Kemensos-Mandiri Serahkan Printer DTF di Karanganyar

Desa Karanganyar terima printer DTF, oven curing, laptop & 120 kaos polos. Agus Jabo Priyono serta Sri Dono Indarto serahkan dukungan agar warga produksi

Author Image

Bagus

Kemensos-Mandiri Serahkan Printer DTF di Karanganyar

Warga Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Magelang, kini punya perangkat produksi sablon lengkap agar bisa membuat souvenir sendiri. Serah terima digelar Sabtu 18 Juli 2026 di desa yang sedang diarahkan menjadi destinasi wisata edukasi gerabah, kuliner, kopi, dan souvenir dekat Candi Borobudur.

Agus Jabo Priyono sebagai Wakil Menteri Sosial hadir bersama Sri Dono Indarto dari Bank Mandiri. Mereka menyerahkan paket peralatan sambil menargetkan warga keluar dari hambatan modal, perangkat, dan keterampilan agar ekonomi lokal naik.

Kemensos dan Bank Mandiri perkuat pemberdayaan lewat perangkat produksi

Pendekatan ini menggabungkan dukungan fisik dan kapasitas. Tujuannya jelas: masyarakat mampu memproduksi souvenir sendiri tanpa terus bergantung pasokan luar.

Kepala Desa Karanganyar menyampaikan terima kasih atas kepedulian kedua lembaga. Ia menilai bantuan langsung menjawab kebutuhan mendesak pelaku usaha kecil setempat.

Desa ini punya posisi strategis. Kedekatan dengan Candi Borobudur memberi peluang pasar wisatawan yang mencari oleh-oleh edukatif dan lokal.

Hambatan utama selama ini tiga: modal terbatas, peralatan minim, serta keterampilan teknis dan pemasaran yang belum merata. Paket yang diserahkan dirancang menutup celah tersebut.

Rincian paket peralatan dan tambahan dari perbankan

Rincian paket peralatan dan tambahan dari perbankan

Dari sisi Kementerian Sosial diserahkan dua printer DTF, dua oven curing atau heat press, satu rol kain teflon, satu laptop, satu set alat sablon, tiga PET film, lima tinta DTF, lima liter bubuk perekat, serta 120 kaos polos katun 24S.

Bank Mandiri menambah satu laptop. Lembaga itu juga berkomitmen mengadakan pelatihan desain beserta pemasaran digital agar perangkat tidak menganggur.

Kombinasi mesin dan keterampilan diharapkan mempercepat siklus produksi. Kaos polos yang sudah tersedia bisa langsung diolah menjadi souvenir bertema gerabah, kopi, atau kuliner desa.

Optimaise News mencatat bahwa dukungan ini bersifat terpadu. Peralatan datang bersamaan dengan janji pendampingan agar warga tidak hanya menerima barang, tetapi juga mampu menggunakannya secara mandiri.

Setelah serah terima, fokus bergeser ke pemanfaatan. Warga diharapkan segera mencoba cetak desain sederhana untuk diuji di pasar wisatawan yang melintas kawasan Borobudur.

Jika keterampilan desain dan pemasaran digital terasah, margin produk lokal bisa meningkat. Hal itu sejalan dengan arah desa sebagai kawasan wisata edukasi yang menjual pengalaman sekaligus barang jadi.

Dampak bagi destinasi wisata edukasi gerabah dan oleh-oleh

Dampak bagi destinasi wisata edukasi gerabah dan oleh-oleh

Pengembangan destinasi di Karanganyar mencakup gerabah, kuliner, kopi, dan souvenir. Peralatan sablon memudahkan pembuatan kaos dan merchandise bertema lokal tanpa harus ke luar desa.

Ketika produksi internal berjalan, rantai pasok memendek. Biaya logistik turun dan identitas produk lebih kuat karena dibuat di tempat yang sama dengan atraksi wisata.

Kepala desa menekankan rasa syukur. Ia berharap kepedulian ini menjadi titik awal warga naik kelas dari sekadar pengrajin tradisional menjadi pelaku usaha yang menguasai mesin modern.

Optimaise News melihat momen ini sebagai contoh sinergi sosial dan perbankan di desa wisata. Bantuan fisik digabung dengan pelatihan agar dampaknya berkelanjutan, bukan sekali serah terima lalu berhenti.

Langkah berikutnya ada di tangan warga. Mereka perlu menjaga peralatan, membagi jadwal produksi, dan memasarkan hasil lewat kanal digital maupun langsung ke pengunjung.

Tanya jawab seputar dukungan di Desa Karanganyar

Apa saja isi paket yang diserahkan Kemensos?
Dua printer DTF, dua oven curing/heat press, satu rol kain teflon, satu laptop, satu set alat sablon, tiga PET film, lima tinta DTF, lima liter bubuk perekat, dan 120 kaos polos katun 24S.

Apa tambahan dari Bank Mandiri?
Satu laptop plus komitmen pelatihan desain dan pemasaran digital agar warga bisa mengoperasikan perangkat serta memasarkan hasil produksi.

Mengapa lokasi ini dipilih?
Desa sedang dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi gerabah, kuliner, kopi, dan souvenir yang dekat Candi Borobudur, sementara kendala modal, peralatan, dan keterampilan masih terasa.

Apa target akhir program?
Warga mampu memproduksi souvenir sendiri sehingga ekonomi lokal naik dan ketergantungan pada pasokan luar berkurang.

Dengan perangkat dan pelatihan yang sudah dijanjikan, peluang warga Karanganyar untuk mengisi rak souvenir kawasan Borobudur terbuka lebih lebar. Pelaksanaan di lapangan akan menentukan seberapa cepat dampaknya terasa di dompet keluarga setempat.

Bagus
Redaktur Berita & Game

Bagus adalah redaktur berita Optimaise News. Meliput isu nasional, kriminal, dan game. Menyusun hard news dan berita umum dengan prioritas kejelasan siapa-apa-kapan-di mana, cocok untuk halaman beranda dan pembaca yang butuh ringkasan cepat.