Jakarta, Optimaise News – Komdigi merancang pemanfaatan pita frekuensi 900 MHz setelah menuntaskan seleksi 700 MHz dan 2,6 GHz. Pemerintah menetapkan target lelang frekuensi 900 mhz itu digelar sepanjang 2026 agar operator memperoleh alat tambahan untuk memperluas jangkauan 4G di wilayah yang masih membutuhkan cakupan stabil.
Inti artikel
- Komdigi merancang pemanfaatan pita frekuensi 900 MHz setelah menuntaskan seleksi 700 MHz dan 2,6 GHz
- Langkah ini ditempatkan sebagai pelengkap lapisan low band yang sudah dijalankan
- Frekuensi 900 mhz masuk kategori low band
Langkah ini ditempatkan sebagai pelengkap lapisan low band yang sudah dijalankan. Optimaise News memandang rangkaian frekuensi low dan mid band tersebut sebagai cara mengharmoniskan jangkauan luas dengan kebutuhan kapasitas, tanpa menjanjikan lonjakan kecepatan seketika bagi setiap pelanggan.
Mengenal frekuensi 900 di antara low band dan mid band
Frekuensi 900 mhz masuk kategori low band. Sifatnya memberi jangkauan jauh dan penetrasi yang lebih baik ke dalam bangunan atau area terpencil dibanding frekuensi yang lebih tinggi.
Operator biasanya mengandalkan pita ini untuk mempertebal cakupan layanan 4G di kawasan luas. Ia menjadi pilihan saat infrastruktur harus menjangkau desa, jalan lintas, atau daerah dengan topografi menantang tanpa menambah terlalu banyak site sekaligus.
Sementara itu, frekuensi rendah seperti 900 MHz memang diarahkan ke jangkauan. Frekuensi tinggi sebaliknya lebih mengedepankan kapasitas di ruang yang terbatas. Kombinasi keduanya membentuk fondasi jaringan yang berlapis.
Mengenal Frekuensi 700 MHz & 2,6 GHz, Andalan sebelum 900 MHz
Pita 700 MHz yang juga low band memiliki karakter mirip 900 MHz. Keduanya diutamakan untuk cakupan luas sehingga sinyal bisa merata di area geografis besar.
Di sisi lain, 2,6 GHz sebagai mid band diarahkan ke kapasitas trafik tinggi. Seleksi kedua spektrum itu mendahului 900 MHz supaya operator lebih dulu menyeimbangkan jangkauan dan volume data di zona padat.
Setelah dua pita itu tersedia, frekuensi 900 mhz berperan memperkuat lapisan jaringan di lokasi yang sudah memiliki layanan. Fleksibilitas penggelarannya memudahkan operator menambah kedalaman sinyal tanpa membangun ulang seluruh topologi.
Tambahan spektrum dan batas dampak pada pengguna
Penambahan spektrum saja tidak otomatis membuat kecepatan internet melonjak di genggaman pelanggan. Hasil akhirnya bergantung pada alokasi yang diterima tiap operator, teknologi radio yang dipakai, kepadatan pengguna di sel, jumlah BTS yang aktif, serta kemampuan perangkat di sisi pelanggan.
Yang bisa diharapkan adalah pengurangan kepadatan trafik di frekuensi yang sudah ada. Konsistensi kualitas menjadi lebih baik karena beban tersebar, terutama di jam sibuk atau koridor perjalanan yang ramai.
Dengan demikian mengenal frekuensi 900 memberikan gambaran realistis: spektrum baru memperluas peluang jangkauan dan stabilitas, bukan jaminan angka unduh yang langsung berlipat di semua titik.







