Jakarta, Optimaise News – PT Kobexindo Tractors Tbk lewat PT Kobexindo Konstruksi Indonesia mulai menyalurkan wheel loader listrik Shantui LE60-X5 kelas 6 ton ke pelanggan di Sumatera. Langkah itu menandai Kobexindo (KOBX) Perkuat Bisnis Alat Berat Listrik, Produk Baru Meluncur ke tambang, konstruksi, dan agribisnis, dengan janji hemat solar sekaligus menekan emisi.
Inti artikel
- Limawan menyebut unit baru sebagai jawaban atas permintaan mesin yang lebih hemat biaya operasional
- Pengiriman perdana ditujukan ke satu pelanggan di Sumatera, bukan peluncuran pameran semata
- Anak usaha konstruksi memegang saluran distribusi agar unit sampai ke lokasi kerja yang butuh bucket besar dan siklus kerja panjang
Direktur Utama Andry B. Limawan menyebut unit baru sebagai jawaban atas permintaan mesin yang lebih hemat biaya operasional. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, langkah China-brand ini selaras dengan lonjakan penjualan unit 47 persen yang menopang pendapatan kuartal II/2026 sebesar Rp1,02 triliun, naik 13,2 persen secara tahunan.
Kedatangan Shantui LE60-X5 di Sumatera untuk pasar pertambangan
Pengiriman perdana ditujukan ke satu pelanggan di Sumatera, bukan peluncuran pameran semata. Anak usaha konstruksi memegang saluran distribusi agar unit sampai ke lokasi kerja yang butuh bucket besar dan siklus kerja panjang.
Andry menekankan motif pasar, bukan sekadar katalog baru. “Untuk merespons kebutuhan pasar terhadap alat berat berkualitas tinggi dengan biaya operasional yang lebih efisien serta mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan, Kobexindo kembali memperkenalkan alat berat bertenaga listrik melalui Shantui Wheel Loader Electric LE60-X5,” kata Andry dalam keterangan yang dikutip Kamis, 13 Agustus 2026.
Strategi merek China berharga lebih kompetitif sudah dipakai grup untuk meraih basis pelanggan lebih lebar. Pesaing sejenis di pameran Konstruksi Indonesia 2025 sempat mencatat kontrak besar, termasuk Zoomlion sekitar Rp4,5 triliun, sehingga diferensiasi listrik jadi cara KOBX menahan persaingan tanpa mengandalkan satu merek saja.
Spesifikasi teknis dan perbandingan dengan versi konvensional

Bucket LE60-X5 tercatat 4,4 meter kubik, naik dari 3 meter kubik pada versi sebelumnya. Penggerak listrik menjanjikan operasi normal sekitar 6-8 jam dan pengisian daya sekitar satu jam, angka yang jadi pembeda dari siklus isi solar di lapangan terpencil.
Dalam rangkuman Optimaise News, portofolio listrik-hybrid grup sudah mencakup forklift Jungheinrich dan dump truck hybrid Tonly. Tonly disebut mampu menekan biaya operasional hingga 30-40 persen berkat kombinasi listrik dan solar, sehingga LE60-X5 masuk sebagai pelengkap, bukan produk tunggal.
| Produk | Karakter | Catatan operasi |
|---|---|---|
| Shantui LE60-X5 | Wheel loader listrik, kelas 6 ton | Bucket 4,4 m³; 6-8 jam; isi daya ~1 jam |
| Shantui versi sebelumnya | Wheel loader (acuan kapasitas) | Bucket 3 m³ |
| Tonly hybrid dump truck | Hybrid listrik-solar | Klaim hemat biaya 30-40 persen |
| Jungheinrich | Forklift listrik | Sudah dipasarkan, respons pelanggan positif |
Empat lini usaha tetap jalan: penjualan unit, suku cadang, jasa perbaikan plus kontraktor tambang, serta sewa alat dan ruang di Kobexindo Tower. Penjualan unit menyumbang 70,7 persen pendapatan konsolidasi, naik dari 54,4 persen setahun sebelumnya.
Manfaat lingkungan serta dukungan layanan purna jual
Elektrifikasi diposisikan sebagai alternatif saat harga solar bergerak. Penggunaan listrik dinilai membuka ruang kelola biaya energi dan meredam emisi pada operasi alat berat yang intensif, termasuk jejak karbon di lokasi tambang dan proyek sipil.
Dukungan purna jual mencakup perbaikan dan suku cadang lewat 16 cabang. Kombinasi bucket lebih besar, siklus kerja 6-8 jam, dan jaringan servis diharapkan membuat LE60-X5 jadi opsi praktis, bukan sekadar spesifikasi di brosur.
“Melalui efisiensi energi, pengurangan emisi, dan pengelolaan limbah yang lebih baik, kami ingin terus menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” tutup Andry.
Respon positif pelanggan dan dampak terhadap kinerja grup
Jungheinrich dan Tonly sudah mendapat sambutan baik. Manajemen berharap pola yang sama berulang pada LE60-X5. “Kami berharap Shantui Wheel Loader Electric LE60-X5 juga dapat memperoleh respons yang baik dari pasar dan kami telah melakukan pengiriman kepada salah satu pelanggan di Sumatera,” ujar Andry.
Pada semester I/2026 laba kotor naik 41 persen menjadi Rp174,8 miliar. Segmen suku cadang menyumbang 14,1 persen atau Rp144,04 miliar, turun 26,6 persen dari Rp196,15 miliar. Sewa menyetor Rp84,07 miliar; di dalamnya sewa alat Rp79,70 miliar naik 14 persen, sewa gedung Rp4,37 miliar turun 23,1 persen. Jasa perbaikan dan kontraktor tambang sekitar 7 persen atau Rp70,97 miliar.
“Masuknya produk baru ini kami harapkan dapat memperkuat momentum pertumbuhan penjualan hingga akhir tahun sekaligus meningkatkan daya saing perseroan di pasar domestik,” tutur Andry. Diversifikasi tipe dan merek China tetap jadi kerangka agar penjualan unit, yang sudah melonjak 47 persen, tidak bergantung pada satu siklus komoditas.
KOBX perkuat bisnis alat berat lewat inovasi teknologi
KOBX Perkuat Bisnis Alat Berat Lewat Inovasi Teknologi listrik-hybrid merangkai forklift, dump truck, dan kini wheel loader. Targetnya jelas: jaga daya saing di pasar domestik sampai akhir 2026 sambil menawarkan opsi lebih rendah emisi bagi operator yang sudah terbiasa mesin solar.







