Jakarta, Optimaise News – Mayoritas ulama atau jumhur menilai hukum mandi sebelum salat Jumat sebagai sunnah agar badan tetap bersih dan suci. Pandangan itu merujuk Fikih Sunnah Sayyid Sabiq serta riwayat yang menekankan kebersihan tanpa mewajibkan secara mutlak bagi setiap jamaah.
Inti artikel
- Mayoritas ulama atau jumhur menilai hukum mandi sebelum salat Jumat sebagai sunnah agar badan tetap bersih dan suci
- Pandangan itu merujuk Fikih Sunnah Sayyid Sabiq serta riwayat yang menekankan kebersihan tanpa mewajibkan secara mutlak bagi setiap jamaah
- Imam Al-Qurtubi memakai hadits yang hanya menyebut wudu sebagai dasar bahwa mandi Jumat bersifat sunnah
Hadits Abu Sa’id RA menyatakan mandi Jumat wajib bagi yang mengalami mimpi basah, sementara siwak dan minyak wangi dianjurkan sebatas kemampuan. Riwayat Abu Hurairah RA periwayat Muslim menambahkan bahwa orang yang menyempurnakan wudu lalu ke masjid dan mendengar khutbah diampuni dosa dari Jumat ke Jumat plus tiga hari.
Hukum Mandi Jumat itu Sunnah menurut Dalil Wudu
Imam Al-Qurtubi memakai hadits yang hanya menyebut wudu sebagai dasar bahwa mandi Jumat bersifat sunnah. Nabi tidak menyebut mandi dalam redaksi tersebut sehingga kebersihan cukup tercapai dengan wudu yang sempurna sebelum berangkat.
Pendekatan ini membedakan antara anjuran kebersihan dan kewajiban syar’i. Banyak kalangan kemudian memosisikan mandi sebagai sunnah muakkad yang sangat dianjurkan, bukan syarat sah salat Jumat.
Konteks kompetitor seperti rumaysho.com dan muslim.or.id juga menekankan sisi sunnah ini. Optimaise News merangkum bahwa perbedaan pendapat tetap berpijak pada teks yang sama tanpa menambah data di luar riwayat yang ada.
Sebagian Ulama Wajibkan Mandi Seminggu Sekali

Ada ulama yang mewajibkan berdasarkan hadits Abu Hurairah RA. Setiap muslim punya hak mandi seminggu sekali dengan membasuh kepala dan seluruh tubuh, diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
Pendapat ini menempatkan mandi sebagai hak tubuh yang patut dipenuhi menjelang ibadah kolektif. Namun jumhur tetap memandangnya sebagai anjuran kuat, bukan fardu ain yang berdosa jika ditinggalkan tanpa uzur.
Hadits Abu Sa’id RA membatasi kewajiban pada kondisi junub atau mimpi basah. Di luar itu, mandi tetap dianjurkan agar jamaah hadir dalam keadaan paling bersih.
Keutamaan Hari Jumat di Luar Soal Mandi
Imam Syafi’i dalam Al-Umm meriwayatkan Anas bin Malik bahwa Jibril datang membawa cermin. Hari Jumat menjadi hari umat Nabi diutamakan atas Yahudi dan Nasrani.
QS Al-Jumuah ayat 9 memerintahkan agar segera menuju zikir Allah dan meninggalkan jual beli ketika azan Jumat dikumandangkan. Perintah itu menegaskan prioritas ibadah di atas urusan duniawi pada waktu tersebut.
Imam An-Nawawi mengutip hadits Aus bin Aus RA yang dinilai sahih oleh Abu Daud, Nasa’i, dan Ibnu Majah. Memperbanyak sholawat pada hari Jumat termasuk amalan paling utama.
Hadits Anas RA dalam Ibnu Sinni menyebut doa istighfar tiga kali sebelum Subuh Jumat. Amalan itu dijanjikan mengampuni dosa sebanyak buih laut.
Hadits Aisyah RA menganjurkan membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas tujuh kali seusai salat Jumat. Bacaan itu melindungi hingga Jumat berikutnya.







