Israel Tangkap 70 Warga Palestina Usai Serangan Dekat Havat Gilad

Israel tangkap 70 warga Palestina di Tepi Barat usai serangan Havat Gilad. Rumah disita jadi pusat interogasi, Netanyahu perintah operasi, PBB sebut pogrom.

Author Image

Adel

Israel Tangkap 70 Warga Palestina Usai Serangan Dekat Havat Gilad

Pasukan Israel menangkap sedikitnya 70 warga Palestina dalam gelombang penggerebekan di Tepi Barat pada Sabtu 25 Juli 2026. Operasi itu menyusul serangan dekat permukiman Havat Gilad sehari sebelumnya yang menewaskan dua tentara Israel dan empat warga Palestina di desa Tal.

Inti artikel

  • Pasukan Israel menangkap sedikitnya 70 warga Palestina dalam gelombang penggerebekan di Tepi Barat pada Sabtu 25 Juli 2026
  • Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersama Menteri Keamanan Israel Katz memerintahkan aksi militer berskala besar di desa-desa Palestina
  • Penembakan terjadi dekat Havat Gilad dan desa Tal di barat daya Nablus pada Jumat 24 Juli 2026

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersama Menteri Keamanan Israel Katz memerintahkan aksi militer berskala besar di desa-desa Palestina. Rantai eskalasi dari penembakan, sita rumah jadi pusat interogasi lapangan, hingga serangan pemukim dan desakan embargo PBB dirangkum Optimaise News dari berbagai laporan lapangan.

Serangan Pemicu di Desa Tal dan Korban di Kedua Sisi

Penembakan terjadi dekat Havat Gilad dan desa Tal di barat daya Nablus pada Jumat 24 Juli 2026. Dua tentara Israel tewas sementara tiga lainnya luka. Empat warga Palestina tewas di lokasi yang sama.

Lebih dari 40 pemuda langsung ditangkap di desa Tal. Fokus awal militer Israel terpusat di sana karena lokasi penembakan. Ketegangan melonjak cepat di kawasan Nablus setelah insiden itu.

Korban ganda di kedua belah pihak jadi pemicu utama eskalasi. Laporan setempat menyebut situasi desa memanas dalam hitungan jam. Warga sipil di sekitar Tal jadi sasaran pertama razia.

Gelombang Penggerebekan dari Nablus hingga Jericho dan Ramallah

Gelombang Penggerebekan dari Nablus hingga Jericho dan Ramallah
Ilustrasi Gelombang Penggerebekan dari Nablus hingga Jericho dan Ramallah.

Penggerebekan meluas ke sejumlah kegubernuran setelah penangkapan massal di Tal. Pasukan Israel menyisir Jenin, Tubas, Qalqilya, Jericho, dan Ramallah-el-Bireh. Minimal 70 warga Palestina ditangkap di Tepi Barat dalam rangkaian aksi Sabtu itu.

Di Far’ata timur Qalqilya sedikitnya delapan orang luka. Kamp Aqbat Jabr di Jericho dan desa Kobar di wilayah Ramallah juga digerebek. Puluhan rumah disisir dan pemuda serta mantan tahanan jadi target utama.

Rangkaian razia ini menghubungkan titik-titik dari utara hingga selatan Tepi Barat. Banyak warga Palestina ditangkap dalam operasi serentak yang berlangsung semalam. Data penahanan terus bertambah seiring konvoi militer bergerak.

Rumah Warga Disita, Kendaraan Militer Masuk Tubas dan Kamp Pengungsi

Rumah Warga Disita, Kendaraan Militer Masuk Tubas dan Kamp Pengungsi
Ilustrasi rumah Warga Disita, Kendaraan Militer Masuk Tubas dan Kamp Pengungsi.

Sebuah rumah di desa Tal disita dan diubah menjadi pusat interogasi lapangan. Puluhan rumah lain digerebek dengan kerusakan properti. Pasukan Israel menggunakan lokasi itu untuk menahan dan memeriksa warga setempat.

Konvoi militer besar memasuki Tubas dan bertahan sekitar tiga jam. Mereka lalu bergerak ke Kamp Far’a. Kendaraan lapis baja memenuhi jalan menuju kamp pengungsi tersebut.

Warga setempat melaporkan pengepungan ketat di sekitar rumah-rumah yang disita. Akses keluar masuk dibatasi selama operasi berlangsung. Situasi di Tubas dan Far’a memburuk akibat kehadiran pasukan dalam jumlah besar.

Perintah Operasi Besar Netanyahu-Katz serta Serangan Pemukim

Netanyahu dan Katz secara eksplisit memerintahkan operasi militer berskala besar di desa-desa Palestina se-Tepi Barat. Instruksi itu keluar usai serangan dekat Havat Gilad. Tujuannya memperluas jangkauan penahanan dan kontrol wilayah.

Pemukim Israel menyerang komunitas Palestina di wilayah Nablus. Mereka membakar rumah dan properti warga. Serangan balasan sipil ini menambah korban material di luar aksi militer resmi.

Kombinasi perintah pejabat tinggi dan kekerasan pemukim memperpanjang rantai eskalasi. Beberapa desa di Nablus mengalami kerusakan parah akibat pembakaran. Ketegangan antara pemukim dan warga lokal meningkat tajam.

Pelapor Khusus PBB Sebut Pogrom dan Desak Embargo Senjata

Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina, menyebut serangan terhadap sipil Palestina sebagai pogrom. Ia mendesak embargo senjata penuh terhadap Israel. Albanese juga meminta negara-negara hentikan hubungan perdagangan terkait konflik.

Pernyataan itu muncul di tengah gelombang penangkapan dan kekerasan pemukim. Desakan embargo menyoroti dampak kemanusiaan di Tepi Barat. Optimaise News mencatat reaksi internasional ini jarang muncul dalam liputan harian penangkapan biasa.

Bagi pembaca di Indonesia, seruan Albanese memberi konteks lebih luas soal rantai kekerasan 24-25 Juli 2026. Dari serangan Havat Gilad hingga razia multi-kota, pola eskalasi terlihat utuh. Desakan pemutusan perdagangan menambah dimensi politik global pada peristiwa lokal tersebut.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.