Bogor, Optimaise News – Vietnam membungkam Timnas Indonesia 3-0 pada laga Grup A ASEAN Championship 2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin malam 3 Agustus 2026. Pelatih Kim Sang-sik langsung menggarisbawahi betapa sulitnya meraih kemenangan tandang di kandang lawan, sambil mengaitkan tiga poin itu dengan peluang lebih longgar ke semifinal setelah sebelumnya imbang 0-0 lawan Singapura.
Inti artikel
- Skor sudah 2-0 sebelum menit ke-15 lewat Nguyen Van Vi dan Nguyen Hai Long
- Gol ketiga menyusul lewat Rafaelson di menit ke-71
- Catatan Optimaise News menempatkan fokus pada pengakuan pelatih usai laga, bukan sekadar skor semata
Skor sudah 2-0 sebelum menit ke-15 lewat Nguyen Van Vi dan Nguyen Hai Long. Gol ketiga menyusul lewat Rafaelson di menit ke-71. Catatan Optimaise News menempatkan fokus pada pengakuan pelatih usai laga, bukan sekadar skor semata.
Vietnam unggul 2-0 sebelum menit ke-15 di Stadion Pakansari
Gawang Indonesia hanya bertahan enam menit. Nguyen Van Vi membuka keunggulan, lalu Nguyen Hai Long menggandakan skor saat laga masih dalam seperempat jam pertama. Skor 2-0 itu mematahkan momentum tuan rumah yang sebelumnya unggul di klasemen sementara lewat kemenangan atas Kamboja dan Timor Leste.
Menit ke-71, Rafaelson (juga dilapor sebagai Nguyen Xuan Son di sejumlah media) merampungkan hitungan menjadi 3-0. Laga tandang Vietnam di Pakansari sekaligus mencatat kemenangan besar di luar kandang bagi The Golden Star Warriors di turnamen ini.
Di sisi lapangan, media Vietnam menyoroti Van Vi sebagai figur penentu. SofaScore memberinya rating 8,0 sebagai Man of the Match: akurasi umpan 92 persen di separuh lawan, 100 persen duel satu lawan satu, plus kontribusi intersepsi dan sapuan. Ia sudah menyumbang enam gol untuk Vietnam di era Kim Sang-sik.
Kim Sang-sik akui laga tandang menekan tapi skuad berikan usaha maksimal
Di konferensi pers, Kim Sang-sik tidak menutupi bobot tekanan. Ia menyebut ini pertandingan tandang yang sulit. Namun, menurutnya para pemain tampil sangat baik dan telah memberikan usaha terbaik mereka.
“Namun, para pemain tampil dengan sangat baik.” “Mereka telah memberikan usaha terbaik mereka,” kata Kim Sang-sik kepada awak media termasuk BolaSport.com. Ia juga menyampaikan rasa senang karena tiga poin berhasil diamankan, lalu berterima kasih pada pemain dan supporter Vietnam yang hadir di tribun maupun dari tanah air.
Dalam suasana lebih ringan, Kim menanggapi isu warna baju yang ramai di media sosial. Ia sering memakai kaus hitam saat hasil positif, sementara kemeja putih muncul saat imbang 0-0 lawan Singapura. Dengan nada bercanda ia bilang sepertinya harus membuang semua kemeja putih dan minta istri membuangnya. Gelak tawa mewarnai ruang konferensi, tapi penekanan utamanya tetap pada kerja keras skuad di lapangan.
Tiga poin untuk jaga asa semifinal ASEAN Championship 2026
Hasil 3-0 langsung mengubah posisi Vietnam di Grup A. Sebelumnya mereka hanya menyisakan satu poin dari hasil imbang kandang lawan Singapura. Kini jalur ke semifinal terasa lebih lega, sementara Timnas Indonesia harus menyusun ulang skenario lolos setelah kalah di kandang sendiri.
Optimaise News mencermati bahwa kemenangan tandang ini juga memberi Vietnam ruang napas psikologis. Pelatih Korea Selatan itu sempat menonton langsung Indonesia vs Mozambik di SUGBK Juni lalu untuk memahami pola main terorganisir Garuda. Analisis itu, ditambah kesiapan fisik dan eksekusi awal yang tajam, tampak berbuah di Pakansari.
Sementara itu, pelatih Indonesia John Herdman mengakui lini belakang kurang siap fisik pada 10, 15 menit pertama. Pengakuan itu selaras dengan cara Vietnam menekan cepat dan mengunci skor awal.
Kontras: tekanan Vietnam dari hasil imbang lawan Singapura vs dominasi malam ini
Jelang laga, Kim sendiri mengakui Vietnam datang dengan tekanan besar. Mereka menyesal gagal mengalahkan Singapura meski menciptakan banyak peluang. “Seandainya menang, tentu persiapan menghadapi laga tandang ke Indonesia akan lebih mudah. Namun sekarang kami datang dengan tekanan yang lebih besar,” ujarnya sebelum kick-off.
Kontrasnya tajam. Malam ini Vietnam tidak hanya menang, tetapi mendominasi sejak menit-menit awal. Kim sempat menekankan pra-match bahwa mereka harus menang demi peluang semifinal. Jawaban di lapangan datang lewat speed, ketepatan, dan disipin yang dipuji media dalam negeri mereka sendiri lewat figur Van Vi.
Bagi pembaca di Indonesia, laga ini menegaskan bahwa satu malam buruk di pertahanan bisa membalik tatanan grup. Tiga poin Vietnam kini jadi modal, sementara Garuda dituntut bangkit di sisa pertandingan, termasuk laga hidup-mati berikutnya.






