Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan Indonesia Game Rating System atau IGRS kembali aktif pada akhir 2026. Evaluasi menyeluruh yang dilakukan setelah polemik April lalu melibatkan asosiasi industri serta pilar perlindungan anak.
Inti artikel
- Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan Indonesia Game Rating System atau IGRS kembali aktif pada akhir 2026
- Evaluasi menyeluruh yang dilakukan setelah polemik April lalu melibatkan asosiasi industri serta pilar perlindungan anak
- Asosiasi Games Indonesia dilibatkan sejak awal proses evaluasi
Optimaise News mencatat pemerintah membentuk tim khusus untuk memperbaiki sistem klasifikasi game berbasis usia yang sempat ditunda sejak pertengahan April. Tujuannya memastikan rating game lebih tepat sasaran tanpa mengganggu akses gamer.
Evaluasi IGRS Libatkan Asosiasi Games Indonesia dan Empat Kementerian Lain
Asosiasi Games Indonesia dilibatkan sejak awal proses evaluasi. Kemkomdigi juga berkoordinasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif karena industri game merupakan subsektor ekonomi kreatif. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak turut diberikan peran penting agar rating tidak menyimpang dari perlindungan konsumen.
Perwakilan komunitas orang tua ikut serta dalam evaluasi. Pendekatan ini menunjukkan pemerintah melihat IGRS bukan sekadar aturan umur semata melainkan alat perlindungan anak dari konten yang tidak sesuai. Semua pihak diminta memberikan masukan agar sistem yang baru lebih adaptif terhadap perkembangan game modern.
Asal Mula Penundaan IGRS dari Kebocoran Tampilan Rating di Steam
Polemik dimulai 17 April 2026 ketika tampilan rating IGRS pada platform distribusi game Steam mengalami kesalahan informasi. Konten terkait game 007 First Light menjadi sorotan karena kesalahan tampilan yang menyimpang. Tim investigasi Kemkomdigi kemudian dibentuk untuk menelusuri secara menyeluruh sistem teknis, mekanisme pendaftaran, serta tata kelola keseluruhan.
Penundaan ini memengaruhi industri gaming nasional dan dianggap berat. Meski demikian, evaluasi kali ini ditekankan sebagai kesempatan perbaikan sistem. Komdigi memastikan selama masa penundaan game tanpa rating tetap bisa diakses masyarakat tanpa diblokir.
IGRS Harus Lebih Detail Rating Kekerasan dan Konten Dewasa
Game modern kini banyak menawarkan konten vulgar, kekerasan, serta bahasa sugestif yang ditujukan bagi penonton dewasa. Evaluasi ini jadi kesempatan memperbaiki klasifikasi usia agar lebih akurat. Pihak terkait diminta mempertimbangkan sisi perlindungan pemain usia belia sekaligus kesempatan bagi pengembang.
KPPPA menekankan pentingnya rating yang jelas guna melindungi anak. Komunitas orang tua menjadi stakeholder utama karena dampak langsung terhadap konsumsi game anak-anak di rumah. Hasil evaluasi diharapkan menghasilkan IGRS yang lebih tepat dan efektif.
Gamer Masih Bisa Main Game Tanpa Rating Selama Proses Penundaan
Komdigi menegaskan tidak ada pemblokiran terhadap game yang sudah beredar tanpa rating selama evaluasi berlangsung. Akses masyarakat tetap terjaga meski ada penundaan. Langkah ini membantu gamer tetap bisa menikmati permainan favorit tanpa gangguan teknis.
Reaktivasi ditargetkan sebelum akhir 2026. Waktu ini memberi ruang bagi pihak industri agar bersiap menghadapi sistem baru yang lebih baik. Gamer Indonesia sendiri diharapkan lebih waspada dan cermat terhadap rating yang akan diterapkan kembali.
Timeline Reaktivasi IGRS yang Didukung Evaluasi Kebijakan Juga
Tita Ayuditya Surya selaku Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Gim Kemkomdigi menyampaikan reaktivasi pasti dilakukan setelah semuanya selesai, termasuk penyesuaian kebijakan. Timeline pasti belum bisa disampaikan saat ini tapi jelas tetap di tahun 2026. Evaluasi yang dilakukan jadi bagian dari tata kelola IGRS yang lebih solid.
Optimaise News mencatat komitmen Kemkomdigi untuk membuat IGRS lebih adaptif setelah melalui proses panjang. Pemerintah menekankan pentingnya sistem yang akurat dan sesuai dengan perkembangan industri game nasional.






