Keigo Higashino Meninggal Usia 68, 106 Novel dan Eternal

Keigo Higashino meninggal 23 Juli 2026 usia 68 akibat kanker usus. Kodansha umumkan 27 Juli; warisan 106 novel plus Eternal Memory rilis 5 Agustus 2026.

Author Image

Adel

Keigo Higashino meninggalkan 106 novel ketika ia tutup usia 68 tahun pada 23 Juli 2026. Karya posthumous-nya, Eternal Memory, tetap dijadwalkan terbit 5 Agustus 2026 lewat Kodansha. Kabar duka resmi keluar Senin 27 Juli dan segera menyebar dari Tokyo ke Weibo hingga Seoul.

Penggemar lintas Asia merasakan kehilangan besar. Novel-novelnya sudah diterjemahkan di lebih dari 40 negara. Banyak di antaranya jadi film dan serial yang akrab di layar Indonesia.

Dari Meja Insinyur ke Panggung Novel Misteri

Higashino lahir di Osaka tahun 1958. Ia lulusan teknik dan sempat bekerja di perusahaan otomotif sebagai insinyur. Keputusan beralih ke dunia tulis datang pelan-pelan.

Debutnya After School terbit September 1985. Novel itu langsung meraih Edogawa Rampo Prize. Sejak itu ia meninggalkan meja rancang dan jadi penulis penuh waktu.

Timeline kariernya jelas: dari insinyur otomotif, debut 1985, penghargaan beruntun, lalu 106 judul. Ia sempat memimpin Mystery Writers of Japan periode 2009, 2013. Meski jarang tampil di depan publik, wawancara Wall Street Journal 2011 memperlihatkan filosofinya yang tenang soal proses menulis.

106 Judul, Penghargaan Utama, dan Eternal Memory

Total karya Higashino mencapai 106 buku. Di Jepang saja penjualannya sudah melampaui 100 juta eksemplar. The Devotion of Suspect X menjadi tonggak penting setelah meraih Naoki Prize 2006.

Judul lain yang ikut ikonik antara lain Malice, The Keeper of the Camphor Tree, dan seri Galileo. Eternal Memory jadi penutup yang direncanakan jauh hari. Penerbit Kodansha memastikan buku itu tetap keluar sesuai jadwal 5 Agustus 2026.

Pemakaman digelar tertutup hanya untuk keluarga. Pihak keluarga menolak wawancara media agar duka berlangsung tenang.

Adaptasi Layar: Galileo hingga The Keeper of the Camphor Tree

Seri Galileo paling sering diangkat ke layar kaca Jepang. Detektif fisikawan Yukawa Masaru jadi tokoh yang dikenal luas. The Devotion of Suspect X juga punya versi film yang kuat.

The Keeper of the Camphor Tree menyusul dengan adaptasi yang lebih lembut. Banyak penonton Indonesia mengenal Higashino lewat judul-judul ini dulu sebelum membaca novel aslinya.

Duka Lintas Asia: Jepang, China, dan Korea

Di Jepang, akun X resmi dan media lokal dipenuhi ucapan belasungkawa. Di China, Weibo dipenuhi unggahan duka meski hubungan diplomatik Beijing-Tokyo sedang tegang. Popularitas Higashino di sana tetap tinggi.

Penggemar Korea di Threads dan media sosial lain menyebut karyanya sebagai inspirasi karier menulis. Banyak yang mengaku baru berani mencoba naskah misteri setelah membaca Suspect X atau Malice. Duka regional ini menyatu dari Tokyo, Weibo, sampai Seoul.

Warisan Baca: Karya yang Tetap Bisa Dinikmati

Bagi pembaca Indonesia, beberapa judul sudah beredar dalam terjemahan. The Devotion of Suspect X dan Malice paling mudah ditemukan di toko buku atau platform digital. Seri Galileo juga sering jadi pintu masuk.

Eternal Memory akan menambah daftar itu. Warisan 106 novel Higashino tetap bisa dinikmati tanpa terburu-buru. Pecinta misteri di mana pun masih punya ruang untuk membaca ulang atau menemukan karyanya yang belum sempat disentuh.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.