Analis industri Mat Piscatella merilis data Circana yang menunjukkan hanya tujuh judul game fisik PlayStation menjual lebih dari 100.000 unit sepanjang tahun ini. Cakupan angka itu mencakup semua judul, semua penerbit, dan semua platform PlayStation, bukan cuma satu konsol.
Inti artikel
- Cakupan angka itu mencakup semua judul, semua penerbit, dan semua platform PlayStation, bukan cuma satu konsol
- Temuan ini dipakai sebagai bukti bisnis bahwa pasar disc sudah terlalu tipis
- Keputusan Sony menghentikan produksi cakram game mulai Januari 2028 terbaca sebagai respons data, bukan pengumuman sepihak
Temuan ini dipakai sebagai bukti bisnis bahwa pasar disc sudah terlalu tipis. Keputusan Sony menghentikan produksi cakram game mulai Januari 2028 terbaca sebagai respons data, bukan pengumuman sepihak. Daftar judul yang tembus ambang tetap kosong dan langsung memicu perdebatan di Bluesky.
Klaim Circana: tujuh judul fisik PlayStation saja yang tembus 100 ribu unit
Piscatella menyampaikan klaim itu di Bluesky tanpa menyebut satu pun nama game. Ia menekankan data berlaku untuk seluruh rilis fisik di ekosistem PlayStation. Optimaise News mencatat angka 100 ribu unit menjadi ambang yang jarang dilampaui.
Cuma 7 game PS5 yang berhasil terjual lebih dari 100 ribu unit fisik, meski data Circana sebenarnya mencakup semua platform PlayStation. Kondisi itu mempertegas betapa sempitnya pangsa pasar cakram di tengah dominasi unduhan digital.
Jika klaim valid, volume fisik industri game konsol tampak sangat lemah. Angka tersebut menjadi sinyal kuat bagi Sony untuk mempercepat peralihan penuh ke PlayStation Store.
Mengapa gamer menolak percaya tanpa nama game dan porsi total penjualan

Banyak gamer di Bluesky langsung meminta konteks total penjualan. Mereka bertanya apakah 100 ribu itu bagian dari 500 ribu unit atau dari 10 juta unit. Tanpa porsi relatif, ambang mutlak terasa menyesatkan.
Seorang pengguna mencontohkan judul AAA yang biasanya menjual jutaan kopi digital. Di situ 100 ribu fisik hanya sepercik kecil. Tanpa daftar judul, publik sulit menilai apakah tujuh game itu memang outlier atau gambaran umum.
Keraguan ini wajar. Data mentah tanpa pembanding total membuat klaim mudah dibaca dua arah: sebagai bukti kehancuran fisik atau sekadar seleksi judul niche yang memang jarang laku di rak toko.
Pabrik Thalgau, investasi USD 35 juta, dan jadwal digital-only 2028

Sony mengalokasikan sekitar USD 35 juta untuk mengubah fungsi pabrik cakram di Thalgau, Austria. Fasilitas itu memiliki kapasitas sekitar 600 ribu cakram per hari. Selama ini pabrik memproduksi disc game PlayStation, Blu-ray, dan CD.
Setelah Januari 2028 rilis game baru hanya lewat jalur digital PlayStation Store. Fungsi game disc di Thalgau akan dihentikan. Namun pabrik tidak ditutup total karena masih bisa melayani Blu-ray dan CD.
Investasi konversi itu menunjukkan komitmen jangka panjang. Sony tidak sekadar mengumumkan cutoff, melainkan sudah menyiapkan infrastruktur agar peralihan digital-only berjalan mulus tanpa sisa stok fisik menumpuk.
Apa arti ambang 100 ribu copy bagi kolektor dan pasar bekas di Indonesia
Bagi kolektor, ambang 100 ribu tanpa nama judul sulit dibaca adil. Judul yang lolos bisa jadi game niche yang dicari karena kelangkaan, atau blockbuster yang fisiknya memang ditinggalkan. Tanpa daftar, spekulasi harga bekas sulit dikendalikan.
Di Indonesia pasar bekas disc masih hidup di forum dan toko offline. Setelah cutoff 2028 stok baru hilang, sehingga disc lama berpotensi naik nilai. Namun pasokan juga akan menyusut pelan-pelan karena tidak ada restock resmi.
Apakah disc yang sudah dibeli tetap bisa dimainkan setelah Januari 2028? Ya. Disc yang sudah dimiliki gamer tetap berfungsi normal di konsol. Perubahan hanya berlaku untuk rilis baru yang murni digital.
Bagaimana nasib pasar bekas di Indonesia? Pasar bekas kemungkinan tetap aktif dalam jangka pendek karena stok lama masih beredar. Jangka panjang volume akan menipis seiring gamer beralih penuh ke akun digital dan cloud save.
Risiko domino: apakah platform lain akan meniru model Sony
Jika data Circana diterima sebagai patokan industri, platform lain bisa meniru model digital-only. Biaya produksi, distribusi, dan retur disc yang tinggi sudah lama dikeluhkan penerbit. Angka tujuh judul di atas 100 ribu memperkuat argumen efisiensi.
Fungsi ganda pabrik Thalgau (masih memproses Blu-ray dan CD) menunjukkan transisi tidak harus mematikan seluruh rantai optik. Perusahaan lain mungkin meniru pola: hentikan game disc, pertahankan media lain yang masih laku.
Bagi gamer Indonesia, sintesis data tujuh judul, jadwal 2028, dan konversi pabrik Thalgau membentuk kasus bisnis digital yang utuh. Bukan tiga berita terpisah, melainkan satu keputusan yang didukung angka penjualan nyata. Optimaise News menilai langkah Sony ini bisa jadi rujukan industri jika platform lain melihat hasilnya menguntungkan.







