Jessica Mila, aktris yang kembali ramai sejak momen liburannya ke Pulau Padar pada 9 Agustus 2026, menegaskan ia tidak tahu adanya larangan berlayar yang berlaku karena cuaca buruk. Menurutnya, keputusan rute dan keamanan rombongan seluruhnya ada di tangan kapten kapal.
Inti artikel
- Liburan tersebut sempat menjadi sorotan publik karena muncul di tengah pembatasan pelayaran wisata Labuan Bajo
- Namun Jessica bilang rombongan tak mungkin sengaja mengambil risiko, terutama karena ada putrinya di sana
- Ia menegaskan tidak mungkin membahayakan keluarga, apalagi saat ada anak-anak termasuk putri Kyarra
Liburan tersebut sempat menjadi sorotan publik karena muncul di tengah pembatasan pelayaran wisata Labuan Bajo. Namun Jessica bilang rombongan tak mungkin sengaja mengambil risiko, terutama karena ada putrinya di sana.
Penyerahan Keputusan Rute Sepenuhnya ke Kapten Kapal
Jessica Mila menulis di akun Instagram @jscmila bahwa rombongan bersama suami Yakup Hasibuan menyerahkan tanggung jawab lengkap atas rute, keamanan, dan keselamatan ke kapten kapal. Ia menegaskan tidak mungkin membahayakan keluarga, apalagi saat ada anak-anak termasuk putri Kyarra.
“Seandainya kami tahu bahwa ada larangan berlayar karena cuaca buruk sebelumnya, tentu aku dan keluarga tidak akan mengambil risiko,” tulisnya. Pernyataan ini diunggah setelah unggahan liburan viral pada Minggu lalu, yang langsung diminta klarifikasi banyak pihak.
Pengamatan Cuaca Relatif Baik dan Kapal Wisata Lain di Lokasi

Berdasarkan keterangan yang dibagikan Jessica, cuaca pada hari itu relatif baik sehingga banyak kapal wisata lain juga bersandar di Pulau Padar. Ia menyebut banyak turis dan kapal lain yang sudah naik ke destinasi Taman Nasional Komodo pada saat yang sama.
Observation ini menjadi bagian penyangga penjelasan bahwa rombongan bukan satu-satunya yang datang ke lokasi saat larangan berlaku. Jessica mengutip bahwa pelayaran ke Pulau Padar dibuka kembali pada 10 Agustus 2026 setelah kondisi laut membaik.
Bantahan Fitnah Soal Surat Edaran yang Sudah Diketahui
Jessica bantah keras tudingan yang mengatakan rombongan sudah tahu tentang surat edaran pembatasan. Ia menyebut itu fitnah dan tidak ada pemberitahuan dari kapten soal larangan tersebut.
“Perlu aku luruskan, bahwa sejak awal TIDAK ada pemberitahuan dari Captain bahwa ada larangan untuk berlayar ke Pulau Padar,” tulisnya. Jessica juga menyampaikan empati pada pelaku wisata dan agen yang kehilangan kesempatan karena ditunda sesuai maklumat DJPL.
Pelajaran untuk Kapten dan Stakeholder demi Keselamatan Penumpang
Jessica berharap kejadian ini jadi pembelajaran bagi seluruh stakeholder, terutama para kapten kapal, agar lebih terbuka menyampaikan kondisi pelayaran. Ia mendoakan semua terselamatkan dan berharap agar tidak terulang kesalahpahaman yang berujung kerugian.
Rangkuman Optimaise News mencatat bahwa ia menekankan pentingnya komunikasi jujur soal status cuaca dan larangan berlayar demi menjaga keamanan penumpang di kawasan Labuan Bajo.
Kaitan dengan Tindakan KSOP terhadap Kapal tanpa Surat Persetujuan Berlayar
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Labuan Bajo sudah mengumumkan akan memberi sanksi pada kapal yang membawa rombongan Jessica Mila dan Yakup Hasibuan serta Merdi Octav Sahetapy-Rama Sahetapy tanpa SPB. Kapal yang diduga mengangkut rombongan tersebut adalah Grand Maloekoe dan Neptune.
KSOP Kelas III Labuan Bajo berbasis pada prakiraan cuaca dari BMKG yang menyebabkan gelombang mencapai 2,6 meter dengan angin 26 knot, sehingga penerbitan SPB ditolak.







