Hukum Menoleh Saat Salam: Kanan Wajib, Kiri Sunnah

Menoleh kanan saat salam penutup berstatus wajib, ke kiri sunnah. Sapaan ditujukan ke malaikat amal, jin, dan jamaah agar pesan damai tersampaikan.

Author Image

Nurul

Hukum Menoleh Saat Salam: Kanan Wajib, Kiri Sunnah

Gerakan menoleh ke dua arah saat penutup salat berfungsi ganda: menyapa malaikat pencatat amal sekaligus menyalurkan doa keselamatan ke jamaah di samping. Bacaan salam sendiri masuk empat bacaan rukun salat, bersama takbiratul ihram, Al-Fatihah, serta tasyahud dan shalawat.

Menurut pantauan Optimaise News, penekanan para ulama bukan hanya pada redaksi assalamualaikum warahmatullah, tetapi pada niat dan arah pandang yang memuat makna sosial serta spiritual. Berikut rangkuman makna, status hukum, dan landasan riwayatnya.

Siapa yang dituju ucapan salam di akhir ibadah

Dalam buku Rahasia Shalatnya Orang-orang Makrifat susunan Imam Al-Ghazali, salam pertama diarahkan kepada malaikat yang berada di sisi kanan dan kiri. Itu karena dua malaikat pencatat amal hadir selama salat berlangsung.

Salam berikutnya mencakup seluruh makhluk di sekeliling orang yang salat. Syekh Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Muin menegaskan niat itu berlaku bagi imam, makmum, maupun yang salat sendirian.

Yang dimaksud makhluk di samping meliputi jamaah manusia, malaikat, hingga jin yang beriman. Menoleh menjadi isyarat respons, bukan sekadar gerakan formal penutup rakaat.

Bedanya status hukum menoleh kanan dan kiri

Bedanya status hukum menoleh kanan dan kiri

Mengucap salam sambil menoleh ke kanan berstatus wajib sebagai tanda penutup salat. Tanpa penutup ini, rangkaian ibadah belum dianggap selesai secara syar’i.

Menoleh ke kiri berstatus sunnah. Optimaise News merangkum bahwa pembedaan ini tetap mempertahankan kesatuan gerakan, hanya beda bobot hukum di tiap sisi.

Praktik umum tetap menganjurkan kedua arah agar pesan damai dan niat kepada makhluk di kiri tidak hilang. Keduanya saling melengkapi dalam adab penutup.

Pesan damai yang menyebar lewat gerakan kepala

H Ahmad Zacky El-Syafa dalam Nikmatnya Ibadah menjelaskan bahwa menoleh ke samping membuat orang di dekat kita merasa damai dengan kehadiran kita. Doa keselamatan dan rahmat Allah disampaikan secara visual, bukan hanya lisan.

Arti assalamualaikum warahmatullah adalah semoga keselamatan dan rahmat Allah tetap tercurah kepada kalian. Gerakan kepala membawa doa itu ke jamaah kanan dan kiri secara merata.

Fungsi sosial ini melampaui formalitas ritual. Ia menjadi isyarat kasih sayang antarjamaah usai berdiri di barisan yang sama.

Landasan riwayat tentang salam kepada malaikat dan mukmin

Hadits dari Ali bin Abi Thalib RA dan Samurah bin Jundub RA memperkuat arah niat tersebut. Diriwayatkan: “Nabi itu pernah salat sebelum Asar sebanyak empat rakaat yang dipungkasi dengan bacaan salam terhadap malaikat yang selalu mendekatkan diri pada Allah, muslim, dan mukmin.” (HR Abu Daud)

Riwayat lain menyatakan: “Rasulullah memerintahkan kami untuk menjawab salam imam, dan saling berkasih sayang, dan saling menjawab salam satu sama lain.” (HR Abu Daud)

Kedua nash itu menempatkan penutup salat sebagai titik temu antara hubungan vertikal dengan Allah dan hubungan horizontal sesama makhluk. Menoleh adalah wujud nyata perintah saling menyapa.

Kaitan arah kanan dengan kelompok yang selamat di akhirat

Arah kanan dihubungkan dengan tanggung jawab sosial dan gambaran ash-hab al-yamin, kelompok yang kelak memperoleh keselamatan di akhirat. Itulah salah satu alasan bobot wajib diletakkan di sisi kanan.

Sisi kiri dikaitkan dengan ash-hab al-syimal. Salam ke arah itu menjadi isyarat menebar kedamaian, tidak hanya kepada sesama muslim, tetapi juga kepada yang bukan muslim.

Tujuannya memperlihatkan bahwa Islam membawa pesan damai lewat tindakan, bukan sekadar ucapan. Menoleh kiri menutup ruang eksklusivitas sosial di dalam masjid maupun di luar barisan.

Perintah menegakkan salat sendiri tercantum antara lain dalam Surah Al-Baqarah ayat 43: “Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” Rangkaian penutup dengan salam menyempurnakan penegakan itu hingga ke adab sosial.

FAQ

Apakah salam termasuk rukun bacaan salat?

Ya. Empat bacaan yang menjadi rukun meliputi takbiratul ihram, Surah Al-Fatihah, tasyahud-shalawat, dan bacaan salam.

Siapa yang dimaksud saat menoleh kanan-kiri?

Menurut Al-Ghazali dan Fathul Muin, niat diarahkan kepada malaikat pencatat amal, mukmin dari kalangan manusia, serta jin di sekitar barisan.

Bolehkah hanya menoleh ke kanan?

Menoleh kanan berstatus wajib sebagai penutup. Menoleh kiri sunnah, namun dianjurkan agar pesan damai ke seluruh sisi tetap utuh.

Apa bacaan salam yang umum dipakai?

Pada salat selain jenazah, bacaan yang umum adalah assalamu‘alaikum wa rahmatullah. Pada salat jenazah, disunahkan menambah wa barakatuh.

Wallahu a‘lam. Makna penutup ini mengingatkan bahwa salat berakhir dengan sapaan damai, bukan sekadar berhenti bergerak.

Nurul
Redaktur Teknologi

Nurul adalah redaktur teknologi Optimaise News. Meliput gadget, laptop, handphone, spesifikasi, dan harga perangkat untuk pembaca yang banding-banding sebelum beli. Fokus pada fakta spek, rentang harga, dan konteks pemakaian (kerja, kuliah, gaming ringan).