Jakarta Reuni Hitomi-Charles Usai 24 Tahun di Korea Utara

Juli 2004, Indonesia jadi titik netral reunifikasi Hitomi Soga dan Charles Jenkins dari Korea Utara. Megawati terima, tanpa ekstradisi AS.

Author Image

Adel

Jakarta Reuni Hitomi-Charles Usai 24 Tahun di Korea Utara

– Pada Juli 2004, keluarga Hitomi Soga dan Charles Jenkins bisa berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta setelah puluhan tahun di Korea Utara. Pemerintah Indonesia membuka ruang netral karena saat itu belum ada perjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat, sehingga desertir AS itu tidak langsung dicegat di Tokyo.

Inti artikel

  • Pada Juli 2004, keluarga Hitomi Soga dan Charles Jenkins bisa berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta setelah puluhan tahun di Korea Utara
  • Hitomi Soga, warga Jepang berusia 19 tahun, diculik dari Pulau Sado bersama ibunya Miyoshi pada Agustus 1978
  • Tiga laki-laki muncul di belakang, menaruh sesuatu di mulut dan semacam tas di kepala mereka

Optimaise News merangkum, mereka tiba 9 Juli 2004, bertemu Presiden Megawati Soekarnoputri pada 17 Juli, lalu terbang ke Jepang 20 Juli. Charles kemudian menjalani hukuman 25 hari usai mengaku desersi. Kisah ini kembali dibaca saat nama Korea Utara naik di tren pencarian, meski sudut militer terkini berbeda dari bab diplomatik RI.

Dari barak Pyongyang ke Bandara Soekarno-Hatta

Hitomi Soga, warga Jepang berusia 19 tahun, diculik dari Pulau Sado bersama ibunya Miyoshi pada Agustus 1978. Tiga laki-laki muncul di belakang, menaruh sesuatu di mulut dan semacam tas di kepala mereka. Ia yakin dipindah lewat perahu cepat, lalu kapal yang lebih besar, hingga sadar dirinya sudah bukan di Jepang.

Dua tahun pertama ia ditahan di barak militer tanpa tahu nasib ibunya. Pada 1980, pihak Korea Utara menjodohkannya dengan Charles Robert Jenkins, sersan AS yang menyeberangi Zona Demiliterisasi pada 1965. Pasangan itu punya dua putri. Charles membuat mainan dan perabot untuk anak-anak mereka di tengah pengawasan ketat rezim.

Pengakuan mantan pemimpin Korea Utara Kim Jong-il pada pertemuan puncak 2002 membuka jalan. Hitomi diizinkan kunjungan singkat ke Jepang, lalu memutuskan tinggal permanen. Suami dan putri-putrinya masih di Pyongyang hingga solusi transit disepakati di Jakarta.

Mengapa Jakarta dipilih, bukan Tokyo atau Seoul

Awal Juli 2004, Korea Utara dan Jepang setuju mempertemukan keluarga di Ibu Kota RI. Alasan utamanya praktis: Indonesia tidak memiliki kesepakatan ekstradisi tahanan dengan AS. Charles khawatir ditangkap militer AS bila langsung mendarat di Jepang.

Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda saat itu mengatakan mereka diperbolehkan tinggal sebulan, dan pemerintah fleksibel bila butuh waktu lebih lama. Fasilitas diatur otoritas Jepang. Kedatangan di Soekarno-Hatta 9 Juli disambut perwakilan Jepang dan pejabat Indonesia, dikalungi bunga, lalu dikawal ke hotel bintang lima.

Pada 17 Juli 2004, Presiden Megawati Soekarnoputri berbicara dengan Jenkins di hadapan jurnalis. Ia mengharapkan kesehatan Charles, yang berjalan dengan tongkat, segera membaik. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, peran transit RI menjadi jembatan singkat sebelum pemukiman permanen di Pulau Sado.

25 hari hukuman desersi Charles setelah tiba di Jepang

Pada 20 Juli 2004, Hitomi, Charles, dan dua putri terbang ke Jepang. Setelah negosiasi dengan otoritas AS, Jenkins mengaku bersalah atas desersi dan membantu musuh. Ia menjalani hukuman 25 hari, lalu keluarga diizinkan pindah permanen ke Sado pada tahun yang sama.

Putri-putri Hitomi belum pernah ke pulau itu sebelumnya, tetapi menurut ibu mereka, mereka langsung menyukai kampung halaman sang ibu. Charles meninggal di Jepang pada 2017. Hitomi tetap aktif mendorong pemulangan korban penculikan lainnya.

Kampanye Hitomi untuk Miyoshi yang masih hilang

Hitomi terus mengangkat nasib ibu Miyoshi, yang tidak dikonfirmasi statusnya oleh Korea Utara meski pengakuan 2002 menyebut 13 dari 17 warga Jepang diculik dan lima di antaranya masih hidup. Ia berharap keteguhannya memberi semangat, jika ibunya masih hidup di manapun berada.

Ia mengingat perjumpaan pertama dengan Charles di hari hujan: khawatir dan gugup. Meski pernikahan dipaksakan, ia menyayangi suami yang merawat anak-anak. Rutinitas di Pyongyang sepi. Tidak ada konser atau bioskop, hanya rasa takut harian yang sedikit dilunakkan oleh kehadiran keluarga.

Konteks 17 warga Jepang diculik 1977-1983

Pemerintah Jepang mengidentifikasi setidaknya 17 warganya diculik antara 1977 dan 1983. Korban diduga dipakai sebagai “buku teks hidup” agar agen intelijen Korea Utara belajar bahasa dan perilaku masyarakat Jepang. Hitomi sendiri tidak yakin apakah ia target khusus atau acak.

Isu Korea Utara kembali ramai di media karena jalur militer lain: kecaman atas buku putih pertahanan Jepang 2026, klaim Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky soal rencana penempatan 30 ribu hingga 50 ribu warga Korea Utara di wilayah Rusia, serta latihan Ulchi Freedom Shield AS-Korsel mulai 17 Agustus selama 11 hari. Frasa presiden korea utara kerap muncul di liputan global, meski figur puncak berpindah generasi.

Bendera korea utara dan wacana konfrontasi kawasan sering menempel di berita hangat. Sejarah penculikan dan mediasi Jakarta 2004 tetap relevan bagi pembaca RI: satu episode di mana ibu kota Indonesia jadi pelabuhan aman bagi reunifikasi, bukan arena perang. Topik iran vs korea utara atau tim nasional sepak bola korea utara di pencarian lain adalah jalur terpisah dari kasus Soga-Jenkins.

FAQ
Mengapa reunifikasi dilakukan di Jakarta?
Agar Charles Jenkins, desertir AS, tidak langsung berhadapan dengan penangkapan di Jepang. Indonesia belum punya perjanjian ekstradisi dengan AS, dan Menlu Hassan Wirajuda membuka opsi tinggal sebulan.
Kapan keluarga tiba dan kapan berangkat ke Jepang?
Mereka mendarat di Soekarno-Hatta 9 Juli 2004, bertemu Megawati 17 Juli, lalu terbang ke Jepang 20 Juli 2004. Charles menjalani 25 hari hukuman usai mengaku desersi.
Berapa warga Jepang yang diidentifikasi diculik?
Minimal 17 warga antara 1977 dan 1983. Pada 2002, Kim Jong-il mengakui 13 kasus; lima disebut masih hidup. Nasib Miyoshi, ibu Hitomi, tidak dikonfirmasi.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.