Indah Permatasari menempatkan kedekatan setara dengan anak di atas otoritas kaku dalam filosofi pengasuhannya. Kesadaran celah generasi yang akan dihadapi kelak menjadi pendorong utama pilihannya tersebut.
Wawancara digelar di XXI Plaza Senayan pada Sabtu 18 Juli 2026. Saat itu ia mengenakan busana gelap sambil menjelaskan peran ibu yang mencakup rasa aman dan nyaman, bukan sekadar mengasuh. Liputan Optimaise News dari lokasi itu menangkap penekanannya pada pendekatan non-dominan.
Visi Ibu yang Berteman, Bukan Menguasai
Indah Permatasari memandang dirinya kelak sebagai ibu yang berteman akrab dengan anak. Visi ini menolak posisi menguasai secara penuh.
Kedekatan setara menurutnya membuka ruang dialog yang jujur. Anak merasa didukung tanpa tekanan hierarki yang kaku.
Ia menekankan bahwa menjadi sahabat tidak berarti melepaskan tanggung jawab. Justru status orangtua tetap dijalankan dengan kelembutan.
Dalam keseharian, visi itu lahir dari pengamatan nyata terhadap kebutuhan emosional anak kecil. Pendekatan ini membuat hubungan terasa hidup dan saling menghargai.
Optimaise News mencatat bahwa Indah ingin anaknya melihat orangtua sebagai tempat pulang yang nyaman. Dominasi berlebih justru bisa menjauhkan rasa percaya.
Celaka Generasi: Alasan Indah Menolak Pola Dominan

Celah generasi menjadi alasan kuat Indah menolak pola asuh yang menekan. Ia sadar dunia anaknya kelak akan sangat berbeda dari masa kini.
Generasi mereka menghadapi tantangan teknologi dan nilai yang bergerak cepat. Pola dominan dianggap berisiko menciptakan jarak emosional.
Indah memilih menghindari tekanan agar anak tetap reseptif. Menurutnya, dominasi berlebih hanya memicu penolakan diam-diam.
Kesadaran ini membuatnya lebih berhati-hati merancang batasan. Ia ingin arahan diterima karena rasa percaya, bukan rasa takut.
Pola asuh yang kaku dinilai kurang relevan untuk masa depan. Pendekatan setara dianggap lebih tahan lama menghadapi perbedaan zaman.
Dari Rumah ke Layar: Sisi Keibuan yang Muncul Tanpa Latihan Khusus

Pengalaman membesarkan anak kecil membuat sisi keibuan Indah muncul alami saat akting. Ia merasa tak perlu pendalaman khusus untuk karakter ibu.
Kehidupan sehari-hari dengan anak sudah cukup menjadi bekal. Peran Santun di film Ibadah dan Cinta terbantu statusnya sebagai ibu nyata.
Chemistry dengan tokoh anak di layar terasa lebih cair. Status ibu membantu menangkap detail kehangatan tanpa riset ekstra.
Dari rumah ke lokasi syuting, transisi itu berlangsung mulus. Indah mengaku karakter ibu terasa pas karena sudah dijalani setiap hari.
Pengalaman pribadi itu menjadi fondasi yang kuat. Tak ada latihan formal yang diperlukan untuk menampilkan keibuan yang tulus.
Kehangatan sebagai Kunci Agar Anak Mau Mendengar
Pendekatan hangat dinilai Indah jauh lebih efektif daripada tekanan. Anak menjadi lebih reseptif ketika merasa aman dan nyaman.
Rasa happy membuat mereka mau mendengar arahan dengan sukarela. Kehangatan menciptakan ruang di mana pesan orangtua diterima tanpa perlawanan.
Ia menekankan bahwa rasa aman adalah fondasi utama. Tanpa itu, bahkan niat baik bisa ditolak anak.
Kehangatan juga menjaga komunikasi tetap terbuka. Anak lebih mudah menyampaikan isi hati kepada orangtua yang bersahabat.
Dalam praktik, kunci ini diwujudkan lewat perhatian konsisten. Hasilnya, arahan terasa seperti ajakan bersama bukan perintah sepihak.
Batas Tipis Antara Sahabat dan Orangtua yang Masih Dipegang
Indah tetap menjaga batas tipis antara sahabat dan orangtua. Ia menolak dominasi berlebih namun tak melepaskan peran pengasuhan.
Status orangtua dijalankan dengan menciptakan rasa aman. Batasan tetap ada agar anak memahami nilai dan arah hidup.
Menjadi sahabat tidak berarti menghapus otoritas yang sehat. Justru keseimbangan itu yang ia pegang teguh.
Batas tersebut membuat hubungan tetap jelas. Anak tahu kapan saat bermain dan kapan saat mendengarkan nasihat.
Filosofi ini menurutnya berkelanjutan untuk jangka panjang. Kedekatan setara plus batasan lembut menjadi resep yang ia yakini.
Tanya Jawab Filosofi Pengasuhan Indah Permatasari
Mengapa Indah Permatasari ingin jadi sahabat untuk anaknya?
Ia sadar generasi anak akan sangat berbeda sehingga kedekatan setara lebih efektif daripada otoritas kaku. Pendekatan itu mendorong anak tetap reseptif.
Apakah pengalaman menjadi ibu memengaruhi perannya di film Ibadah dan Cinta?
Ya. Pengalaman membesarkan anak kecil membuat sisi keibuan muncul alami tanpa pendalaman khusus. Chemistry dengan tokoh anak juga terbantu statusnya sebagai ibu.
Bagaimana cara Indah menjaga agar anak mau mendengar arahan?
Melalui kehangatan yang menciptakan rasa aman dan nyaman. Anak lebih happy dan reseptif dibanding saat mendapat tekanan dominan.







