Juventus Tundukkan Palermo 2-0 di Laga palermo vs juventus

Juventus mengalahkan Palermo 2-0 di laga uji coba pramusim di Australia pada 11 Agustus 2026. Kenan Yildiz dan Arkadiusz Milik cetak gol, sementara Federico.

Author Image

Adel

Juventus Tundukkan Palermo 2-0 di Laga palermo vs juventus

– Juventus menang 2-0 atas Palermo dalam laga uji coba pramusim yang digelar di Perth, Australia, pada Selasa (11 Agustus 2026) sore WIB. Pertandingan di Stadion Optus ini menutup tur Asia Tenggara dan Australia Bianconeri sebelum tim itu kembali ke Italia untuk memulai musim 2026-2027.

Inti artikel

  • Juventus menang 2-0 atas Palermo dalam laga uji coba pramusim yang digelar di Perth, Australia, pada Selasa (11 Agustus 2026) sore WIB
  • Kini tur berakhir dengan hasil positif, yang jadi siaga jelang babak kompetisi resmi
  • Juventus mengambil inisiatif sejak menit awal

Kemenangan ini cukup berharga karena Juve sempat menang atas beberapa tim kuat di Hong Kong, lalu kalah tipis dari Inter di Perth akhir pekan lalu. Kini tur berakhir dengan hasil positif, yang jadi siaga jelang babak kompetisi resmi.

Menit Kritis 44: Umpan Celik Mengantar Yildiz Buka Skor

Juventus mengambil inisiatif sejak menit awal. Peluang pertama muncul dari Kerim Alajbegovic yang berusaha lewat sepakan jarak jauh, namun masih berhasil diblok.

Pada menit ke-16, Weston McKennie juga mencoba, tapi tendangannya meleset ke sisi kiri gawang Jesse Joronen. Palermo pun sempat mendapat ancaman melalui Filippo Ranocchia yang menyambar tendangan spekulasi namun sempat terlalu tinggi.

Gol pertama Juventus akhirnya lahir pada menit ke-44. Umpan tarik Zeki Celik diserang langsung oleh Kenan Yildiz yang menyelesaikan di dalam kotak penalti. Babak pertama berakhir tanpa gol tambahan dan Juve unggul 1-0.

Babak Kedua dan Debut Menit Barba di Optus Stadium

Dribel Milik Menit 86 yang Mengakhiri Harapan Palermo
Dribel Milik Menit 86 yang Mengakhiri Harapan Palermo.

Filippo Inzaghi melakukan rotasi pada lagu ini, termasuk memasukkan Federico Barba yang merupakan mantan kapten Persib Bandung. Barba mengenakan nomor punggung 93 menggantikan Pietro Ceccaroni pada menit ke-61.

Barba tampil hampir 29 menit berduet dengan Patryk Peda di lini belakang Palermo. Meski berhasil menampilkan permainan solid dan kompetitif, ia sempat dihadapkan pada tekanan. Palermo sendiri yang kalah masih menunjukkan ketahanan dan sesekali mengancam gawang Juve yang dikawal Federico Gatti serta Teun Koopmeiners.

Dribel Milik Menit 86 yang Mengakhiri Harapan Palermo

Arkadiusz Milik mencetak gol kedua pada menit ke-86. Dribel individu yang berani membuat pemain asal Polandia itu melewati pertahanan Barba. Tendangan jarak dekat ke gawang pengganti kemudian berbuah gol setelah penyelamatan Gatti gagal total.

Peluang terakhir Palermo muncul lewat Gabriel Strefezza, namun sepakan yang mencoba mengubah skor 2-0 dihentikan kiper Juventus Mattia Perin. Kiper swap sendiri terjadi saat Jesse Joronen diganti oleh Mattia Fortin pada menit ke-76.

Rotasi Spalletti versus Susunan Inzaghi di Laga Uji Coba

Juve dengan pelatih Luciano Spalletti melibatkan banyak pemain cadangan yang potensial untuk musim depan. Antara lain mulai dengan Kerim Alajbegovic dan Randal Kolo Muani di lini depan, Weston McKennie berduet Douglas Luiz di tengah, serta Frank Conceicao dan Kenan Yildiz aktif di sebelah.

Perlindungan Juventus tetap kuat di babak kedua. Beberapa peluang emas Kolo Muani hampir saja berbuah meski beberapa saat pertama, sementara penyerang Daniel Johnsen dan Joel Pohjanpalo juga tak bisa mengubah jalannya laga. Hasil akhir Juventus 2-0 Palermo ini memberikan gambaran jernih soal kematangan tim selama tur Asia.

Optimaise News mencatat bahwa rotasi ini menjadi ajang bagus bagi pelatih untuk menguji komposisi baru sambil memberikan menit bermain bagi pemain yang siap saing. Kemenangan ini membawa harapan positif jelang laga-laga resmi Serie A 2026-2027.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.