Serang, Optimaise News – Inter Milan meraih kebangkitan mendadak lewat brace Andy Diouf di injury time. Tim itu menutup tur pramusim Jerman dengan comeback tipis 2-1 atas Karlsruher di Wildparkstadion. Pertandingan digelar Minggu 26 Juli 2026 sore waktu setempat. Hasil positif ini jadi penutup manis di tanah Jerman.
Inti artikel
- Inter Milan meraih kebangkitan mendadak lewat brace Andy Diouf di injury time
- Tim itu menutup tur pramusim Jerman dengan comeback tipis 2-1 atas Karlsruher di Wildparkstadion
- Pertandingan digelar Minggu 26 Juli 2026 sore waktu setempat
Kemenangan datang meski duo penyerang utama absen pasca Piala Dunia 2026. Lautaro Martinez dan Marcus Thuram belum bergabung. Inter andalkan Pio Esposito di lini serang untuk hadapi tantangan. Absensi bintang diuji langsung di laga uji coba.
Skuad Inter Belum Penuh Usai Piala Dunia
Skuad Inter Milan belum penuh usai Piala Dunia 2026. Lautaro Martinez dan Marcus Thuram masih istirahat karena baru tampil di turnamen besar. Kondisi ini bikin pelatih harus rotasi pemain. Formasi disesuaikan agar tetap solid.
Inter mengandalkan Pio Esposito sebagai ujung tombak. Laga ini statusnya uji coba kedua musim panas setelah kemenangan telak 16-0 versus SV Aasen. Tanpa duo penyerang terbaik, kesulitan menembus pertahanan lawan terus terasa. Esposito jadi tumpuan utama di depan.
Ketergantungan penuh pada Esposito terlihat di babak pertama. Kedua tim main hati-hati dan skor tetap 0-0 hingga istirahat. Pemain cadangan harus siap ambil peran lebih besar. Lini tengah jaga keseimbangan permainan.
Persiapan fisik jadi fokus awal tur. Inter manfaatkan laga ini untuk uji opsi cadangan. Mereka jaga stamina jelang agenda padat.
Karlsruher Buka Keunggulan di Awal Babak Kedua
Babak pertama berakhir imbang tanpa gol di Wildparkstadion. Inter dan Karlsruher saling jaga di tengah lapangan. Peluang berbahaya jarang muncul. Kedua gawang relatif aman dari ancaman serius.
Awal babak kedua, Karlsruher buka keunggulan. Civeja cetak gol pembuka di menit 50. Gol itu bikin tuan rumah unggul 1-0 dan Inter harus kejar. Tekanan mental naik bagi pihak tamu.
Nerazzurri tingkatkan intensitas serangan. Mereka dorong lebih banyak bola ke depan. Tekanan ditingkatkan demi samakan kedudukan sebelum usai. Sisa waktu jadi sangat krusial bagi Inter.
Karlsruher bertahan rapi setelah unggul. Mereka coba jaga keunggulan tipis. Inter terus cari celah di pertahanan lawan.
Aksi Ganda Diouf Balikkan Skor dalam Tiga Menit

Andy Diouf tampil heroik di injury time. Dia samakan skor menit 91 lewat sepakan voli di kotak penalti. Gol itu bawa skor kembali imbang 1-1. Momentum beralih ke sisi Inter.
Tiga menit kemudian Diouf cetak gol kemenangan. Tembakan melengkung dari luar kotak penalti meluncur ke pojok atas. Brace dalam tiga menit balikkan skor jadi 2-1 untuk Inter. Aksi cepat itu sangat decisive.
Aksi ganda Diouf jadi solusi darurat di tengah absensi bintang. Peran dia krusial bawa tim menang di penutup tur. Sorak penonton mengiringi kebangkitan mendadak itu. Diouf tunjukkan kesiapan fisik bagus di momen penting.
Brace ini tunjukkan kualitas individu. Inter bangkit dari posisi sulit. Kemenangan tipis tetap berharga untuk moral.
Penutup Tur Jerman dan Agenda Asia Berikutnya
Kemenangan 2-1 menutup tur pramusim Inter di Jerman. Sebelumnya mereka kalahkan SV Aasen 16-0. Rangkaian laga di Jerman selesai dengan hasil positif. Persiapan tahap awal berjalan sukses.
Selanjutnya Inter terbang ke Hong Kong lawan Manchester City dan AC Milan. Lalu mereka jumpa Juventus di Perth. Sintesis timeline dari Jerman ke Asia tunjukkan persiapan bertahap. Agenda padat menanti di depan.
Brace Diouf di laga terakhir beri boost morale. Inter siap hadapi agenda lebih berat di Asia. Musim baru makin dekat setelah tur pramusim ini. Fokus beralih ke kompetisi resmi segera.
Timeline utuh bantu pembaca pahami alur persiapan. Dari kemenangan besar ke comeback tipis, Inter bangun ritme. Mereka siap hadapi lawan elite berikutnya.







