Medan, Optimaise News – Dua bus saling menghantam di jalur utama Deir Az Zor, Damaskus, Sabtu 25 Juli 2026. Satu mengangkut personel keamanan dalam negeri, satu lagi penumpang sipil. Sedikitnya 35 orang tewas dan sekitar 30 lainnya luka dalam tragedi yang langsung disebut salah satu kecelakaan lalu lintas paling mematikan belakangan di Suriah.
Inti artikel
- Dua bus saling menghantam di jalur utama Deir Az Zor, Damaskus, Sabtu 25 Juli 2026
- Satu mengangkut personel keamanan dalam negeri, satu lagi penumpang sipil
- Rekaman di lokasi memperlihatkan salah satu kendaraan hangus terbakar di jalan raya sepanjang lebih dari 400 kilometer itu
Rekaman di lokasi memperlihatkan salah satu kendaraan hangus terbakar di jalan raya sepanjang lebih dari 400 kilometer itu. Helikopter militer segera dikerahkan. Insiden ini kembali menyoroti kondisi infrastruktur pascaperang yang sudah lama diabaikan.
Korban 35 Tewas dan 30 Luka di Jalur Deir Az Zor, Damaskus
Tabrakan terjadi di ruas yang menghubungkan wilayah timur dengan ibu kota. Bus personel keamanan dan bus sipil bertabrakan keras. Api menjalar cepat di salah satu unit hingga rangka hampir tak tersisa.
Petugas setempat mencatat korban tewas mencapai 35 jiwa. Sekitar 30 orang mengalami luka dengan derajat berbeda. Identitas lengkap masih dalam proses pendataan. Penyebab pasti tabrakan belum diketahui hingga kini.
Jalur itu menjadi urat nadi transportasi utama. Banyak warga dan petugas rutin melintas setiap hari. Kondisi jalan yang rusak memperbesar risiko saat kendaraan saling berpapasan dalam kecepatan tinggi.
Helikopter Militer Dikerahkan Evakuasi dari Lokasi Hangus

Tim penyelamat kesulitan menjangkau lokasi dengan cepat lewat darat. Helikopter militer pun dikerahkan untuk mengangkut korban tewas dan luka. Evakuasi dilakukan berulang kali dari titik yang masih berasap.
Beberapa korban luka parah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Puing-puing bus yang hangus masih memenuhi badan jalan. Petugas terus membersihkan area agar lalu lintas bisa dibuka kembali secara terbatas.
Operasi penyelamatan berlangsung sepanjang hari. Kehadiran helikopter mempercepat proses yang semula terhambat medan sulit dan jarak jauh dari pusat kota.
Menteri Darurat: Tragedi Jadi Peringatan Nasional
Raed Al Saleh, pejabat terkait urusan darurat, menyatakan insiden ini termasuk kecelakaan lalu lintas paling mematikan dalam waktu belakangan. Ia menekankan tanggung jawab bersama untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.
Pernyataan itu muncul di tengah duka nasional. Al Saleh mengingatkan bahwa keselamatan di jalan raya harus menjadi perhatian semua pihak. Ia juga menyoroti pentingnya penegakan aturan dan perbaikan fasilitas.
Respons resmi ini membuka ruang diskusi lebih luas soal kondisi transportasi di Suriah. Banyak pihak berharap langkah konkret segera menyusul setelah pernyataan tersebut.
Prioritas Perbaikan Jalan Timur Usai 15 Tahun Tanpa Perawatan
Direktur Transportasi Jalan Damaskus Moaz Najjar mengungkapkan instruksi prioritas perbaikan untuk ruas-ruas di wilayah timur. Banyak bagian jalan itu tidak mendapat perawatan memadai selama 15 tahun terakhir.
Najjar menjelaskan bahwa jalur Deir Az Zor, Damaskus termasuk yang paling mendesak. Kerusakan akibat konflik berkepanjangan membuat permukaan jalan penuh lubang dan retakan. Kondisi itu memperbesar kemungkinan kecelakaan fatal.
Pemerintah berencana mempercepat proyek rehabilitasi. Fokus diarahkan pada ruas yang menghubungkan kota-kota penting di timur. Langkah ini diharapkan mengurangi risiko bagi pengguna jalan sehari-hari.
Rekam Jejak Kecelakaan Maut: 2.000 Insiden dan Tragedi Sebelumnya
Data menunjukkan lebih dari 2.000 kecelakaan lalu lintas tercatat dari Januari hingga akhir September 2025. Angka itu menjadi salah satu penyebab utama kematian di jalan raya Suriah. Tragedi terbaru menambah daftar panjang korban.
Pada 2020, setidaknya 32 orang tewas ketika truk tangki bahan bakar menabrak dua bus di jalur Damaskus, Homs. Tahun lalu, 12 orang meninggal dalam tabrakan bus dengan truk tangki minyak. Di Daraa, bus peziarah juga pernah mengalami musibah serupa.
Rangkaian kejadian ini membentuk gambaran krisis infrastruktur yang belum pulih sepenuhnya. Jalan-jalan utama masih menyimpan ancaman. Perbaikan menyeluruh dan penegakan disiplin lalu lintas menjadi kebutuhan mendesak agar angka korban tidak terus bertambah.
Tragedi di Deir Az Zor, Damaskus mengingatkan bahwa rekonstruksi pascaperang tidak hanya soal bangunan, tetapi juga keselamatan warga di jalan. Tanpa langkah cepat, jalur-jalur seperti ini tetap berpotensi menjadi lokasi duka berikutnya.







