Kebocoran Gas Elpiji Picu Ledakan di Aeon Mall

Ledakan di Aeon Mall Kumamoto Jepang menewaskan 3 karyawan setelah kebocoran gas elpiji terjadi 80 menit setelah gempa. Gas bocor dari tangki 9.367 kg melalui.

Author Image

Adel

Kebocoran Gas Elpiji Picu Ledakan di Aeon Mall

Optimaise News melaporkan ledakan di AEON Mall Kumamoto, Prefektur Kumamoto, Jepang, menewaskan tiga karyawan toko pada Jumat, 6 Agustus 2026. Peristiwa ini diduga akibat kebocoran gas LPG yang terjadi sekitar 80 menit setelah gempa bumi berkekuatan 7,1 SR mengguncang wilayah tersebut pada 28 Juli 2026.

Inti artikel

  • Ledakan pertama terjadi pukul 17.50 waktu setempat di area tengah lantai dua sisi selatan mall
  • Gempa bumi di Prefektur Kumamoto memicu kebocoran yang kemudian terkumpul dan meledak
  • Area penjualan mall mengalami kerusakan parah akibat getaran sebelum ledakan itu

Ledakan Mengguncang Lantai Dua Setelah Getaran Gempa 80 Menit Lalu

Ledakan pertama terjadi pukul 17.50 waktu setempat di area tengah lantai dua sisi selatan mall. Gempa bumi di Prefektur Kumamoto memicu kebocoran yang kemudian terkumpul dan meledak.

Area penjualan mall mengalami kerusakan parah akibat getaran sebelum ledakan itu. Polisi dan petugas pemadam kebakaran melaporkan bau gas menguar saat mereka tiba di lokasi.

Gas Elpiji dari Tangki 9.367 Kg Disebut Bocor di Area Belanja

Gas LPG digunakan restoran dan penyewa di lantai satu serta lantai dua mall, termasuk untuk memasak dan sistem pendingin ruangan. Tangki penyimpanan berkapasitas 9.367 kg yang berada di area mal dialirkan melalui pipa bawah tanah ke dalam gedung.

Sisa gas di tangki hampir sama dengan tingkat biasanya, sehingga kemungkinan bocor berasal dari pipa saluran ke lantai dan dinding. Jaringan pipa tersebut kini masih dalam proses pemeriksaan.

Polisi dan Pemerintah Jepang Selidiki Penyebab Kebakaran 28 Juli

Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang menyatakan kebocoran masih dalam penyelidikan resmi. Tim yang diturunkan mengamati tidak ada kandungan gas metana yang terdeteksi di area kejadian.

Pipa bawah tanah yang sering terkena getaran gempa menjadi penyebab utama penumpukan gas. Penyelidikan melibatkan kepolisian Prefektur Kumamoto dan pihak terkait lainnya.

Sistem Pipa Bawah Tanah yang Lemah Menjadi Penyebab Utama

Gas dari tangki disalurkan melalui pipa bawah tanah lalu disalurkan ke lantai dan dinding mall. Penumpukan tersebut memicu ledakan meski tangki tidak bocor.

Alur pencairan gas yang tidak sesuai standar menjadi risiko nyata bagi pengguna mall. Hasil investigasi awal menunjukkan penyebab terkait pipa saluran tersebut.

Upaya Penyelamatan Petugas Terhambat karena Bau Gas Di dalam Mall

Kepolisian Kumamoto melaporkan bau gas di dalam gedung saat pemeriksaan. Petugas pemadam kebakaran terhambat saat masuk untuk evakuasi akibat bau yang mengganggu.

Area selatan lantai dua hancur total akibat tekanan ledakan. Pihak AEON Mall sedang berkoordinasi dengan otoritas Jepang soal penanganan tangki.

FAQ
Berapa gas yang tersisa di tangki?
Jumlah gas yang tersisa hampir sama dengan tingkat biasanya menurut pihak AEON Mall.
Kapan ledakan terjadi?
Ledakan terjadi sekitar pukul 17.50 waktu setempat pada 28 Juli 2026, 80 menit setelah gempa.
Berapa banyak korban?
Tiga karyawan toko di area tengah lantai dua tewas dan tiga lainnya dilaporkan terluka.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.