Surakarta, Optimaise News – Lesti Kejora datang ke Polda Metro Jaya pada Selasa, 11 Agustus 2026, bersama Rizky Billar dan Asila Maisa. Tujuannya tegas: mengonfirmasi bahwa seluruh tuduhan Billar berselingkuh dengan Asila adalah bohong total, sekaligus menegaskan pilihan menempuh hukum hingga selesai, bukan berdamai.
Inti artikel
- Lesti Kejora datang ke Polda Metro Jaya pada Selasa, 11 Agustus 2026, bersama Rizky Billar dan Asila Maisa
- Ibu tiga anak itu ingin akun-akun penyebar fitnah terkena sanksi
- Di hadapan jurnalis di Polda Metro Jaya, Lesti menekankan bahwa kehadirannya hanya untuk membenarkan laporan suami
Ibu tiga anak itu ingin akun-akun penyebar fitnah terkena sanksi. Optimaise News merangkum dari berbagai keterangan di lokasi, sikap Lesti mengarah ke penjarakan pelaku sebagai efek jera agar isu serupa tidak ditiru massal di media sosial.
Klarifikasi Lesti di Polda Metro Jaya: Semua Posting YouTube dan Platform Bohong
Di hadapan jurnalis di Polda Metro Jaya, Lesti menekankan bahwa kehadirannya hanya untuk membenarkan laporan suami. Ia membantah setiap narasi yang sudah beredar di YouTube maupun platform lain.
“Ya, mengkonfirmasi, mengkonfirmasi ini aja apa yang sudah dilaporkan oleh Kakak (Billar), bahwa semua yang ada di-posting oleh YouTube, beberapa platform ya, beberapa akun, bahwa semua itu tuh tidak benar,” ujar Lesti Kejora.
Kuasa hukum Sadrakh Seskoadi menjelaskan bahwa Lesti dan Asila memberi keterangan tambahan serta menjalani berita acara klarifikasi atas laporan Rizky Billar. Proses itu terkait akun-akun yang membuat pemberitaan tidak benar.
Alasan Tolak Damai: Takut Banyak yang Ikuti Jika Dibiarin

Ketika disinggung peluang damai dengan pihak terlapor, Lesti memilih tetap mengikuti pemeriksaan sampai tuntas. Ia khawatir jika kasus dilunakkan, banyak orang akan meniru pola sebar fitnah yang sama.
“Kita ikutin dulu aja ya sampai pemeriksaan semua selesai, soalnya kalau dibiarin takutnya malah banyak yang ngikutin nantinya gitu,” tegas Lesti. Sejauh ini pasangan tersebut hanya ingin fokus pada laporan yang sudah berjalan, tanpa membuka isu sampingan yang mengganggu proses.
Dalam rangkuman Optimaise News, penolakan damai ini selaras dengan tujuan awal pelapor menutup pintu perdamaian agar ada shock therapy bagi penyebar hoaks seleb.
Kehadiran Asila Maisa dan Billar Bareng Lesti, Pemeriksaan Terpisah
Ketiga pihak hadir bareng di markas Polda untuk konfirmasi publik. Namun pemeriksaan saksi Lesti dan Asila dilakukan terpisah oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
Sadrakh menyebut masing-masing mendapat 25 pertanyaan. Kehadiran bersama itu menandai bahwa Asila Maisa, putri presenter Ramzi, ikut dirugikan secara profesional dan sosial oleh narasi yang menuduhnya sebagai pihak ketiga.
Langkah bersama ini memperkuat pesan bahwa tuduhan selingkuh, anak luar nikah, dan rencana perceraian yang digiring ke publik adalah fabrikasi, bukan fakta rumah tangga Lesti-Billar.
Laporan Awal Juni 2026: Enam Akun dari Tiga Platform Digugat
Kronologi dimulai Juni 2026. Rizky Billar melaporkan setidaknya enam akun media sosial ke SPKT Polda Metro Jaya pada malam 18 Juni 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Platform yang teridentifikasi mencakup YouTube, TikTok, dan Instagram.
Narasi yang disebar menuduh Billar berselingkuh dengan Asila, memiliki anak di luar nikah, hingga berupaya menceraikan Lesti. Isu itu lalu dikaitkan dengan kabar keretakan rumah tangga pasangan dangdut tersebut.
Menurut kuasa hukum, indikasi awal menunjukkan motif ekonomi, termasuk dugaan pemanfaatan teknologi AI untuk memproduksi konten fitnah demi trafik. Pasal berlapis diarahkan ke pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran hoaks yang menimbulkan kegaduhan, dengan ancaman kisaran 5 sampai 15 tahun penjara sesuai penyesuaian KUHP baru. Pintu damai dari sisi pelapor sudah ditutup demi efek jera.
Dukungan Istri: Suami Harus Maju Terus, Jangan Mundur Lagi
Dukungan Lesti bukan sekadar formalitas. Billar semi mengutip nasihat istrinya usai pemeriksaan sebelumnya: sekali ambil langkah tegas, jalan terus, maju terus, jangan mundur lagi atau melepaskan terlapor hanya karena rasa tidak tega.
Lesti juga mengingatkan agar pengorbanan waktu dan tenaga selama proses tidak sia-sia saat pelaku sudah diamankan. Bagi Billar, dukungan itu mengubah sikapnya yang dulu sering lunak, sekaligus menempatkan laporan sebagai edukasi publik agar lebih bijak bermedia sosial.
Timeline Juni hingga Agustus 2026 menempatkan klarifikasi Lesti-Asila sebagai fase saksi setelah laporan awal. Bagi pembaca, kasus ini menjadi contoh konkret bahwa hoaks selebritas bisa berujung proses pidana, bukan sekadar adu komentar.







