekitar tiga jam setelah jadwal peluncuran. Kantor berita resmi menyebut kelainan fungsi saat penerbangan tanpa merinci penyebab. Investigasi masih berjalan.

Di media sosial China, video peluncuran yang bertahan mayoritas milik akun terafiliasi pemerintah. Konten warga di Xiaohongshu dan Douyin tampak dihapus atau dibatasi dari hasil pencarian. Media lokal juga minim pemberitaan dibandingkan liputan internasional.

Elon Musk menanggapi di X: “Membuat roket itu memang luar biasa sulit.” Dalam rangkuman Optimaise News, komentar itu muncul di tengah ambisi Presiden Xi Jinping menempatkan China sebagai pemimpin ilmu antariksa pada 2050, termasuk persaingan dengan AS di roket reusable, Bulan, dan satelit.

Efek domino: penundaan Zhuque-3 hingga bayangan Chang’e-7 2026

Usai insiden Senin, peluncuran Zhuque-3 LandSpace yang dijadwalkan Selasa pagi di Jiuquan ditunda, menurut laporan media keuangan Shanghai. Zhuque-3 adalah upaya serius China membangun peluncur yang dapat dipakai ulang. Debut Desember 2025 sempat gagal mendaratkan booster tahap pertama; uji coba berikutnya diklaim berhasil mendarat di platform terapung.

Berbeda dari Zhuque-3 yang reusable, Long March 7A adalah roket tiga tahap sekali pakai. Kapasitas GTO tujuh ton membuatnya andalan satelit komunikasi, sementara Zhuque-3 mengincar akses ruang angkasa berulang. Penundaan langsung menandai dampak berantai ke jadwal industri swasta.

Long March 5 dan wahana Chang’e-7 sudah berada di Wenchang dengan target peluncuran paruh kedua 2026. Blaine Curcio dari Orbital Gateway Consulting menyebut kegagalan sebagai perkembangan buruk bagi program Long March 7A, meski dampak keseluruhan dinilai mungkin masih terbatas berdasarkan data tersedia. Saham China Spacesat, Hunan Aerospace Huanyu, dan China Satellite Communications sempat anjlok minimal 6,6 persen pada Selasa sebelum memangkas sebagian kerugian.

Spesifikasi Long March 7A: kenapa roket andalan ini bisa gagal lagi

Long March 7A dikembangkan China Academy of Launch Vehicle Technology, anak perusahaan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Panjang hampir 60 meter, dilengkapi empat booster, dan tidak dirancang untuk diguna ulang. Sejak perbaikan setelah kegagalan perdana 2020 dan sukses Maret 2021, roket ini mencatat lebih dari selusin penerbangan sukses sebelum misi ke-18 ini ambruk.

Kegagalan di ketinggian rendah memaksa pertanyaan teknis: apakah anomali di tahap awal, booster, atau sistem avionik. Tanpa rincian resmi, spekulasi di luar investigasi digantung. Bagi pembaca di Indonesia, peristiwa ini menjelaskan kenapa topik Long March melonjak di tren: visual ledakan 85 detik, raritas gagal, dan rantai dampak ke roket swasta serta misi bulan.

FAQ
Kapan dan di mana Long March 7A meledak?
Roket diluncurkan Senin, 10 Agustus 2026, pukul 20.02 waktu setempat dari Wenchang, Hainan, dan meledak sekitar 85 detik kemudian.
Apa yang dibawa dan apakah satelit mengorbit?
Muatan ChinaSat-4B (Zhongxing-4B) gagal mencapai orbit karena roket hancur di ketinggian dan kecepatan rendah, menurut penilaian Jonathan McDowell.
Apa dampak langsung ke jadwal peluncuran lain?
Peluncuran Zhuque-3 di Jiuquan yang dijadwalkan Selasa pagi ditunda; misi Chang’e-7 paruh kedua 2026 di Wenchang tetap dalam pantauan seiring investigasi Long March 7A.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.