Momentum sempat hilang di tengah laga, tapi Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja berhasil memulihkan tempo di gim penentuan. Di babak 32 besar Super 1000 China Open 2026 di Changzhou, pasangan ganda campuran Indonesia itu menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang menantang setelah vakum hampir sebulan.
Inti artikel
- Momentum sempat hilang di tengah laga, tapi Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja berhasil memulihkan tempo di gim penentuan
- Hasilnya mereka menumbangkan Alexander Dunn/Julie Macpherson dari Skotlandia dengan skor 22-20, 23-25, 21-14 pada Selasa 21 Juli 2026
- Kemenangan tiga gim ini mengantarkan Rehan/Gloria ke babak 16 besar sekaligus menandai pemulihan ritme yang krusial di level Super 1000
Hasilnya mereka menumbangkan Alexander Dunn/Julie Macpherson dari Skotlandia dengan skor 22-20, 23-25, 21-14 pada Selasa 21 Juli 2026. Kemenangan tiga gim ini mengantarkan Rehan/Gloria ke babak 16 besar sekaligus menandai pemulihan ritme yang krusial di level Super 1000.
Duel Ketat Babak 32 Besar di Changzhou
Duel di gimnasium Changzhou langsung berlangsung sengit sejak rally pembuka. Rehan/Gloria menguasai awal gim pertama dan unggul 15-10 berkat smash tajam serta kontrol net Gloria yang rapat. Serangan lawan beberapa kali dipatahkan dengan pengembalian yang menekan.
Wakil Skotlandia tidak mudah menyerah. Mereka memaksa beradu setting di angka-angka krusial hingga skor menjadi ketat di pengujung. Konsentrasi tinggi membuat pasangan Indonesia mengunci gim pertama 22-20 lewat rally panjang yang memaksa Dunn/Macpherson berbuat salah.
Suasana lapangan terasa berbeda dari sesi latihan. Angin di dalam ruangan memengaruhi lintasan shuttlecock sehingga kedua pasangan harus ekstra hati-hati dalam setiap pukulan dan penempatan.
Gim Kedua Hilang, Gim Ketiga Dikuasai

Di gim kedua momentum Rehan/Gloria mulai turun tajam. Smash yang semula tajam menjadi lemah dan pengembalian sering tanggung di area tengah. Dunn/Macpherson memanfaatkan celah itu untuk membalik keadaan dan menutup 25-23 setelah perpanjangan.
Perubahan pola main diperlukan segera agar tidak tersingkir. Memasuki gim ketiga Rehan/Gloria menaikkan tempo secara signifikan. Gloria lebih agresif di depan net sambil menutup sudut, sementara Rehan memberikan umpan smash yang lebih bervariasi dan dalam.
Hasilnya dominasi total. Mereka unggul jauh sejak awal dan mengunci kemenangan 21-14 tanpa banyak hambatan. Timeline momentum jelas terbaca: unggulan tipis di gim pertama, kendur di tengah, lalu dominasi penuh di penentuan.
Adaptasi Lapangan Jadi Kunci Putaran Balik

Kunci putaran balik terletak pada adaptasi cepat terhadap kondisi lapangan yang tak bersahabat. “Angin di sini berlawanan dengan yang kami rasakan saat latihan. Kami sempat kalah-menang angin di gim kedua,” ujar Rehan usai pertandingan.
Gloria menambahkan soal dampak vakum kompetisi. “Kami sudah lebih dari sebulan tidak bertanding. Feel pertandingan jauh berbeda dibanding latihan rutin. Tapi kami coba sesuaikan pola main di gim ketiga,” katanya. Di sana Gloria semakin aktif mengunci net.
Sintesisnya utuh dalam satu busur. Vakum sebulan membuat ritme tumpul, angin mengganggu akurasi pukulan, lalu penyesuaian pola menghasilkan dominasi. Sebagai pasangan independen jebolan PB Djarum mereka menavigasi level Super 1000 tanpa sandaran pelatnas penuh, mengandalkan chemistry yang sudah lama terbangun.
Langkah Berikut: Babak 16 Besar dan Target Poin
Di babak 16 besar Rehan/Gloria berpeluang menghadapi unggulan Denmark Mathias Christiansen/Alexandra Boje atau pasangan Malaysia, tergantung hasil laga paralel di sisi bracket yang sama.
Kotak lawan potensial babak 16 besar: Christiansen/Boje dikenal solid di net dan serangan cepat dari belakang. Menang atas mereka berarti lompatan poin signifikan di race menuju final Super Series. Target hasil lebih baik di level Super 1000 jadi lebih realistis usai lolos dari babak awal yang menantang ini.
Implikasi kemenangan tiga gim tidak sekadar tiket lolos. Ini pemulihan ritme yang krusial jelang deretan turnamen race poin. Setiap kemenangan di Super 1000 membawa bobot lebih berat dibanding level di bawahnya dan memberi modal mental untuk laga-laga berikutnya.
Posisi di Peta Ganda Campuran yang Merata
Peta ganda campuran dunia saat ini terbilang merata. Banyak pasangan dari berbagai negara mampu saling menjatuhkan di putaran awal, sehingga setiap laga di Super 1000 menjadi ujian ketahanan mental dan fisik sekaligus.
Bagi Rehan/Gloria lolos dengan cara dramatis seperti ini memberi modal percaya diri. Mereka menunjukkan kemampuan bangkit setelah momentum patah, kualitas yang sangat dibutuhkan untuk bertahan di level ini. Latar ayah Gloria, legenda Tri Kusharjanto, memberi warisan pengalaman juara dunia, namun di lapangan yang diuji adalah kerja sama mandiri mereka.
Dengan persaingan yang merata, setiap poin yang diraih di Changzhou menjadi investasi penting. Kemenangan tiga gim ini membuktikan bahwa adaptasi cepat tetap bisa menyelamatkan ritme meski start tidak sempurna.
FAQ Singkat Seputar Laga Rehan/Gloria di Changzhou
Mengapa laga berlangsung tiga gim? Momentum yang hilang di gim kedua akibat adaptasi lapangan dan angin memaksa mereka bertarung hingga penentuan. Di sana tempo dinaikkan habis-habisan hingga unggul 21-14.
Apa beda kondisi latihan dan pertandingan? Arah angin di venue Changzhou berbeda dari sesi latihan, plus tekanan skor real dan penonton membuat feel jauh beda. Vakum sebulan memperbesar gap tersebut sehingga penyesuaian harus dilakukan di tengah laga.
Siapa lawan di babak 16 besar? Jalur terbuka ke unggulan Denmark Mathias Christiansen/Alexandra Boje atau wakil Malaysia. Hasil laga paralel akan menentukan seberapa jauh mereka melaju di China Open 2026 dan seberapa besar poin yang bisa dikantongi.







