Harga emas dunia dan batangan Antam mengalami koreksi tajam pada perdagangan Kamis 23 Juli 2026. Lonjakan minyak Brent ke 100 dollar AS per barel akibat klaim serangan Houthi terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi memicu aksi jual massal di pasar logam mulia.
Inti artikel
- Harga emas dunia dan batangan Antam mengalami koreksi tajam pada perdagangan Kamis 23 Juli 2026
- Emas spot turun 2,1 persen ke 4.043,14 dollar AS per ons
- Kontrak berjangka emas AS Agustus melemah sekitar 2,5 persen ke 4.050,20 dollar AS per ons
Emas spot turun 2,1 persen ke 4.043,14 dollar AS per ons. Kontrak berjangka emas AS Agustus melemah sekitar 2,5 persen ke 4.050,20 dollar AS per ons. Harga emas Antam 24 karat ikut luruh Rp35.000 menjadi Rp2.605.000 per gram pada 24 Juli, dengan buyback di Rp2.345.000 per gram.
Minyak Brent Tembus US$100 Picu Aksi Jual Emas
Minyak Brent menembus level 100 dollar AS per barel untuk pertama kalinya sejak akhir Mei. Klaim serangan kelompok Houthi membuat pasar global khawatir gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah.
Lonjakan harga energi ini biasanya berimbas pada daya beli investor. Banyak pelaku pasar beralih dari emas ke aset lain yang lebih likuid di tengah ketidakpastian pasokan.
Sebelumnya emas sempat mencapai level tertinggi dalam dua pekan. Koreksi 2 persen dalam sehari ini menandai perubahan cepat sentimen pasar.
Optimaise News mencatat aksi jual tersebar dari sesi Asia hingga penutupan Wall Street. Tekanan jual semakin kuat saat data ekonomi AS mendukung penguatan dolar.
Dolar AS dan Yield Obligasi 10 Tahun Tekan Logam Mulia

Indeks dolar AS menguat 0,3 persen pada hari yang sama. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam lebih dari setahun.
Yield tinggi menjadi sentimen negatif bagi emas. Analis Jim Wyckoff menegaskan bahwa imbal hasil obligasi yang naik membuat logam mulia kurang menarik karena tidak memberikan bunga.
Investor cenderung memindahkan dana ke aset berimbal hasil tetap. Kondisi ini memperburuk pelemahan harga emas di pasar spot dan berjangka.
Kombinasi dolar kuat plus yield tinggi menciptakan tekanan ganda. Emas sebagai safe haven kehilangan sebagian daya tariknya di mata pemegang aset global.
Harga Emas Antam 24 Juli: Rincian per Gram dan Buyback

Harga emas Antam 24 karat untuk tanggal 24 Juli ditetapkan di Rp2.605.000 per gram. Harga buyback resmi berada di Rp2.345.000 per gram.
| Produk | Harga (per gram/ons) |
|---|---|
| Emas Antam 24 karat | Rp2.605.000 |
| Buyback Antam | Rp2.345.000 |
| Emas spot dunia | 4.043,14 dollar AS per ons |
| Kontrak berjangka Agustus | 4.050,20 dollar AS per ons |
Selisih antara harga jual dan buyback mencapai Rp260.000 per gram. Investor ritel yang melakukan transaksi buyback di atas Rp10 juta perlu memperhitungkan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen.
Sintesis pergerakan sepekan hingga sebulan menunjukkan harga emas Antam domestik sejalan dengan koreksi spot dunia. Minyak mahal dan yield tinggi mengurangi daya tarik emas yang tidak berimbal hasil bagi investor ritel Indonesia.
Bandingkan juga dengan harga emas pegadaian sebagai alternatif. Untuk harga emas hari ini, Antam tetap jadi acuan utama masyarakat karena kemudahan transaksi batangan.
Peluang The Fed Naikkan Suku Bunga September Naik ke 83%
Peluang The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan September naik tajam ke sekitar 83 persen. Sebelumnya ekspektasi itu hanya 68 persen menurut CME FedWatch.
Kenaikan suku bunga bank sentral AS biasanya menekan harga emas. Biaya opportunity holding emas tanpa bunga menjadi lebih mahal.
Data ini muncul di tengah penguatan dolar dan yield. Pasar menantikan pidato pejabat The Fed untuk konfirmasi arah kebijakan moneter.
Implikasi ke investor lokal jelas. Ekspektasi suku bunga tinggi di AS bisa memperpanjang tekanan pada harga emas Antam. Pantau perkembangan FedWatch secara rutin.
Perak, Platinum, Palladium Juga Melemah Bersamaan
Perak spot turun 3,8 persen ke 57,44 dollar AS per ons. Platinum dan palladium ikut mengalami pelemahan di sesi yang sama.
Pelemahan serentak di seluruh logam mulia menandakan aksi jual luas. Bukan hanya emas yang tertekan, tetapi sektor precious metals secara keseluruhan.
Kondisi ini menambah kehati-hatian di pasar domestik. Investor yang pegang perak atau platina batangan juga merasakan dampak serupa.
Timeline singkat dari puncak dua pekan ke koreksi 2 persen sehari ini jadi pelajaran. Daya tarik emas berkurang saat aset berimbal hasil dan minyak mahal mendominasi sentimen.






