Jakarta, Optimaise News – Hotman Paris Hutapea resmi melepas status kuasa hukum Febrie Adriansyah per Kamis, 23 Juli 2026. Ia umumkan keputusan itu saat ditemui di RS Medistra, Jakarta Selatan, sambil bersiap berangkat ke Singapura esok hari.
Inti artikel
- Hotman Paris Hutapea resmi melepas status kuasa hukum Febrie Adriansyah per Kamis, 23 Juli 2026
- Ia umumkan keputusan itu saat ditemui di RS Medistra, Jakarta Selatan, sambil bersiap berangkat ke Singapura esok hari
- Krisis kesehatan memaksa pengacara senior itu keluar dari pembelaan tersangka kasus ASABRI di tengah tekanan publik dan laporan polisi
Krisis kesehatan memaksa pengacara senior itu keluar dari pembelaan tersangka kasus ASABRI di tengah tekanan publik dan laporan polisi. Dokter sudah marah karena pasien masih aktif bekerja, sehingga pengobatan tak bisa ditunda lagi.
Kondisi Tubuh yang Memaksa Hotman Lepas Mandat
Hotman Paris Hutapea mengaku otaknya terus dipaksa berpikir hingga badan makin parah. Ia khawatir kondisi memburuk jika tetap menangani berkas berat Febrie.
Alasan utama justru demi kesehatan sendiri. Ia wajib jalani pengobatan intensif agar tak ada komplikasi lebih lanjut.
Pemberitahuan ke klien sudah dilakukan dua hari sebelumnya. Keputusan final diambil agar pemulihan berjalan optimal tanpa beban pekerjaan.
Rujukan Singapura dan Peringatan Keras Dokter

Dokter di Singapura sudah marah karena pasien masih sibuk di pengadilan dan media. Rujukan ke luar negeri dipilih agar fasilitas lebih lengkap.
Hotman dijadwalkan berangkat esok hari usai pengumuman di RS Medistra. Konteks pengumuman langsung dari dalam rumah sakit itu jarang diliput utuh media lain.
Ia tekankan langkah ini bukan kabur dari tanggung jawab. Justru agar bisa kembali lebih bugar nanti.
Percakapan dengan Febrie: Desakan Tunda vs Keputusan Final

Febrie Adriansyah sempat mendesak agar Hotman tunda mundur beberapa hari lagi. Ia ingin persiapan kuasa hukum pengganti lebih matang.
Namun Hotman tetap teguh. Kesehatan sudah di ujung tanduk sehingga desakan itu ditolak lembut.
Percakapan itu terjadi sebelum pemberitahuan resmi. Timeline ketat: kabari klien 21 Juli, desakan tunda, lalu pengumuman 23 Juli, berangkat 24 Juli.
Bayangan Kasus ASABRI tanpa Hotman Paris
Febrie berstatus tersangka dugaan korupsi plus tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait ASABRI. Tanpa Hotman Paris, proses penyidikan tetap jalan tapi butuh penyesuaian kuasa hukum baru.
Artinya praktis bagi pembaca, Febrie harus segera tunjuk pengacara lain agar hak pembelaan tak terhambat. Beban publik Hotman berkurang, meski laporan polisi masih menggantung.
Sintesis dampak ganda ini jarang digabung: kekosongan di kasus ASABRI plus status laporan yang berjalan paralel. Optimaise News mencatat pergantian pengacara biasanya butuh waktu 7-14 hari agar berkas lengkap.
Jejak Kontroversi Media yang Menyertai Pengunduran
Hotman juga hadapi laporan polisi atas ucapan kontroversial ke wartawan. Kalimat yang memicu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu berbunyi kasar soal otak.
Ia klaim PWI tak punya legal standing untuk melapor. Namun ia siap penuhi panggilan polisi kapan saja.
Paralel muncul isu kematian Rocky Martin Napitupulu, mantan magang sekaligus keponakan, plus angka fee Rp3,29 miliar yang sempat heboh. Kontroversi media itu menyertai setiap langkah Hotman akhir-akhir ini.
Istri Hotman Paris dan keluarga dekat disebut mendukung penuh keputusan berobat. Mereka ingin ia pulih dulu sebelum kembali ke arena hukum.







