Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC lewat media pemerintah Teheran pada Selasa 21 Juli 2026 menyatakan telah meluncurkan rudal jelajah menuju infrastruktur pusat data milik Amazon di Bahrain. Mereka menegaskan fasilitas itu hancur dalam operasi yang digambarkan sebagai balasan langsung atas aksi militer Amerika Serikat terhadap PLTN Darkhovin di barat daya Iran yang belum selesai dibangun.
Inti artikel
- Target tambahan yang disebut mencakup perangkat pertahanan udara AS beserta instalasi pemantau radar di kawasan Muharraq dan Riffa
- Pejabat Bahrain dan AS juga belum merilis konfirmasi resmi
- Optimaise News mencatat klaim tersebut berdiri sendiri tanpa dukungan bukti dari sumber netral manapun
Target tambahan yang disebut mencakup perangkat pertahanan udara AS beserta instalasi pemantau radar di kawasan Muharraq dan Riffa. Amazon menolak berkomentar. Pejabat Bahrain dan AS juga belum merilis konfirmasi resmi. Optimaise News mencatat klaim tersebut berdiri sendiri tanpa dukungan bukti dari sumber netral manapun.
Region AWS me-south-1 Sudah Offline Berbulan-bulan
Dasbor kesehatan publik Amazon Web Services menampilkan wilayah Timur Tengah berkode me-south-1 sebagai tidak tersedia. Kondisi offline ini sudah berlangsung berbulan-bulan. Rentetan serangan sebelumnya memaksa layanan cloud di Bahrain berhenti beroperasi jauh sebelum pengumuman 21 Juli.
Pembaruan publik terakhir AWS mengenai kondisi me-south-1 diunggah 30 April. Sejak tanggal itu tidak ada penjelasan tambahan di kanal resmi. Keadaan ini membuat dampak nyata klaim tembakkan rudal terbaru sulit diukur karena region sudah tidak aktif lama sebelumnya.
Banyak layanan yang bergantung pada kapasitas di Bahrain harus dialihkan ke region cloud lain. Detail migrasi pelanggan tetap tidak diungkapkan secara terbuka. Publik hanya bisa merujuk status dasbor yang sudah lama merah.
Balasan atas Serangan ke Darkhovin dan Sasaran Ganda

Iran menempatkan aksi itu sebagai respons atas serangan AS ke fasilitas nuklir Darkhovin. PLTN tersebut terletak di barat daya dan masih dalam proses konstruksi. Teheran menilai langkah Washington melanggar kedaulatan sehingga memicu balasan terhadap aset digital di Teluk.
Selain pusat data, rudal data center yang disebut juga diarahkan ke sistem radar serta pertahanan udara di dua kawasan Bahrain. Detail teknis jalur peluncuran atau jenis hulu ledak tidak dijabarkan media pemerintah Iran. Tanpa citra satelit atau laporan saksi lapangan, skala kerusakan tetap spekulatif.
Pernyataan IRGC menekankan operasi bertujuan melindungi kedaulatan. Mereka menautkan serangan ke Darkhovin dengan keputusan menarget infrastruktur digital AS. Narasi Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Data Center Amazon menyebar cepat di media sosial meski verifikasi masih kosong.
Peringatan April ke Raksasa Teknologi dan Proyek Stargate

Pada April IRGC mengeluarkan peringatan keras terhadap beberapa raksasa teknologi Amerika. Daftar yang disebut mencakup Nvidia, Microsoft, Intel, Apple, Google, Meta, serta Oracle. Setelah itu perhatian mereka beralih ke pusat data AI Stargate di Uni Emirat Arab dengan nilai investasi sekitar 30 miliar dolar AS.
Rangkaian peringatan itu memperlihatkan pola penargetan infrastruktur digital Barat di kawasan. Klaim serangan ke data center amazon di Bahrain menjadi kelanjutan narasi yang sama. Amazon tetap bungkam dan tidak ada pembaruan status layanan baru terkait me-south-1.
Proyek Stargate menjadi sorotan karena skala investasinya besar. IRGC menyinggung fasilitas tersebut dalam rangkaian peringatan April. Fokus Teheran terlihat mengarah ke infrastruktur AI dan cloud milik perusahaan Barat di Timur Tengah. Optimaise News terus memantau apakah status region berubah.







