Harga emas spot naik sekitar 1 persen ke US$4.285,69 per ons pada pukul 07.35 WIB Kamis (6/8/2026), level tertinggi sejak 18 Juni 2026 atau hampir tujuh pekan. Lonjakan itu melanjutkan penguatan hari keempat, setelah sesi sebelumnya mencatat kenaikan harian terbesar sejak Februari, di tengah harapan pembukaan kembali Selat Hormuz dan pelemahan dolar AS.
Inti artikel
- Di awal sesi Asia Kamis, emas (XAU/USD) sempat diperdagangkan mendekati US$4.255 sebelum melanjutkan reli
- Versi penutupan spot Rabu di pasar lain tercatat US$4.276,3 per troy ons, melesat 4,87 persen, juga tertinggi sejak pertengahan Juni
- Dalam rentang tiga hari, harga logam mulia itu melejit hampir 6 persen
Kontrak berjangka emas AS juga menguat; futures Desember sempat ditutup di sekitar US$4.305,20, sementara kutipan futures lain menguat 0,9 persen ke US$4.345,50 per ons. Optimaise News merangkum rantai sentimen yang sama: progres diplomasi Iran-Oman-AS, turunnya imbal hasil obligasi AS, serta pergeseran probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve menjelang data ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) Jumat.
Level spot dan futures yang dicapai emas di sesi Asia-Kamis
Di awal sesi Asia Kamis, emas (XAU/USD) sempat diperdagangkan mendekati US$4.255 sebelum melanjutkan reli. Pada Rabu (5/8/2026), sejumlah kutipan mencatat spot naik 4,18 persen ke USD4.247,28 per troy ons, sempat menyentuh USD4.264,93, tertinggi sejak 18 Juni.
Versi penutupan spot Rabu di pasar lain tercatat US$4.276,3 per troy ons, melesat 4,87 persen, juga tertinggi sejak pertengahan Juni. Dalam rentang tiga hari, harga logam mulia itu melejit hampir 6 persen. Moving average 50 hari yang sekitar USD4.160 kini berperan sebagai zona support setelah tembus ke atas.
| Instrumen / momen | Level (USD/troy ons) | Catatan |
|---|---|---|
| Spot Kamis ~07.35 WIB | 4.285,69 | +1%; tertinggi sejak 18 Juni 2026 |
| Spot Rabu (kutipan IDX) | 4.247,28 | +4,18%; high intraday 4.264,93 |
| Spot Rabu (penutupan lain) | 4.276,3 | +4,87%; rekor harian sejak Februari |
| Futures AS Desember (Rabu) | 4.305,20 | +3,7% |
| Futures AS (kutipan Kamis) | 4.345,50 | +0,9% |
Angka di atas bersumber dari ringkasan multi-pasar yang dihimpun redaksi. Perbedaan kecil antarkutipan wajar karena jam penutupan dan jenis kontrak berbeda, tetapi arahnya sama: emas menembus zona tertinggi hampir tujuh pekan.
Diplomasi Iran-Oman-AS yang meredakan risiko energi
Sentimen utama datang dari Timur Tengah. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Rabu bahwa kesepakatan dengan Oman soal rute Selat Hormuz sedang difinalisasi. Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan bisa dicapai secepat Rabu, sementara upaya diplomatik berlanjut.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyinggung adanya kemajuan perundingan. Sumber senior Iran dan pejabat kawasan yang dikutip Reuters menyampaikan usulan Iran-Oman untuk membantu mengakhiri perang selama lima bulan antara Iran dan AS, dengan Iran memegang kendali atas kapal yang masuk Teluk lewat Hormuz.
Optimisme itu dinilai meredakan kekhawatiran inflasi energi lewat jalur pelayaran strategis. Saat risiko pasokan minyak longgar, imbal hasil obligasi dan dolar AS cenderung tertekan, sehingga aset non-yielding seperti emas lebih menarik bagi investor global.
Imbal hasil obligasi AS, dolar, dan probabilitas kenaikan suku bunga Fed
Penguatan emas seiring pelemahan indeks dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Dolar yang lebih lemah membuat emas relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Data ADP menunjukkan sektor swasta AS hanya menciptakan 44.000 lapangan kerja di Juli, terendah dalam enam bulan. CME FedWatch mencatat peluang kenaikan 25 basis poin ke rentang 3,75-4 persen pada rapat September sekitar 54,4 persen, turun dari 57,1 persen sepekan sebelumnya. Kutipan pasar lain menempatkan peluang sekitar 55 persen, turun dari 67 persen.
Pelaku pasar kini lebih condong memperkirakan Fed hanya sekali menaikkan suku bunga acuan tahun ini, padahal seminggu lalu masih digadang dua kali. Emas biasanya berkinerja lebih baik saat ekspektasi suku bunga longgar karena tidak memberikan bunga. Gubernur Fed Lisa Cook tetap terbuka terhadap kemungkinan menaikkan target suku bunga jangka pendek jika inflasi masih terlalu tinggi.
Data NFP Juli yang dipantau pedagang besok
Fokus pasar Jumat tertuju pada laporan ketenagakerjaan nonfarm AS Juli. Ekonom yang dirujuk sejumlah desk memperkirakan penambahan sekitar 80.000 pekerjaan dengan tingkat pengangguran stabil di 4,2 persen.
Bagi pedagang emas, NFP yang lemah cenderung memperkuat narasi Fed kurang agresif, sementara data yang jauh lebih kuat bisa mengembalikan tekanan pada logam mulia lewat dolar dan imbal hasil. Rantai yang dibaca pasar: progres Hormuz meredakan risiko energi, imbal hasil dan dolar melandai, probabilitas hawkish Fed turun, lalu emas naik. NFP menjadi penentu apakah rantai itu berlanjut atau dikoreksi.
Hasil pemantauan Optimaise News menunjukkan pembaca Indonesia yang memegang batangan atau reksa dana emas perlu memisahkan dua lapisan: harga spot internasional dalam dolar, dan konversi ke rupiah plus spread buyback lokal. Sinyal global di atas tidak otomatis sama dengan pergerakan gram Antam harian.
Zona teknikal: support-resistance dan sinyal overbought
Pada timeframe harian, Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di 62, di atas 50 sehingga zona dianggap bullish. Namun Stochastic RSI 14 hari sudah di 100, level jenuh beli tertinggi, sehingga risiko profit taking setelah tiga hari penguatan tetap terbuka.
Support terdekat dipetakan di US$4.169. Jika jebol, rentang US$4.137-4.090 bisa jadi target berikutnya, dengan pivot sekitar US$4.074 lalu US$4.069-4.010. Resistance terdekat US$4.398, dengan skenario optimistis US$4.499. Moving average 50 hari di sekitar USD4.160 menjadi penopang yang baru saja ditembus.
Implikasi praktis tanpa tip spekulatif: di zona Stochastic overbought, sebagian pelaku pasar sering mencermati penarikan sebagian posisi setelah lonjakan multi-hari, sementara investor jangka panjang biasanya lebih fokus pada level support dan agenda NFP daripada memburu puncak harian. Keputusan jual atau hold tetap bergantung horizon dan toleransi risiko masing-masing.







