Jakarta, Optimaise News – Warga binaan berinisial FK didapati mengupas sabu dan bahan terkait saat petugas melakukan pemeriksaan badan di Rutan Kelas I Jakarta Pusat pada Selasa 4 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB. Kejadian ini terjadi setelah FK menyelesaikan persidangan di PN Jakarta Barat dan hendak kembali ke tempat tahanan. Gerakan mencurigakan langsung terlihat saat FK diminta jongkok di area pemeriksaan.
Inti artikel
- Kejadian ini terjadi setelah FK menyelesaikan persidangan di PN Jakarta Barat dan hendak kembali ke tempat tahanan
- Gerakan mencurigakan langsung terlihat saat FK diminta jongkok di area pemeriksaan
- Petugas melihat bungkusan hitam jatuh dari tubuh FK karena kesulitan saat jongkok
Petugas melihat bungkusan hitam jatuh dari tubuh FK karena kesulitan saat jongkok. Sabu yang disita berat 8,54 gram berupa dua plastik klip, sementara inex berat 2,18 gram berupa bungkus hancuran obat merah muda. Bukti tersebut berasal dari pengunjung yang berniat diedarkan di dalam rutan atas kendali warga binaan lain berinisial DM.
Warga Binaan Ketahuan Umpetin Sabu Usai Diminta Jongkok Petugas Rutan Salemba
Proses body checking rutin menjadi kunci utama mencegah masuknya narkotika ke rutan. FK yang baru selesai dari persidangan langsung diekspos ketika diminta jongkok. Bungkusan plastik hitam terlepas dari tubuhnya dan menjadi barang bukti langsung. Petugas segera mengamankan semuanya tanpa ada yang hilang.
Imbalan yang ditawarkan pengunjung sebesar Rp1 juta membuat warga binaan rentan terhadap pengaruh negatif. Kasus ini menunjukkan betapa mudahnya pengunjung menyusupkan barang ilegal ke dalam lembaga pemasyarakatan. Rutan Salemba segera koordinasi dengan Kepala Kesatuan Pengamanan dan Kepala Rutan untuk langkah selanjutnya.
Langkah Pengamanan yang Dilakukan Setelah Temuan
FK beserta barang bukti langsung diamankan dan dilaporkan ke Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta. Selanjutnya barang bukti diserahkan ke Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut. Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat Wahyu Trah Utomo menyatakan pihak rutan tidak memberikan toleransi terhadap pelanggar tata tertib yang terkait narkotika.
Komitmen rutan untuk menjaga lingkungan pemasyarakatan bersih dari peredaran narkoba terbukti nyata melalui kasus ini. Pemeriksaan fisik yang ketat membantu mencegah penyebaran bahaya yang bisa mengganggu ketertiban dan keamanan warga binaan lainnya.
Implikasi Keamanan dan Respons Rutan terhadap Kasus Narkotika
Kejadian ini mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap pengunjung yang membawa barang bawaan. Imbalan uang yang ditawarkan menjadi faktor pendorong warga binaan yang tidak bertanggung jawab. Rutan Salemba terus meningkatkan prosedur body checking untuk mengurangi risiko serupa di masa mendatang.
Petugas yang bertugas dengan teliti langsung bertindak saat melihat gerak-gerik mencurigakan. Proses pengamanan berjalan cepat dan efisien sehingga tidak ada kesempatan untuk barang bukti itu disebarkan. Semua langkah diambil sesuai prosedur agar penegakan hukum berjalan optimal.







