Kandula Hapus 180 Server NCS Usai Dipecat, Rugi Rp16,4 Miliar

Kandula Nagaraju hapus 180 server virtual NCS usai dipecat, rugi Rp16,4 miliar. Sabotase via kredensial admin pasca-PHK, vonis 2 tahun 8 bulan.

Author Image

Dyah

Kandula Hapus 180 Server NCS Usai Dipecat, Rugi Rp16,4 Miliar

Kandula Nagaraju (39), mantan staf QA di NCS Singapura, menghapus 180 server virtual pada 18-19 Maret 2023. Aksi itu merugikan perusahaan USD 918.000 atau setara Rp16,4 miliar.

Inti artikel

  • Kandula Nagaraju (39), mantan staf QA di NCS Singapura, menghapus 180 server virtual pada 18-19 Maret 2023
  • Aksi itu merugikan perusahaan USD 918.000 atau setara Rp16,4 miliar
  • Sabotase terencana berbulan-bulan memanfaatkan kredensial administrator yang masih hidup pasca-PHK

Sabotase terencana berbulan-bulan memanfaatkan kredensial administrator yang masih hidup pasca-PHK. Dari akses diam-diam di India, uji skrip di kamar rekan di Singapura, hingga penghapusan bertahap, semua dilakukan sistematis sebelum vonis dua tahun delapan bulan dijatuhkan.

Dari PHK Oktober 2022 ke Akses Ilegal Lintas Negara

Kandula bergabung tim QA 20 orang NCS sejak November 2021. Perusahaan memecatnya Oktober 2022 karena kinerja dinilai buruk. Hari kerja terakhir jatuh 16 November 2022, lalu ia kembali ke India.

Enam kali ia masuk ilegal sistem NCS lewat laptop pribadi antara 6 hingga 17 Januari 2023. Kredensial administrator masih valid meski ia sudah keluar. Akses dari India ini jadi langkah awal yang tak terdeteksi.

Februari 2023 Kandula kembali ke Singapura. Ia menumpang kamar mantan rekan. Pada 23 Februari 2023 ia sekali lagi masuk lewat Wi-Fi kamar itu sambil menyiapkan skrip penghapus. Rasa kecewa atas PHK mendorong langkah ini, seperti diungkap dalam proses persidangan.

Skrip Diuji Berulang, 180 Server Virtual Dihapus Bertahap

Skrip Diuji Berulang, 180 Server Virtual Dihapus Bertahap
Ilustrasi Skrip Diuji Berulang, 180 Server Virtual Dihapus Bertahap.

Ini bukan balas dendam impulsif. Premeditasi teknis jelas terlihat. Skrip diuji berulang selama akses ilegal sebelumnya. Kandula bahkan mencari cara menulis skrip penghapus di Google sebelum eksekusi puncak.

Pada 18-19 Maret 2023 ia masuk sistem QA sebanyak 13 kali. Skrip dijalankan hingga 180 server virtual terhapus satu per satu, bukan mass-wipe sekaligus. Server itu lingkungan pengujian mandiri tanpa data sensitif pelanggan.

Timeline Januari-April 2023 menyatukan potongan akses ini jadi alur sabotase yang mudah diikuti. Optimaise News melihat pola uji-coba berulang membedakan kasus ini dari amukan sesaat. Dendam Dipecat, Karyawan Hapus 180 Server Bikin Rugi perusahaan jadi kenyataan konkret di sini.

Tim IT NCS Baru Sadar Sehari Kemudian

Tim IT NCS Baru Sadar Sehari Kemudian
Ilustrasi Tim IT NCS Baru Sadar Sehari Kemudian.

Tim IT NCS baru menyadari keanehan keesokan harinya. Server virtual menghilang bertahap sehingga deteksi awal terhambat. Sistem akhirnya dipulihkan, namun biaya operasional membengkak jauh di atas nilai kerusakan langsung.

NCS melapor polisi 11 April 2023 setelah menelusuri IP mencurigakan. Laptop Kandula disita. Di dalamnya ditemukan skrip penghapus yang jadi bukti utama. Proses hukum berjalan hingga vonis diumumkan Senin 10 Juni 2024.

Laptop Disita, Skrip Jadi Bukti, Vonis 2 Tahun 8 Bulan

Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara dua tahun delapan bulan. Kerugian dicatat USD 918.000 atau S$917.832. Konversi ke rupiah di media bervariasi: sebagian sebut sekitar Rp11 miliar dari angka dolar Singapura, sementara USD 918.000 setara Rp16,4 miliar bergantung kurs saat itu.

Perbedaan angka ini jarang dijelaskan utuh di satu tempat. Optimaise News merangkum keduanya agar pembaca korporat paham konteks. Pemulihan sistem memakan biaya tambahan besar meski data pelanggan aman.

Celah Kredensial Admin yang Tak Segera Dicabut

Inti celah offboarding: kredensial administrator tetap bisa dipakai berbulan-bulan setelah PHK. Akses Januari 2023 terjadi dua bulan lebih setelah keluar November 2022. Audit akses pasca-PHK staf IT sering diabaikan.

Bagi perusahaan, pelajaran praktis jelas. Cabut segera semua hak akses admin saat karyawan keluar. Audit rutin login dari luar negeri dan perangkat pribadi wajib. Kasus ini menegaskan premeditasi teknis lewat uji skrip berulang plus penghapusan bertahap sebagai ancaman nyata.

FAQ Kasus Hapus Server NCS oleh Kandula
Siapa pelaku dan apa perannya di NCS?
Kandula Nagaraju, warga India berusia 39 tahun, mantan anggota tim QA 20 orang di NCS Singapura sejak November 2021 hingga dipecat Oktober 2022.
Berapa kerugian pasti dan kapan vonis dijatuhkan?
Kerugian USD 918.000 (setara Rp16,4 miliar) atau S$917.832. Vonis penjara dua tahun delapan bulan dijatuhkan Senin 10 Juni 2024 setelah laporan polisi 11 April 2023.
Mengapa skrip diuji dulu sebelum hapus massal?
Untuk memastikan skrip bekerja stabil di lingkungan QA. Penghapusan dirancang bertahap satu per satu agar lebih sulit terdeteksi cepat, menandakan niat terencana bukan amukan seketika.
Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.