Harga Emas Melonjak ke US$4.108, Bandar Yakin Perang Bakal Berlarut

Harga emas dunia naik signifikan akibat pelemahan dolar AS dan inflasi melandai. Bandar yakin perang Timur Tengah berlarut memicu inflasi baru. Update harga.

Author Image

Dyah

Harga Emas Melonjak ke US$4.108, Bandar Yakin Perang Bakal Berlarut

Kenaikan harga emas dan perak dipicu pelemahan dolar Amerika Serikat serta data inflasi yang melandai, meski perang di Timur Tengah berpotensi memicu inflasi baru dan menembus level US$4.150-4.200.

Inti artikel

  • Emas spot ditutup di US$4.102,39 per ons pada 30 Juli 2026, naik 0,92 persen
  • Pada 31 Juli pagi, harga emas spot naik menjadi US$4.108,72, naik 0,15 persen
  • Kenaikan ini membuat emas mengalami penguatan 1,86 persen dalam dua hari terakhir setelah dolar melemah ke indeks 99,86

Emas spot ditutup di US$4.102,39 per ons pada 30 Juli 2026, naik 0,92 persen. Pada 31 Juli pagi, harga emas spot naik menjadi US$4.108,72, naik 0,15 persen. Kenaikan ini membuat emas mengalami penguatan 1,86 persen dalam dua hari terakhir setelah dolar melemah ke indeks 99,86. Harga perak dunia ikut melonjak 2,3 persen ke US$58,99 per ons pada Kamis dan stabil di US$59,02 pada Jumat.

Harga Emas Dunia Hari Ini

Harga emas dunia hari ini menunjukkan tren penguatan yang konsisten. Investor global mulai melihat emas sebagai pilihan investasi yang menarik karena berbagai alasan ekonomi. Data klaim pengangguran mingguan AS mencapai 197.000 pada pekan berakhir 25 Juli 2026, lebih rendah dari prediksi 200.000.

Indeks dolar AS juga mencapai level terendah sejak 16 Juni 2026, yang mendukung penguatan komoditas seperti emas. Harga emas spot yang berada di level US$4.108,72 ini mencerminkan sentimen positif di pasar global. Perak juga mengikuti tren ini dengan naik signifikan, menandakan bahwa kedua komoditas ini mendapat dukungan dari faktor makroekonomi yang kuat.

Harga Emas Antam dan Pegadaian

Harga Emas Antam dan Pegadaian
Ilustrasi Harga Emas Antam dan Pegadaian.

Harga emas Antam per gram saat ini berada di kisaran Rp1.980.000, sementara di Galeri24 sekitar Rp1.990.000 dan UBS Rp2.000.000. Dibandingkan dengan harga global di US$4.108,72 yang setara dengan sekitar Rp1.980.000 per gram berdasarkan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat saat ini.

Optimaise News mencatat bahwa harga ini membuat investor domestik merasa nyaman berinvestasi di emas Antam yang mudah dijual kembali ke pegadaian atau toko resmi. Harga emas per ons di pasar lokal juga mencerminkan pergerakan global dengan variasi kecil antar penjual. Ini memberikan gambaran lengkap bagi investor Indonesia yang ingin membandingkan opsi investasi emas lokal dengan global.

Penjual Harga per gram (Rp) Keterangan
Antam 1.980.000 Paling populer untuk investasi
Galeri24 1.990.000 Harga sedikit lebih tinggi
UBS 2.000.000 Harga premium
Global Spot ~1.980.000 Setara kurs saat ini

Faktor Pendukung Penguatan Harga

Faktor Pendukung Penguatan Harga
Ilustrasi Faktor Pendukung Penguatan Harga.

Faktor pendukung utama penguatan harga emas adalah pelemahan dolar Amerika Serikat dan data inflasi yang melandai. Indeks PCE turun 0,1 persen pada Juni sesuai survei, yang menunjukkan inflasi sedang terkendali di Amerika Serikat. Klaim pengangguran yang lebih rendah juga memberikan harapan bahwa ekonomi tidak akan melambat drastis.

Optimaise News menilai bahwa sentimen positif ini mendukung permintaan emas di pasar global. Namun, pasar juga harus waspada terhadap risiko inflasi baru yang muncul dari berbagai sumber. Kenaikan harga emas 1,86 persen dalam dua hari terakhir mencerminkan ketegangan pasar yang sedang terjadi. Pelemahan dolar ke posisi terendah sejak Juni juga memperkuat daya beli komoditas seperti emas dan perak.

Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Emas

Perang di Timur Tengah berpotensi memicu inflasi baru yang dapat mendorong harga emas lebih tinggi. Menurut analis dari Optimaise News, perang Timur Tengah tak segera berakhir, sehingga tekanan inflasi bisa kembali. Akibatnya, emas bisa menembus level US$4.150-4.200 per ons.

Bandar pasar yakin perang bakal berlarut, yang mendukung permintaan emas sebagai aset aman. Ini menjadi salah satu alasan mengapa harga emas dunia terus menguat meski ada data inflasi yang baik. Investor harus memantau perkembangan konflik ini secara ketat karena bisa memberikan dampak jangka panjang terhadap harga komoditas. Potensi kenaikan harga minyak dari konflik juga memperburuk inflasi global yang akhirnya mendukung nilai emas.

Probabilitas Kenaikan Suku Bunga Fed

The Fed mempertahankan suku bunga saat ini, dengan Kevin Warsh yang komitmen menurunkan inflasi. Namun, belum jelas arah selanjutnya. Peluang kenaikan suku bunga pada September turun menjadi 61 persen menurut FedWatch CME, yang menandakan pasar percaya Fed akan lebih dovish.

Hal ini bisa menjadi sinyal positif bagi harga emas karena suku bunga rendah cenderung meningkatkan daya beli emas. Investor di Indonesia perlu memantau keputusan The Fed karena bisa memengaruhi pergerakan harga emas Antam dan global. Dengan semua faktor ini, pasar emas terus menarik perhatian investor domestik dan internasional.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.