Pelatih baru Liverpool Andoni Iraola menegaskan niat menahan Alexis Mac Allister di Anfield. Keputusan tegas itu diambil di tengah tautan Real Madrid, valuasi tinggi klub, serta spekulasi pasca penampilan di final Piala Dunia 2026.
Inti artikel
- Pelatih baru Liverpool Andoni Iraola menegaskan niat menahan Alexis Mac Allister di Anfield
- Keputusan tegas itu diambil di tengah tautan Real Madrid, valuasi tinggi klub, serta spekulasi pasca penampilan di final Piala Dunia 2026
- Iraola menilai gelandang Argentina berusia 27 tahun sebagai salah satu pemain terbaik musim lalu
Iraola menilai gelandang Argentina berusia 27 tahun sebagai salah satu pemain terbaik musim lalu. Klub merespons dengan memasang harga 85 juta paun dan memanfaatkan sisa kontrak dua tahun agar posisi tawar tetap solid di bursa transfer.
Iraola Tegaskan Mac Allister Masih Dibutuhkan
Andoni Iraola tak ragu menyatakan Alexis Mac Allister masih sangat dibutuhkan di skuad The Reds. Pelatih asal Spanyol itu melihat kontribusi gelandang tengah berpengalaman ini tak mudah digantikan di sistem permainan Liverpool.
Menurut Iraola, Mac Allister telah membuktikan diri sebagai pemain kunci sepanjang musim sebelumnya. Dia memberikan keseimbangan ideal antara kemampuan bertahan dan kreativitas dalam membangun serangan dari lini tengah.
Peran Mac Allister di ruang tengah dianggap penting untuk adaptasi pemain-pemain baru yang akan datang. Iraola tak ingin kehilangan pengalaman dan kualitas di posisi krusial itu.
Sikap tegas pelatih baru ini meredam spekulasi yang beredar di kalangan suporter. Termasuk rumor bahwa Mac Allister sempat memberi tahu rekan-rekan di timnas Argentina bahwa dia sudah menjalani laga terakhir bersama Liverpool.
Kontrak Dua Tahun dan Tautan Real Madrid

Alexis Mac Allister masih terikat kontrak dua tahun dengan Liverpool. Status ikatan itu hingga 2028 memberi fondasi kokoh bagi klub untuk menahan minat dari klub-klub besar Eropa.
Namun tautan dengan Real Madrid terus muncul dan menguat di media. Klub raksasa La Liga digosipkan mengincar gelandang Piala Dunia itu guna memperkuat lini tengah mereka di musim mendatang.
Iraola menanggapi isu tautan tersebut dengan tenang dan profesional. Dia lebih memilih fokus pada persiapan pramusim dan rencana internal ketimbang bereaksi berlebihan terhadap spekulasi transfer yang belum terbukti.
Valuasi 85 Juta Paun Jadi Benteng Liverpool

Liverpool dikabarkan memasang valuasi 85 juta paun untuk Alexis Mac Allister. Angka tinggi itu menjadi benteng utama yang melindungi pemain andalan dari godaan klub lain di bursa transfer.
Valuasi ini disatukan dengan penegasan Iraola yang ingin mempertahankan Mac Allister di Anfield. Kombinasi keduanya memberi gambaran utuh posisi tawar Liverpool: pelatih mendukung dan harga pasar mengunci peluang hengkang.
Dengan harga 85 juta paun, Real Madrid atau klub mana pun harus mengeluarkan dana sangat besar. Hal itu membuat kemungkinan Mac Allister pindah semakin tipis, sejalan dengan keinginan pelatih untuk menjaga pilar inti.
Angka 85 juta paun mencerminkan apresiasi klub terhadap kontribusi Mac Allister sejauh ini. Ini juga sinyal bahwa Liverpool tak akan mudah melepas aset berharga mereka.
Performa Piala Dunia Memicu Minat Klub Lain
Penampilan Alexis Mac Allister di final Piala Dunia 2026 memicu minat serius dari klub-klub besar. Gelandang Argentina itu tampil impresif dan solid, sehingga menarik perhatian Real Madrid serta pihak-pihak lain.
Usai turnamen bergengsi itu, spekulasi transfer kian kencang beredar. Ada desas-desus bahwa Mac Allister memberi tahu rekan timnas soal kemungkinan bahwa momennya di Liverpool sudah berakhir.
Namun kontras jelas terlihat dari sikap pelatih. Iraola meredam spekulasi tersebut dengan penegasan kuat bahwa Mac Allister tetap dibutuhkan dan menjadi bagian rencana jangka panjang klub.
Minat itu wajar mengingat kualitas yang ditunjukkan di panggung dunia. Namun Liverpool di bawah Iraola siap mempertahankan aset terbaik mereka.
Prioritas Iraola: Datangkan Pemain, Bukan Melepas Pilar
Prioritas Andoni Iraola di bursa transfer adalah datangkan pemain baru, bukan melepas pilar. Dia lebih menantikan rekrutan berkualitas yang bisa memperkuat skuad ketimbang kehilangan sosok andalan seperti Mac Allister.
Dia menekankan pentingnya menjaga stabilitas inti skuad sambil menambah opsi di beberapa posisi. Melepas Mac Allister justru berisiko mengganggu chemistry yang sudah terbangun.
Gelandang berusia 27 tahun itu masuk kategori pemain yang ingin dipertahankan. Iraola menilai Mac Allister cocok dengan gaya permainan yang akan diterapkan di Anfield pada musim mendatang.
Dengan fokus tunggal pada masa depan Mac Allister, konteks tidak terpecah ke isu lain. Kontrak tersisa, valuasi 85 juta paun, serta dukungan pelatih membentuk paket utuh yang sulit ditembus minat eksternal.
Liverpool siap menghadapi musim panas ini dengan posisi tawar kuat. Iraola yakin gelandang Argentina bisa terus berkontribusi dan membantu The Reds mengejar target-target besar di kompetisi domestik maupun Eropa.







