Kisah Turunnya Surat Sabet 1-5

Cerita wahyu pertama yang turun di Gua Hira pada 17 Ramadan 610 M, saat Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun dan Malaikat Jibril mendekap beliau tiga kali.

Author Image

Nurul

Kisah Turunnya Surat Sabet 1-5

– Peristiwa besar dalam sejarah Islam terjadi pada 17 Ramadan 610 Masehi. Saat Rasulullah SAW berusia 40 tahun, wahyu pertama turun di Gua Hira, yaitu Surat Al-‘Alaq ayat 1-5. Malaikat Jibril mendekap Nabi Muhammad SAW hingga merasa sesak dan sulit bernapas sebanyak tiga kali sebelum membacakan perintah itu.

Inti artikel

  • Peristiwa besar dalam sejarah Islam terjadi pada 17 Ramadan 610 Masehi
  • Saat Rasulullah SAW berusia 40 tahun, wahyu pertama turun di Gua Hira, yaitu Surat Al-‘Alaq ayat 1-5
  • Malaikat Jibril mendekap Nabi Muhammad SAW hingga merasa sesak dan sulit bernapas sebanyak tiga kali sebelum membacakan perintah itu

Kisah ini menandai dimulainya peran kenabian Nabi Muhammad SAW sebagai penerima wahyu terakhir. Menurut pantauan Optimaise News, perintah ‘Iqra’ yang diberikan berulang kali menjadi dasar bagi umat Islam untuk terus belajar dan memahami ajaran Allah SWT.

Momen Dekapan Jibril yang Mengubah Nasib Rasulullah

Malaikat Jibril menyampaikan perintah Allah SWT untuk membaca surah pertama yang turun. Nabi Muhammad SAW menjawab ‘Aku tidak bisa membaca’ hingga akhirnya Jibril membacakan ayat 1-5 setelah dekapan ketiga. Kisah ini tercatat dalam riwayat hadits Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Peristiwa itu terjadi ketika umat manusia tenggelam dalam kemusyrikan. Nabi yang merasa gelisah menyendiri di Gua Hira untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki hati kaumnya. Dekapan Jibril menjadi momen yang mengubah segalanya, membuka pintu wahyu yang akan berlanjut selama 23 tahun.

Mengapa Surah Al-Alaq Disebut Surat Makkiyah Pertama

Surah Al-‘Alaq termasuk golongan surat Makkiyah karena diturunkan di Makkah. Ia terdiri dari 19 ayat dan menjadi surat ke-96 dalam urutan turunnya wahyu. Arti segumpal darah dalam ayat kedua menjadi pengingat akan asal-usul manusia dari ciptaan Allah.

Isi surah mengajak manusia mengenal pencipta, memuliakan-Nya dengan segenap kemampuan, dan bersyukur atas nikmat yang diberikan. Menurut Aisyah RA, sebelum wahyu ini turun Nabi sering mengalami mimpi benar atau ru’yah shadiqah yang jelas seperti kehidupan sehari-hari.

Signifikansi ‘Iqra’ dalam Kehidupan Modern dan Sejarah

Perintah ‘Iqra’ yang berarti bacalah bukan sekadar perintah membaca teks, melainkan juga mengajak mendalami ilmu dan memahami kebenaran. Di era digital saat ini, di mana informasi banjir, ‘Iqra’ tetap relevan sebagai panduan untuk memilah fakta dari hoax dan mengamalkan ajaran.

Seperti yang dijelaskan dalam ceramah peringatan Nuzulul Quran, Nabi telah dipersiapkan sejak kecil melalui pengalaman hidup yang membentuk ketahanan spiritual. Wahyu pertama ini mengingatkan bahwa Allah SWT tidak menurunkan ilmu secara tiba-tiba karena telah menyiapkan Nabi melalui proses panjang.

Persiapan 40 Tahun Nabi Sebelum Wahyu di Gua Hira

Nabi Muhammad SAW sering menyendiri di Gua Hira selama bermunajat. Beliau berjalan dekat batu atau pohon yang memberikan salam kepadanya, mencerminkan kedekatan spiritual sebelum wahyu turun. Setelah wahyu pertama, Nabi gelisah dan berlari turun dari gua tersebut.

Persiapan tersebut mencakup pengalaman kehilangan orang tua sejak kecil, menggembala kambing, dan menikah dengan Khadijah. Semua proses ini menunjukkan bahwa kenabian bukanlah peristiwa tiba-tiba melainkan hasil persiapan yang matang.

Kisah Gua Hira sebagai Tempat Suci Kenabian

Gua Hira terletak di puncak Jabal Nur sekitar 5,7 km dari Makkah. Untuk mencapainya membutuhkan waktu setengah jam dengan jalan setengah jam naik yang terjal. Gua ini menjadi saksi turunnya wahyu pertama dan menjadi tempat ziarah setelah peristiwa tersebut.

Di Gua Hira, Nabi mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan harapan memperbaiki keadaan dan hati kaumnya yang kaya kemusyrikan. Kisah ini mengingatkan bahwa tempat suci bukan hanya untuk beribadah tetapi juga untuk merenung dan mendekatkan diri kepada Allah.

FAQ
Apa yang menjadi wahyu pertama Nabi Muhammad SAW?
Surat Al-‘Alaq ayat 1-5 yang dibacakan Malaikat Jibril setelah Nabi menjawab ‘Aku tidak bisa membaca’ tiga kali.
Kapan peristiwa turunnya wahyu itu terjadi?
Pada 17 Ramadan 610 Masehi di Gua Hira saat Nabi berusia 40 tahun.
Bagaimana peran Malaikat Jibril dalam kisah ini?
Jibril mendekap Nabi hingga merasa sesak sebelum membacakan surah, mengikuti perintah Allah SWT.
Apa arti ‘Iqra’ dalam kehidupan sehari-hari?
Bukan hanya perintah membaca tetapi juga mengajak memahami, mengamalkan, dan mendalami ilmu seperti yang diajarkan Allah.
Nurul
Redaktur Teknologi

Nurul adalah redaktur teknologi Optimaise News. Meliput gadget, laptop, handphone, spesifikasi, dan harga perangkat untuk pembaca yang banding-banding sebelum beli. Fokus pada fakta spek, rentang harga, dan konteks pemakaian (kerja, kuliah, gaming ringan).