Inter Milan akhirnya mendapat bek sayap baru yang akan menggantikan Denzel Dumfries. Lima minggu setelah bek asal Belanda itu resmi pindah ke Real Madrid pada 5 Juli 2026, raksasa Liga Serie A tersebut mengumumkan kedatangan Djed Spence dari Tottenham Hotspur.
Inti artikel
- Inter Milan akhirnya mendapat bek sayap baru yang akan menggantikan Denzel Dumfries
- Seperti Federico Dimarco di sisi kiri, Dia praktis tidak tergantikan di kanan
- Real Madrid mengaktifkan klausul pelepasan yang bernilai 20 juta euro
Kepergian Denzel Dumfries dan Strategi Isi Lubang
Denzel Dumfries, pemain 30 tahun yang punya 76 caps untuk Timnas Belanda dan mencetak 11 gol, menjadi bek sayap kanan yang sulit diganti di skema formasi 3-5-2 milik Inter. Seperti Federico Dimarco di sisi kiri, Dia praktis tidak tergantikan di kanan.
Real Madrid mengaktifkan klausul pelepasan yang bernilai 20 juta euro. Kontrak mereka selama empat tahun menyusul ketekunan Dumfries selama hampir tiga musim di Milan.
Rincian Kontrak dan Proses Rekrutmen Djed Spence

Inter Milan setuju membayar 30 juta euro ditambah bonus 5 juta euro dan klausul 10 persen nilai penjualan bagi Tottenham Hotspur. Bek asal Inggris itu ditandatangani hingga 2031 dengan gaji rata-rata 3 juta euro per musim.
Penandatanganan dilakukan pada 13 Agustus 2026, tepat lima minggu setelah Dumfries pergi. Proses rekrutmen dilakukan secara diam-diam untuk menghindari bersaing dengan klub lain.
Profil Pemain Djed Spence di Balik Penandatanganan
Djed Spence berusia 26 tahun dan berpengalaman dengan kedua klub utama di Inggris. Ia datang ke Inter melalui Tottenham Hotspur pada musim panas 2025 dan kini bisa langsung menyesuaikan diri dengan sistem pelatih Cristian Chivu.
Pemain yang dibesarkan di akademi Chelsea ini dinilai mampu mengisi posisi yang ditinggalkan Dumfries tanpa harus kehilangan ritme.
Mengapa Inter Milan Butuh Rekrutan Segera
Kepergian Dumfries menimbulkan risiko ketidakstabilan di sisi kanan. Inter Milan harus cepat mencari pengganti agar formasi 3-5-2 tetap terkendali dalam musim liga mendatang.
Belanja stabil menjadi prioritas pelatih kepala tersebut yang sudah menerima hadiah John Stones dari Manchester City, tetapi tetap memprioritaskan pemain kunci di sayap kanan.
Kontrast dengan Target Transfer Lain yang Gagal
Upaya mendatangkan Marco Palestra dari Atalanta-Cagliari dan Anan Khalili dari Union SG sempat dikritik oleh Criviu yang menekankan agar tidak terburu-buru membeli pemain top.
Berbeda dengan ekspektasi semula, spesialisasi posisi dan kemampuan adepsi menjadi kunci utama. Djed Spence akhirnya berhasil mengisi lubang tanpa meninggalkan uang tersisa di kantong Inter Milan.
Optimaise News merangkum bahwa langkah ini menunjukkan pendekatan pragmatis klub milan itu dalam bursa transfer musim panas 2026.







